Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Ngeri, 38 Cacing Pita Bersarang di Otak Wanita Ini usai Pulang Liburan dari India

Jakarta - Sebuah kisah mengerikan datang dari seorang perempuan bernama Lowri Denman yang berusia 42 tahun. Setelah kembali dari liburan di India, ia dinyatakan menderita neurocysticercosis, suatu ko

Jul 07, 2026 - 22:46
0 0
Ngeri, 38 Cacing Pita Bersarang di Otak Wanita Ini usai Pulang Liburan dari India

Jakarta - Sebuah kisah mengerikan datang dari seorang perempuan bernama Lowri Denman yang berusia 42 tahun. Setelah kembali dari liburan di India, ia dinyatakan menderita neurocysticercosis, suatu kondisi langka di mana larva cacing pita babi (Taenia solium) menginfeksi sistem saraf pusat. Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak kurang dari 38 parasit bersarang di dalam otaknya. Temuan ini sontak membuat siapa pun yang mendengarnya merinding.

Menurut laporan yang dihimpun media kami, Lowri pertama kali menyadari ada yang tidak beres saat ia berada di toilet. Ia melihat cacing pita dewasa sepanjang sekitar satu meter keluar bersamaan dengan kotorannya. Pemandangan itu langsung membuatnya syok dan segera mencari pertolongan medis. Awalnya ia menduga masalahnya hanya sebatas infeksi usus biasa, tetapi hasil pemindaian otak mengungkapkan kenyataan yang jauh lebih menakutkan.

Tim dokter yang menanganinya terkejut saat citra magnetic resonance imaging (MRI) menunjukkan puluhan titik putih berbentuk kista yang tersebar di berbagai bagian otak Lowri. Kista-kista tersebut merupakan larva cacing pita yang telah menetas dan bermigrasi melalui aliran darah menuju otak. Neurocysticercosis terjadi ketika manusia tidak sengaja menelan telur Taenia solium, biasanya melalui makanan atau air yang terkontaminasi tinja manusia yang mengandung telur cacing. Setelah telur menetas di usus, larva dapat menembus dinding usus dan menyebar ke berbagai organ, termasuk otak, mata, dan otot.

Gejala Awal yang Menyesatkan

Lowri mengaku tidak mengalami sakit kepala hebat atau kejang—yang merupakan gejala umum neurocysticercosis—pada tahap awal. Ia hanya merasakan kelelahan yang tidak biasa dan gangguan pencernaan ringan selama beberapa hari setelah liburan. Ketika cacing dewasa sepanjang satu meter itu muncul, ia menganggapnya sebagai infeksi cacing biasa yang bisa diatasi dengan obat cacing. Namun, dokter spesialis penyakit menular menyarankan pemeriksaan lanjutan karena cacing pita babi memiliki siklus hidup yang berbahaya: jika manusia menjadi inang antara, larva dapat berakhir di jaringan dan memicu reaksi peradangan serius.

Pada kasus Lowri, 38 kista larva ditemukan di lokasi strategis. Sebagian besar berada di lobus frontal dan parietal, yang berpotensi mengganggu fungsi kognitif, gerak motorik, bahkan memicu kejang jika tidak ditangani. Tim dokter segera merancang protokol pengobatan kombinasi: obat antiparasit seperti albendazol untuk membunuh larva serta kortikosteroid untuk menekan peradangan akibat kematian parasit. Prosedur ini harus dilakukan secara hati-hati karena kematian larva secara masif bisa memicu respons imun yang justru membahayakan pasien.

Perjalanan Liburan yang Membawa Petaka

Lowri mengunjungi beberapa daerah di India selama tiga minggu. Ia mencicipi beragam kuliner lokal, termasuk hidangan kaki lima, tanpa menyadari potensi kontaminasi. Menurut para ahli, India merupakan salah satu negara dengan tingkat endemisitas taeniasis/cysticercosis yang tinggi, terutama di wilayah dengan sanitasi buruk. Telur cacing pita bisa menempel pada sayuran yang dicuci dengan air tercemar, atau berpindah melalui tangan individu yang terinfeksi dan tidak menjaga kebersihan setelah buang air besar.

Kasus Lowri menjadi peringatan bagi wisatawan agar selalu memastikan makanan dan minuman yang dikonsumsi di negara berkembang benar-benar higienis. Mencuci tangan dengan sabun secara teratur, hanya mengonsumsi air kemasan atau air matang, serta menghindari makanan mentah atau setengah matang di area risiko tinggi adalah langkah pencegahan utama. Setelah menjalani perawatan intensif selama berbulan-bulan, kondisi Lowri perlahan membaik meskipun ia harus menjalani pemantauan jangka panjang terhadap kemungkinan kerusakan neurologis.

Kisah Lowri Denman ini menjadi pengingat nyata bahwa liburan yang seharusnya menyenangkan bisa berubah menjadi mimpi buruk jika kewaspadaan terhadap ancaman parasit diabaikan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
galih-pratama

Editor Gaya Hidup. Editor tren, komunitas, dan gaya hidup.

Comments (0)

User