Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Pengusaha Jangan FOMO Buru-buru Pakai AI, Ini yang Harus Diperhatikan

Jakarta - Maraknya pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) di berbagai sektor bisnis mendorong banyak pengusaha untuk mengadopsinya dengan cepat. Namun, sejumlah pakar mengingatkan agar perusahaan tidak s

Jul 08, 2026 - 00:53
0 0
Pengusaha Jangan FOMO Buru-buru Pakai AI, Ini yang Harus Diperhatikan

Jakarta - Maraknya pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) di berbagai sektor bisnis mendorong banyak pengusaha untuk mengadopsinya dengan cepat. Namun, sejumlah pakar mengingatkan agar perusahaan tidak sekadar ikut-ikutan atau FOMO (fear of missing out) tanpa persiapan matang.

Dalam acara AI Leadership Exchange 2026 bertajuk "The Agentic Leap: Empowering Indonesia's Digital Leadership and Winning the Enterprise AI Race" yang diselenggarakan oleh IBM Indonesia dan CIO Insight Indonesia, para pemimpin industri menekankan pentingnya menjadikan AI sebagai fondasi operasional, bukan sekadar pelengkap. Beritaseputar.com melaporkan langsung dari lokasi diskusi yang digelar di Jakarta.

AI Bukan Sekadar Alat Bantu

General Manager IBM Asia Pacific, Hans AT Dekkers, menyoroti kesenjangan yang semakin lebar antara dua tipe perusahaan dalam mengadopsi AI. Ia memaparkan bahwa banyak perusahaan masih memperlakukan AI hanya sebagai alat bantu tambahan, sementara para pemimpin pasar telah bergerak lebih jauh dengan menjadikan AI sebagai pusat seluruh aktivitas bisnis mereka.

"Kita mulai melihat jurang pemisah yang jelas. Di satu sisi, ada perusahaan yang menggunakan AI sebatas untuk meningkatkan efisiensi tugas-tugas tertentu. Di sisi lain, ada perusahaan yang benar-benar mendesain ulang model bisnis mereka dengan AI sebagai intinya. Perbedaan ini akan menentukan siapa yang unggul dalam persaingan ke depan," ujar Hans dalam sesi diskusi.

Strategi Jangka Panjang, Bukan Sekadar Tren

Para pembicara lain dalam forum tersebut sepakat bahwa transformasi AI yang sesungguhnya membutuhkan perubahan fundamental dalam budaya perusahaan, investasi pada talenta, dan infrastruktur data yang kuat. Tanpa ketiga elemen itu, implementasi AI hanya akan menjadi proyek permukaan yang mahal dan tidak berkelanjutan.

Laporan Beritaseputar.com mencatat, beberapa perusahaan di Indonesia sudah mulai merasakan manfaat dari integrasi AI secara mendalam, misalnya dalam analisis prediktif rantai pasok, personalisasi layanan pelanggan, dan otomatisasi pengambilan keputusan. Namun, perusahaan lain masih berkutat pada chatbot sederhana atau sekadar memamerkan bahwa mereka "berbasis AI".

Oleh karena itu, pakar di acara tersebut mengajak para pengusaha untuk tidak terburu-buru membeli solusi AI hanya karena tekanan pasar. Sebaliknya, mereka perlu menyusun peta jalan yang jelas, memilih teknologi yang tepat sesuai kebutuhan spesifik bisnis, dan yang terpenting, membangun budaya data-driven di seluruh lini organisasi.

Dengan pendekatan yang terencana, AI tidak hanya akan menjadi buzzword, tetapi benar-benar mampu mendorong pertumbuhan dan daya saing perusahaan di era digital yang semakin kompetitif.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rina-wulandari

Editor Hiburan. Editor hiburan dan budaya populer.

Comments (0)

User