Prabowo Resmikan Bendungan Meninting untuk Kesejahteraan Lombok Barat
Langit Lombok Barat pagi itu begitu cerah. Angin sepoi-sepoi menerpa wajah ratusan warga yang telah berkumpul sejak subuh di area Bendungan Meninting. Mere
Langit Lombok Barat pagi itu begitu cerah. Angin sepoi-sepoi menerpa wajah ratusan warga yang telah berkumpul sejak subuh di area Bendungan Meninting. Mereka datang dengan penuh harap. Di antara kerumunan, seorang kakek renta bernama Amaq Sahdan (67) tak kuasa menahan haru. "Saya sudah menunggu bendungan ini sejak masih jadi buruh tani muda. Kini, air tidak lagi jadi musuh kami," ucapnya lirih sambil menggenggam erat tangan cucunya. Jumat, 10 Juli 2026, menjadi hari bersejarah bagi masyarakat Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, saat Presiden Prabowo Subianto meresmikan Bendungan Meninting yang telah lama dinanti.
Kedatangan Presiden dan Penyambutan Adat
- Pukul 08.45 WITA — Rombongan kepresidenan tiba di lokasi. Presiden Prabowo mengenakan kemeja putih lengan panjang dan peci hitam, melangkah dari kendaraan dengan senyum lebar. Ratusan warga yang sudah menanti menyambut dengan sorak sorai. Beberapa di antaranya membawa spanduk bertuliskan "Terima Kasih Pak Presiden".
- Pukul 09.00 WITA — Prosesi penyambutan adat Sasak dimulai. Gadis-gadis kecil menari Tari Rudat, sementara tokoh adat mengalungkan kain tenun khas Lombok, songket, ke bahu Presiden. Suasana sakral sekaligus hangat.
- Pukul 09.30 WITA — Presiden bersama Menteri PUPR, Gubernur NTB, dan Bupati Lombok Barat menuju panggung utama. Tampak pula para tokoh agama, petani, dan pemuda setempat yang diundang khusus.
Puncak Peresmian: Air dan Harapan
Tepat pukul 10.00 WITA, sirine dibunyikan. Presiden Prabowo bersama sejumlah pejabat menekan tombol peresmian secara simbolis. Layar besar menampilkan gambar bendungan dari berbagai sudut, diiringi riuh tepuk tangan hadirin. Sebuah prasasti bertanda tangan Presiden diresmikan secara langsung, menandai bahwa Bendungan Meninting resmi beroperasi.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa bendungan ini bukan sekadar infrastruktur fisik. "Bendungan Meninting adalah simbol kemandirian pangan dan air di Indonesia timur. Ini bukti negara hadir untuk rakyatnya." Presiden juga menyampaikan bahwa bendungan ini akan mengairi 1.200 hektare lahan pertanian, mengendalikan banjir, dan menyediakan air baku bagi 200 ribu jiwa.
Dialog Bersama Petani: Cerita dari Hati
- Pukul 10.45 WITA — Usai pidato, Presiden turun ke area bawah bendungan. Ia mendatangi sekelompok petani yang telah menunggu. Di sana, ia duduk di atas tikar anyaman, berbincang santai sambil minum kopi.
- Amaq Rian (55), seorang petani padi, menyampaikan keluh-kesahnya. "Pak, kalau kemarau, kami susah air. Sawah retak, padi mati. Semoga dengan bendungan ini, kami bisa panen dua kali setahun." Presiden mendengarkan seksama, lalu menepuk pundaknya. "Bapak-bapak adalah pahlawan pangan. Pemerintah akan pastikan irigasi berjalan baik."
- Presiden juga sempat berbincang dengan ibu-ibu yang menjual hasil bumi. Beliau membeli beberapa ikat sayur dan membayar lebih, yang sontak membuat para penjual tertawa haru.
Di Balik Megahnya Bendungan: Data dan Dampak
Bendungan Meninting dibangun sejak 2019 dengan biaya Rp1,7 triliun. Bendungan ini memiliki kapasitas tampung 12 juta meter kubik, mampu mengairi sawah hingga 1.200 hektare, dan mereduksi banjir tahunan yang kerap merendam pemukiman warga. Selain irigasi, bendungan ini menyediakan air baku 400 liter per detik untuk kebutuhan rumah tangga di Lombok Barat, Mataram, dan sekitarnya.
Kepala Balai Wilayah Sungai NTB, Budi Santoso, menjelaskan bahwa bendungan ini dibangun dengan teknologi terkini. "Sistem pelimpahnya mampu menahan debit air tinggi saat musim hujan ekstrem. Ini akan sangat membantu mengurangi risiko banjir bandang yang dulu sering terjadi." Sementara itu, seorang aktivis lingkungan lokal, Nining (30), mengapresiasi area hijau di sekitar bendungan yang akan dijadikan ekowisata. "Kami berharap bisa dikelola bersama masyarakat supaya menjadi sumber pendapatan baru."
Harapan dari Senja di Bendungan
Peresmian berakhir sekitar pukul 12.00 WITA. Presiden meninggalkan lokasi dengan lambaian tangan. Namun, bagi warga, bendungan ini baru saja memulai cerita baru. Saat senja tiba, anak-anak berlarian di tanggul, menatap genangan air yang membiru. Amaq Sahdan yang tadi pagi terharu, kini duduk di pinggir bendungan bersama cucunya. "Dulu, saya hanya bisa minta hujan pada langit. Sekarang, bendungan ini seperti doa yang terkabul."
[TAGS]: Presiden Prabowo Subianto, Bendungan Meninting, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Ketahanan Pangan [SOCIAL_TWEET]: Bendungan Meninting resmi beroperasi! Presiden @Prabowo meresmikan langsung infrastruktur vital bagi 200 ribu warga Lombok Barat. Air baku, irigasi sawah, dan pengendali banjir kini jadi nyata. Harapan petani pun terkabul. #BendunganMeninting #NTB #KetahananAir [SOCIAL_FB]: "Dulu, saya hanya bisa minta hujan pada langit. Sekarang, bendungan ini seperti doa yang terkabul," ucap Amaq Sahdan, warga yang menanti puluhan tahun. Kini Bendungan Meninting hadir membawa kesejahteraan bagi Lombok. Simak cerita peresmiannya yang penuh haru. [SOCIAL_TG]: 🚧💧 Bendungan Meninting di Lombok Barat resmi beroperasi! Presiden Prabowo langsung meresmikan, petani pun sumringah. Kapasitas 12 juta m³, irigasi 1.200 ha sawah, air baku 200 ribu jiwa. Sejarah baru untuk NTB! [SOCIAL_THREADS]: Nggak cuma megah, Bendungan Meninting juga jadi jawaban dari puluhan tahun penantian warga Lombok. Dari tadinya susah air, sekarang petani bisa panen dua kali setahun. Cerita di balik peresmian ini bikin hati hangat.
Comments (0)