Prancis ke Semifinal, 'Kutukan Trump' Dituding Runtuhkan Amerika Serikat

Perempat final Piala Dunia 2026 menyajikan dua cerita kontras: kemenangan meyakinkan Prancis atas Maroko dan kepergian pahit Amerika Serikat yang diwarnai

Jul 11, 2026 - 16:12
0 0
Prancis ke Semifinal, 'Kutukan Trump' Dituding Runtuhkan Amerika Serikat

Perempat final Piala Dunia 2026 menyajikan dua cerita kontras: kemenangan meyakinkan Prancis atas Maroko dan kepergian pahit Amerika Serikat yang diwarnai isu paranormal "Kutukan Trump". Di Stadion MetLife, New Jersey, Prancis menaklukkan Maroko 2-0 berkat gol Kylian Mbappé dan Ousmane Dembélé, memastikan tiket ke semifinal. Sementara itu, kekalahan AS dari Belgia memicu gelombang spekulasi di media sosial tentang campur tangan mantan Presiden Donald Trump yang dianggap membawa nasib buruk bagi tim nasional. Malam itu menjadi bukti betapa sepakbola tak hanya soal adu taktik, tapi juga sarat mitos dan kepercayaan publik.

Prancis Tak Terbendung, Mbappé dan Dembélé Bersinar

Sejak menit awal, Les Bleus langsung mengambil inisiatif serangan. Maroko yang dijagokan sebagai kuda hitam tak mampu membendung kecepatan lini depan Prancis. Kylian Mbappé membuka skor pada menit ke-23 lewat aksi solo run nan brilian, memperdaya dua bek Maroko sebelum menjebol gawang Yassine Bounou. Gol itu sontak membangkitkan kepercayaan diri Prancis.

Di babak kedua, Maroko mencoba bangkit dengan sejumlah peluang emas, namun solidnya pertahanan Prancis yang dikawal Raphael Varane dan William Saliba membuat usaha Hakim Ziyech dkk. kerap kandas. Justru pada menit ke-67, Ousmane Dembélé menggandakan keunggulan jadi 2-0 lewat tembakan roket dari luar kotak penalti yang menghujam sudut atas gawang. Skor itu bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

"Kami bermain sebagai tim yang solid. Maroko lawan tangguh, tapi kami menunjukkan kualitas. Masih ada dua langkah lagi menuju mimpi," ujar pelatih Didier Deschamps usai laga. Nada optimisme terpancar dari sosok yang membawa Les Bleus ke puncak itu.

Statistik pertandingan mendukung dominasi Prancis: 57% penguasaan bola, 18 percobaan tembakan (8 tepat sasaran) berbanding 9 tembakan Maroko (3 on target). Performa gemilang ini mengukuhkan Prancis sebagai salah satu favorit juara. Mereka kini menunggu pemenang antara Spanyol dan Belgia di semifinal.

'Kutukan Trump' Guyur Timnas AS, Fakta atau Sekadar Mitos?

Di sisi lain, kekalahan AS dari Belgia di babak yang sama justru melahirkan fenomena unik. Tagar #TrumpCurse trending di Twitter dalam hitungan menit setelah gol penentu Belgia tercipta. Banyak warganet mengaitkan hasil minor ini dengan kehadiran Donald Trump—baik secara fisik maupun komentar-komentarnya—yang dianggap membawa energi negatif bagi timnas AS.

Fenomena ini bukan kali pertama. Pada edisi Piala Dunia sebelumnya, AS juga tersingkir setelah Trump secara terang-terangan memberikan dukungan publik. Kali ini, cuitan Trump sebelum laga yang menyebut "Tim ini akan membuat negara bangga" justru dibalas dengan nada miring oleh netizen: "Kutukan itu kembali bekerja."

"Dia hadir di stadion saat kami kalah lawan Belgia tahun lalu, lalu sekarang dia komentar di media sosial—entah kebetulan atau bukan, hasilnya sama. Ini jadi lelucon yang ternyata menyakitkan," kata jurnalis olahraga Amerika, Mike Silver, dalam podcastnya. Ucapannya menggambarkan frustrasi yang mewarnai media AS.

Apakah "Trump Curse" memang nyata? Para psikolog olahraga menilai bahwa tekanan eksternal dan ekspektasi yang dipicu figur kontroversial seperti Trump memang bisa memengaruhi mental pemain. Namun, secara objektif, Belgia memang tampil lebih taktikal malam itu. Dua gol Belgia lahir dari serangan balik cepat yang mengekspos kelemahan lini belakang AS. Tetap saja, narasi kutukan ini kian memperkaya cerita Piala Dunia 2026.

Piala Dunia 2026: Menanti Raja Baru

Dengan hasil ini, dua semifinalis sudah pasti: Prancis dan Belgia (atau Spanyol). Jadwal semifinal akan digelar pada 14–15 Juli 2026 di AT&T Stadium, Texas. Bagi Prancis, asa mempertahankan gelar juara yang diraih 2018 lalu masih terbuka. Bagi AS, kegagalan ini memicu evaluasi besar-besaran—termasuk mungkin menjauhkan politisi dari lapangan hijau, meski terkesan mistis.

Sementara dunia maya terus berdebat soal kutukan, panggung Piala Dunia tetap bergulir. Legenda baru akan tercipta, entah dari kaki dingin Mbappé atau dari bangkitnya tim underdog. Satu hal pasti: Piala Dunia 2026 tak pernah kehabisan cerita.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User