Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

PM Belanda Sampaikan Permintaan Maaf Resmi kepada Ribuan Eks Tentara KNIL Asal Maluku

Amsterdam – Perdana Menteri Belanda, Rob Jetten, akhirnya menyampaikan permintaan maaf resmi atas perlakuan yang disebutnya "kejam" terhadap ribuan mantan prajurit Tentara Kerajaan Hindia Belanda (

Jul 08, 2026 - 00:03
0 0
PM Belanda Sampaikan Permintaan Maaf Resmi kepada Ribuan Eks Tentara KNIL Asal Maluku

Amsterdam – Perdana Menteri Belanda, Rob Jetten, akhirnya menyampaikan permintaan maaf resmi atas perlakuan yang disebutnya "kejam" terhadap ribuan mantan prajurit Tentara Kerajaan Hindia Belanda (KNIL) yang berasal dari Maluku. Permintaan maaf bersejarah ini disampaikan sekitar 75 tahun setelah kapal-kapal yang mengangkut 12.500 orang — yang terdiri dari para prajurit Maluku beserta keluarga mereka — merapat di Pelabuhan Rotterdam pada tahun 1951 silam. Menurut laporan yang dihimpun media kami, langkah ini menandai pengakuan penting atas babak kelam dalam sejarah pascakolonial Belanda.

Kedatangan yang Dijanjikan Sementara

Para mantan prajurit KNIL dan keluarganya itu diberangkatkan dari tanah air mereka di tengah pusaran dekolonisasi, saat Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Ironisnya, sebagian besar dari mereka tidak pernah diberi pilihan untuk menetap secara permanen di Belanda. Kebijakan pemerintah kolonial saat itu menumbuhkan keyakinan bahwa evakuasi ini hanya bersifat sementara, dan mereka akan segera kembali ke Maluku atau wilayah lain yang dijanjikan sebagai tanah air baru. Kenyataannya, mereka justru terdampar dalam ketidakpastian yang berlarut-larut di negeri orang.

Janji Republik Maluku Selatan yang Tak Pernah Terwujud

Harapan akan berdirinya Republik Maluku Selatan (RMS) sebagai wujud balas jasa terhadap loyalitas mereka kepada kerajaan, pupus begitu saja di tengah tekanan politik internasional. Setibanya di Belanda, para eks tentara dan keluarganya tidak mendapatkan sambutan yang layak. Alih-alih diakui jasanya, mereka justru ditempatkan di kamp-kamp bekas penampungan pengungsi perang, bahkan di bekas kamp konsentrasi Nazi seperti Westerbork. Kondisi kehidupan di tempat itu jauh dari kata manusiawi, dengan keterbatasan fasilitas dan pengucilan sosial yang mendalam.

Luka Lama dan Permintaan Maaf

Permintaan maaf Jetten diutarakan dalam suasana khidmat yang mengakui penderitaan multi-generasi komunitas Maluku di Belanda. Perlakuan diskriminatif dan pengabaian sistematis yang berlangsung puluhan tahun telah meninggalkan trauma yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Dalam sebuah kesempatan bersejarah tersebut, pesan tanggung jawab moral disampaikan secara tegas.

"Pemerintah Belanda mengakui telah gagal dalam tanggung jawabnya dan menyampaikan permintaan maaf yang paling tulus atas perlakuan yang menyakitkan dan tidak adil terhadap Anda, para mantan tentara KNIL dan keluarga," demikian inti dari pernyataan yang disampaikan, menurut dokumentasi yang diakses media kami.

Pengakuan bersalah ini tidak hanya merujuk pada kondisi kedatangan yang memprihatinkan, tetapi juga mencakup kebijakan asimilasi yang gagal, pembubaran ikatan komunitas secara paksa, serta sikap apatis birokrasi yang membuat ribuan orang hidup dalam status "tidak berkewarganegaraan" selama bertahun-tahun. Sejumlah sejarawan yang diwawancarai media kami menilai, permintaan maaf ini menjadi langkah awal untuk menyembuhkan luka sejarah yang dalam, meskipun perjalanan menuju pemulihan penuh masih sangat panjang. Bagi generasi kedua dan ketiga eksil Maluku, permintaan maaf ini bukan sekadar kata-kata, melainkan bentuk keadilan historis yang telah mereka perjuangkan selama lebih dari setengah abad. Kini, perhatian akan tertuju pada langkah nyata selanjutnya, termasuk potensi kompensasi yang lebih substansial dan pembukaan akses terhadap arsip-arsip rahasia yang selama ini tertutup rapat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
andika-rivaldi

Reporter Ekonomi. Reporter isu ekonomi yang memengaruhi gaya hidup.

Comments (0)

User