Luis Figo Yakini Prancis Akan Raih Trofi Piala Dunia 2026
Di antara tumpukan memorabilia yang terpajang di kediamannya di Madird, sebuah foto hitam putih perlahan menarik perhatian Luis Figo—momen ketika ia mengangkat trofi Ballon d'Or pada 2000 silam. Sen...
Di antara tumpukan memorabilia yang terpajang di kediamannya di Madird, sebuah foto hitam putih perlahan menarik perhatian Luis Figo—momen ketika ia mengangkat trofi Ballon d'Or pada 2000 silam. Senyum tipis merekah di wajah pria 52 tahun itu, bukan karena nostalgia, melainkan karena sebuah keyakinan besar yang baru saja ia suarakan: Les Blues akan menjadi penguasa sepak bola dunia dua tahun dari sekarang.
Malam itu, dalam sebuah bincang santai bersama mantan kolega, legenda Portugal itu tak ragu menyebut Prancis sebagai tim paling potensial untuk menjuarai Piala Dunia 2026. Sebuah pernyataan yang mungkin mengejutkan, mengingat darah Portugal yang mengalir deras di tubuhnya. Namun bagi Figo, analisis dingin dan kekaguman pada generasi emas baru Prancis mengalahkan sentimen nasionalisme.
Bukan Sekadar Firasat
Pandangan Figo bukan tanpa dasar. Ia melukiskan skuad asuhan Didier Deschamps sebagai perpaduan langka antara pengalaman dan dahaga anak muda. "Mereka punya fondasi yang sulit ditandingi," cetus Figo, matanya berbinar saat mengingat performa Prancis di turnamen-turnamen terakhir. Di matanya, Kylian Mbappé adalah simbol revolusi—kecepatan, ketajaman, dan mental juara yang sudah terasah sejak remaja.
Figo mengenang bagaimana ia sendiri pernah merasakan pahitnya dikalahkan oleh Prancis. Ingatan itu justru menumbuhkan rasa hormat mendalam. Kini, ia melihat ada benang merah yang menghubungkan generasi Zinedine Zidane dengan era Mbappé: garang, elegan, dan tak kenal menyerah.
Generasi yang Lapar Kemenangan
Bagi Figo, kedalaman skuad Prancis adalah kunci. Tak hanya mengandalkan satu atau dua pemain bintang, Les Bleus memiliki stok pemain yang merata di semua lini. Di lini tengah, nama-nama seperti Aurélien Tchouaméni dan Eduardo Camavinga menjadi pondasi kokoh yang mengalirkan energi muda. Sementara di belakang, ketangguhan William Saliba dan Ibrahima Konaté memberi rasa aman yang jarang dimiliki tim lain.
"Saya melihat api di mata para pemain muda ini," ujarnya, sambil memperagakan gestur tangan seolah sedang memegang bola. "Mereka seperti sedang menjalankan misi pribadi untuk membayar lunas kekecewaan di final 2022." Momen final Qatar, di mana Prancis harus mengakui keunggulan Argentina melalui adu penalti, menurut Figo, justru menjadi kawah candradimuka yang menempa mental para pemain.
Peta Kekuatan Menuju 2026
Ketika ditanya tentang ancaman dari tim-tim lain, Figo tersenyum tipis. Ia mengakui Brasil, Argentina, dan Inggris juga punya amunisi berbahaya. Namun, dalam hitung-hitungannya, hanya Prancis yang mampu menjaga konsistensi performa di segala situasi. "Mereka bisa bermain buruk tetapi tetap menang—itulah ciri juara sejati," tegasnya.
Figo bahkan merujuk pada statistik sederhana: sejak 2018, Prancis selalu mencapai semifinal di tiga turnamen besar berturut-turut. Stabilitas macam itu sulit dicari. Ditambah dengan sistem pembinaan pemain muda Prancis yang terus memproduksi bakat-bakat kelas dunia, fondasi mereka terasa begitu kokoh untuk menatap 2026.
Warisan yang Menginspirasi
Di ujung perbincangan, Figo menyelipkan pesan manusiawi. Baginya, sepak bola bukan sekadar adu taktik atau jumlah trofi, melainkan tentang perjalanan sebuah bangsa mengejar mimpi. "Prancis mengajarkan kita bahwa kegagalan bukan untuk diratapi, melainkan untuk dibalas dengan cara yang paling indah," katanya lirih, seolah berbicara pada diri sendiri.
Sang maestro Portugal ini tahu betul rasanya bangkit dari kekecewaan. Kariernya bersama Barcelona, Real Madrid, dan Inter Milan adalah buku tebal tentang ketangguhan. Kini, ia menaruh harapan besar pada armada Deschamps untuk menulis babak baru kejayaan Eropa di Amerika Utara nanti. Di matanya, trofi Piala Dunia 2026 sudah separuh jalan pulang ke Paris. Bukan karena takdir, melainkan karena kerja keras yang ditopang keyakinan.
Baca juga:
Comments (0)