Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Perayaan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 menjadi momen refleksi mendalam bagi seluruh elemen bangsa. Kali ini, p

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, memimpin langsung upacara peringatan yang digelar di kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, pada Minggu (29/6/2026). Dalam kese

Jul 08, 2026 - 05:22
0 0
Perayaan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 menjadi momen refleksi mendalam bagi seluruh elemen bangsa. Kali ini, p

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, memimpin langsung upacara peringatan yang digelar di kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, pada Minggu (29/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia membacakan amanat resmi yang menekankan perubahan paradigma dalam konsep pengasuhan anak di Indonesia.

Mengangkat Tema 'Ayah Wajib Hadir'

Tahun ini, peringatan Harganas secara khusus mengusung tema "Ayah Wajib Hadir". Tema ini dinilai bukan sekadar seremonial belaka, melainkan sebuah deklarasi kuat untuk menuntaskan persoalan pengasuhan yang timpang. Dalam laporan media kami, Gus Ipul menyampaikan bahwa kualitas sebuah keluarga tidak bisa hanya dibebankan pada peran ibu seorang diri.

Ia menegaskan bahwa pembangunan keluarga yang berkualitas mutlak memerlukan kemitraan yang setara. Tema ini menjadi cermin bahwa fungsi keluarga tidak akan berjalan optimal tanpa adanya kolaborasi erat antara kedua orang tua.

"Yang menegaskan pentingnya keterlibatan aktif ayah dalam pengasuhan, pendidikan, perlindungan, dan tumbuh kembang anak. Tema ini menjadi refleksi bahwa pembangunan keluarga yang berkualitas memerlukan kemitraan yang setara antara ayah dan ibu dalam menjalankan fungsi keluarga," kata Gus Ipul saat membacakan amanat.

Transformasi Peran di Era Modern

Pidato tersebut menekankan bahwa peran ayah kini telah bergeser jauh dari sekadar pencari nafkah utama. Di era perkembangan zaman yang semakin kompleks, kehadiran fisik dan emosional seorang ayah menjadi komponen krusial dalam membentuk karakter dan ketahanan mental generasi penerus. Keterlibatan ayah tidak hanya terbatas pada pengasuhan fisik, tetapi juga menyentuh aspek pendidikan dan perlindungan psikologis yang mendalam bagi tumbuh kembang anak.

Data-data sosial yang beredar kerap menunjukkan bahwa absennya figur ayah dalam proses pengasuhan berkontribusi pada berbagai persoalan sosial dan psikologis pada anak. Oleh karena itu, peringatan ini bertujuan untuk menginternalisasi kembali nilai-nilai kebersamaan dalam rumah tangga.

Para pemangku kepentingan di pusat dan daerah diharapkan dapat menangkap pesan moral ini untuk dituangkan dalam berbagai kebijakan dan program pemberdayaan keluarga. Keterlibatan aktif seorang ayah diyakini akan menciptakan lingkungan domestik yang lebih sehat, harmonis, dan tangguh terhadap tantangan sosial di era digital. Momen Harganas ke-33 ini pun diharapkan mampu menjadi titik balik penguatan institusi keluarga sebagai benteng utama peradaban bangsa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rina-wulandari

Editor Hiburan. Editor hiburan dan budaya populer.

Comments (0)

User