Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Megawati Kirim Pesan Duka untuk Iran, Kenang Sosok Lembut Khamenei

Jakarta - Di tengah kesibukannya sebagai Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri menyempatkan diri untuk merekam sebuah pesan yang penuh kehangatan dan ras

Jul 08, 2026 - 13:19
0 0
Megawati Kirim Pesan Duka untuk Iran, Kenang Sosok Lembut Khamenei
Jakarta - Di tengah kesibukannya sebagai Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri menyempatkan diri untuk merekam sebuah pesan yang penuh kehangatan dan rasa kehilangan. Presiden kelima Republik Indonesia itu menyampaikan ucapan belasungkawa mendalam atas gugurnya mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Lewat sebuah video yang dikirimkan melalui Kedutaan Besar Iran di Jakarta, Megawati menyampaikan simpati yang tulus, mengenang Khamenei bukan hanya sebagai pemimpin spiritual, tetapi juga sebagai sosok negarawan yang lembut hatinya.

Kenangan Akan Kelembutan Seorang Pemimpin Spiritual

Di mata Megawati, sosok Khamenei memiliki tempat yang istimewa. Ia tidak melihat pria itu semata dari posisinya yang begitu tinggi dalam hierarki politik dan keagamaan, melainkan dari sisi kemanusiaannya. Dalam video yang telah ditayangkan oleh salah satu stasiun televisi nasional Iran itu, Megawati mengenang setiap pertemuannya dengan sang Ayatollah.
"Saya selalu merasakan keteduhan setiap kali berjumpa dengannya. Di balik posisinya yang begitu besar, beliau adalah pribadi yang bersahaja. Ia mendengarkan dengan saksama, berbicara dengan nada yang tenang, dan matanya memancarkan kesungguhan seorang ayah bagi bangsanya,"

Pesan itu menggambarkan betapa Megawati sangat menghormati Khamenei. Ia melihat Khamenei sebagai pelita bagi mereka yang mendambakan keadilan dan kemerdekaan sejati sebuah bangsa dari tekanan global. Bagi Megawati, wafatnya Khamenei adalah pukulan emosional yang tidak hanya dirasakan oleh rakyat Iran yang sedang berkabung dan menggelar upacara pemakaman kenegaraan, tetapi juga bagi siapapun yang mengenalnya secara pribadi.

Isi Pesan: Antara Duka dan Semangat Kemanusiaan

Melalui narasi yang dihantarkan dengan suara berat, Megawati menekankan bahwa kepergian Khamenei telah mengguncang hati "banyak orang yang mencintai keadilan, kedaulatan bangsa dan kemanusiaan di seluruh penjuru dunia." Ia menilai, sang Ayatollah adalah benteng terakhir bagi nilai-nilai yang kini mulai langka:

  • Kesetiaan pada prinsip kedaulatan yang menolak intervensi asing
  • Keberanian membela yang tertindas di tengah konstelasi politik Timur Tengah
  • Keteladanan dalam kesederhanaan yang menjadi magnet bagi para pengikutnya

Seorang staf di Kedutaan Besar Iran di Jakarta yang menerima kiriman video tersebut menyampaikan bahwa pesan dari Megawati diterima dengan haru. "Bukan hanya karena beliau tokoh penting, tapi karena beliau benar-benar memahami esensi perjuangan kami," ungkap sang staf yang namanya enggan disebutkan. Pihak Kedutaan Besar Iran pun memastikan bahwa ucapan duka itu langsung diteruskan ke Bioskop Teheran dan telah menjadi bagian dari memori kolektif media di tengah liputan upacara pemakaman yang megah.

Megawati juga menekankan pentingnya solidaritas di masa kehilangan ini. Di tengah gejolak geopolitik dan perubahan peta kekuatan di Timur Tengah, ia mengajak semua pihak untuk sejenak merenung, merayakan hidup seorang pemimpin yang konsisten di jalan sunyi menuju keadilan. Dalam nada yang rendah ia menutup, "Semoga rakyat Iran diberikan ketabahan. Dunia hari ini kehilangan salah satu penjaga nuraninya."


What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User