Mohamed Salah Tepuk Tangan Usai Mesir Singkirkan Australia di Penalti

Arlington, Texas — Mohamed Salah mengepalkan tangan dan memberikan tepuk tangan kepada ribuan pendukung Mesir yang memadati Stadion Dallas setelah kemenang

Jul 13, 2026 - 07:06
0 0
Mohamed Salah Tepuk Tangan Usai Mesir Singkirkan Australia di Penalti

Arlington, Texas — Mohamed Salah mengepalkan tangan dan memberikan tepuk tangan kepada ribuan pendukung Mesir yang memadati Stadion Dallas setelah kemenangan dramatis timnya atas Australia melalui adu penalti pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Pada 4 Juli 2026, Mesir lolos ke fase selanjutnya setelah menaklukkan Socceroos dengan skor agregat 1-1 (5-4) di markas AT&T Stadium, Arlington.

Dominasi Awal dan Gol Pembuka

Australia memulai laga dengan agresivitas tinggi. Tekanan mereka membuahkan hasil di menit ke-23 ketika penyerang sayap Martin Boyle berhasil menaklukkan kiper Mesir Mohamed El Shenawy lewat tendangan mendatar usai skema sepak pojok. Sebagian besar babak pertama dikuasai Australia dengan penguasaan bola 58%, namun ketangguhan pertahanan Mesir yang dikawal Ahmed Hegazi dan sang kapten Salah yang turun membantu membuat skor tetap 1-0 hingga turun minum.

Kebangkitan dan Gol Penyeimbang

Pelatih Mesir Hossam Hassan melakukan perubahan penting di awal babak kedua dengan memasukkan gelandang muda Ibrahim Adel. Permainan Mesir menjadi lebih hidup; serangan balik cepat beberapa kali merepotkan lini belakang Australia. Pada menit ke-58, Salah yang mendapat ruang di sisi kanan melepaskan umpan silang matang yang disundul keras oleh Mostafa Mohamed ke pojok kiri gawang Mathew Ryan. Skor imbang 1-1 bertahan hingga 90 menit normal, memaksa pertandingan masuk ke perpanjangan waktu.

Adu Penalti Penuh Drama

Kedua tim gagal mencetak gol tambahan dalam 30 menit tambahan. Babak tos-tosan pun dimulai dengan Australia sebagai penendang pertama. Kedua tim sukses mengeksekusi empat penalti pertama, membuat skor 4-4. Tekanan luar biasa dirasakan oleh penendang kelima Australia, Ajdin Hrustic, yang tendangannya membentur mistar gawang. Kemudian giliran Mohamed Salah yang maju sebagai algojo pamungkas Mesir. Dengan tenang, megabintang Liverpool itu menaklukkan Ryan dengan tendangan rendah ke sudut kiri, mengunci kemenangan 5-4 dan mengantarkan The Pharaohs ke 16 besar.

“Saya hanya berpikir, ini untuk semua orang yang sudah percaya pada kami. Suporter telah berjuang bersama kami, terbang jauh ke sini, dan saya ingin berterima kasih dengan cara paling sederhana: tepuk tangan dan janji bahwa kami akan terus berjuang,” ujar Salah usai laga.

Gestur Tulus Sang Bintang

Setelah memastikan kemenangan, Salah berlari ke arah tribun yang dipenuhi suporter Mesir. Tanpa selebrasi berlebihan, ia beberapa kali menepukkan kedua tangan sambil tersenyum dan menundukkan kepala sebagai bentuk penghormatan. Momen ini langsung viral di media sosial dan disebut sebagai gambaran sikap rendah hati pemain berusia 34 tahun yang kemungkinan besar mengikuti Piala Dunia terakhirnya. “Itu bukan sekadar apresiasi, melainkan ikatan batin antara pemimpin dan pendukungnya,” kata analis sepak bola BBC, Mina Rzouki.

Mesir Melaju ke Babak 16 Besar

Dengan hasil ini, Mesir akan menghadapi pemenang laga antara Prancis dan Arab Saudi di babak berikutnya. Jalur mereka di Piala Dunia 2026 kini terbuka lebar, dan dukungan emosional dari suporter di tanah air maupun di diaspora akan menjadi modal penting. Statistik mencatat Salah melepaskan four key passes, menciptakan satu assist, dan sukses mengeksekusi penalti penentu—angka yang menegaskan betapa vitalnya perannya.

Kekalahan Australia membuat perjalanan mereka di turnamen berakhir lebih cepat. Pelatih Graham Arnold mengakui ketangguhan Mesir. “Kami sudah memberikan segalanya, tapi detail kecil seperti penalti kelima menjadi pembeda. Selamat untuk Mohamed Salah dan timnya,” katanya singkat di konferensi pers.

Di Arlington, malam itu menjadi panggung keemasan bagi Salah dalam kariernya yang panjang dan sarat prestasi. Tepuk tangannya bukan hanya sapaan, melainkan warisan seorang pemimpin yang membawa tim nasionalnya melewati batas yang dulu tak terbayangkan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User