MAKASSAR — Suasana di Hotel Claro Makassar akan berdenyut lebih intens pada

Lobi hotel itu akan dipenuhi wajah-wajah penuh harap. Mereka bukan sekadar pengurus dan anggota, melainkan para pemain kunci yang ingin menancapkan fondasi

Jul 19, 2026 - 11:42
0 0
MAKASSAR — Suasana di Hotel Claro Makassar akan berdenyut lebih intens pada

Lobi hotel itu akan dipenuhi wajah-wajah penuh harap. Mereka bukan sekadar pengurus dan anggota, melainkan para pemain kunci yang ingin menancapkan fondasi bagi pertumbuhan sektor properti di Sulawesi Selatan. Di meja-meja rapat, gagasan tentang kolaborasi lintas sektor, inovasi pembiayaan, hingga adaptasi terhadap regulasi baru akan diadu. Raker ini bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah laboratorium ide untuk menjawab satu pertanyaan kritis: bagaimana properti Sulsel bisa menjadi lokomotif ekonomi daerah?

Momentum Strategis bagi Properti Sulsel

Agustan, S.Ag., M.E., Ketua Panitia Raker, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah momentum yang tidak boleh dilewatkan. Di tengah pemulihan ekonomi pascapandemi dan perubahan pola permintaan properti—dari perumahan konvensional menuju hunian yang lebih adaptif dan terintegrasi—organisasi pengusaha muda ini perlu bergerak cepat. “Rapat kerja ini bukan sekadar agenda organisasi, tetapi menjadi wadah untuk menyatukan gagasan, memperkuat kolaborasi antar anggota, serta menyusun program kerja yang mampu menjawab tantangan dan peluang sektor properti di Sulawesi Selatan,” ujar Agustan dengan nada serius saat ditemui dalam persiapan akhir pekan lalu.

Melalui tema ‘Berkolaborasi, Bertumbuh, Membangun Ekosistem Properti yang Berdaya Saing’, kami ingin mendorong terciptanya sinergi yang kuat antara pengusaha, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan.

Ungkapan itu bukanlah retorika belaka. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel mencatat bahwa sektor konstruksi dan real estat menyumbang lebih dari 12 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) provinsi ini pada tahun 2025. Namun, pertumbuhan tersebut masih dibayangi oleh tantangan seperti tingginya biaya bahan bangunan, suku bunga KPR yang fluktuatif, serta kesenjangan pasokan properti di segmen masyarakat berpenghasilan rendah. Raker ini diharapkan mampu melahirkan terobosan untuk mengatasi kendala klasik tersebut.

Sinergi dan Kolaborasi Jadi Kunci

Panitia telah mempersiapkan rangkaian kegiatan secara maksimal. Tidak hanya sesi pleno dan diskusi kelompok, tetapi juga forum khusus yang mempertemukan pengusaha properti dengan perwakilan pemerintah daerah, perbankan, dan akademisi. “Kami ingin agar hasil rapat kerja ini tidak berakhir di ruang rapat, tetapi betul-betul diimplementasikan. Kolaborasi adalah fondasi utama kami,” tegas Agustan. Raker ini akan dihadiri oleh jajaran pengurus BPD HIPMI Sulawesi Selatan, pengurus HIPMI Properti Sulawesi Selatan, serta para tamu undangan dari berbagai unsur yang memiliki perhatian terhadap kemajuan sektor properti.

Agenda yang sudah digariskan mencakup penyusunan peta jalan (roadmap) pengembangan properti berkelanjutan, strategi digitalisasi pemasaran properti bagi anggota, hingga advokasi kebijakan perizinan yang lebih ramah bagi investor muda. Salah satu isu yang diprediksi akan menjadi perdebatan hangat adalah pembentukan koperasi simpan pinjam khusus anggota properti, sebagai solusi alternatif pembiayaan proyek perumahan. Inisiatif ini dinilai kritis mengingat banyak anggota HIPMI Properti yang masih mengandalkan modal pribadi atau pinjaman bank dengan bunga tinggi.

Di sela-sela persiapan, beberapa pengurus menyuarakan harapan bahwa raker ini bisa menjadi titik balik bagi equalitas akses pasar properti. “Kami anak muda di daerah tidak ingin hanya menjadi penonton. Dengan kolaborasi yang solid, saya yakin properti Sulsel bisa menembus pasar nasional, bahkan internasional,” ujar Andi Rahmat, salah satu anggota yang akan hadir.

Program Adaptif untuk Daya Saing

Melalui kegiatan ini, HIPMI Properti Sulawesi Selatan berharap dapat melahirkan program-program strategis yang adaptif, inovatif, dan mampu memperkuat daya saing pelaku usaha properti, sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi daerah. Tema ‘Berkolaborasi, Bertumbuh, Membangun Ekosistem Properti yang Berdaya Saing’ bukan sekadar slogan, melainkan peta jalan tiga tahun ke depan. Rencana aksi yang akan dirumuskan mencakup pengembangan aplikasi berbasis data untuk memetakan kebutuhan properti di setiap kabupaten/kota di Sulsel, serta program magang dan sertifikasi tenaga kerja konstruksi muda.

Keputusan yang dihasilkan pada Raker Sabtu nanti diharapkan bisa menjadi acuan bagi seluruh anggota dalam menjalankan bisnis mereka. Agustan menambahkan, “Kami tidak ingin hanya menjadi organisasi yang rutin mengadakan pertemuan. Kami ingin menjadi bagian dari solusi bagi permasalahan properti di Sulawesi Selatan. Mulai dari masalah perizinan, akses permodalan, hingga keterbatasan lahan.”

Dengan segala persiapan yang matang, Raker HIPMI Properti Sulsel Masa Bakti 2026–2027 bukan hanya sekadar catatan agenda, melainkan sebuah deklarasi: bahwa para pengusaha muda properti di Sulawesi Selatan siap bersaing, berkolaborasi, dan bertumbuh bersama. Sorot kamera akan merekam momen itu, dan catatan sejarah organisasi akan menuliskan babak baru—babak di mana properti tidak lagi dipandang sebagai komoditas semata, melainkan ekosistem yang menghidupi ekonomi rakyat.

[SOCIAL_TWEET]: HIPMI Properti Sulsel siap gelar Raker 2026–2027, fokus pada kolaborasi dan pertumbuhan ekosistem properti berdaya saing. #HIPMIProperti #Sulsel #Raker2026 [SOCIAL_TG]: 🏢 BREAKING: HIPMI Properti Sulsel gelar Raker 2026–2027, 18 Juli di Hotel Claro Makassar. Tema: kolaborasi dan daya saing. Baca selengkapnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User