Lonjakan 706 Ribu Penumpang di Daop 5 Purwokerto Selama Liburan
Lonjakan penumpang kereta api terjadi di wilayah Daop 5 Purwokerto sepanjang periode libur sekolah tahun ini. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat, lebih dari 706.000 pelanggan telah menggunakan...
Lonjakan penumpang kereta api terjadi di wilayah Daop 5 Purwokerto sepanjang periode libur sekolah tahun ini. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat, lebih dari 706.000 pelanggan telah menggunakan layanan kereta api di berbagai rute yang berada di bawah pengelolaan Daop 5. Jumlah ini mencakup perjalanan reguler maupun tambahan yang disediakan selama masa liburan.
Sebagai perbandingan, pada periode libur sekolah tahun sebelumnya, volume penumpang di Daop 5 Purwokerto hanya berkisar 620.000 orang. Kenaikan sekitar 14% ini mengindikasikan minat masyarakat terhadap moda transportasi kereta api yang semakin meningkat, sejalan dengan perbaikan fasilitas dan ketepatan jadwal yang terus diupayakan.
Vice President Daop 5 Purwokerto, Yudi Kurniawan, menyampaikan bahwa tingginya mobilitas masyarakat didorong oleh momentum libur sekolah yang panjang. 'Antusiasme masyarakat untuk bepergian bersama keluarga sangat tinggi. Kami melihat peningkatan sekitar 12% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,' ujarnya saat dihubungi pada Minggu pagi.
Dari total 706.000 pelanggan tersebut, Stasiun Purwokerto menjadi salah satu titik tersibuk. Tercatat 272.221 pelanggan melakukan aktivitas naik dan turun di stasiun ini. Rinciannya, 137.910 penumpang memulai perjalanan dari Purwokerto menuju berbagai kota, sedangkan 134.311 penumpang lainnya tiba di Purwokerto untuk berwisata atau mengunjungi sanak saudara. Data ini menunjukkan arus keluar dan masuk yang hampir berimbang, menandakan Purwokerto bukan hanya sebagai kota transit, tetapi juga destinasi wisata.
Kesiapan Armada dan Petugas
Menghadapi lonjakan tersebut, Daop 5 Purwokerto telah menyiapkan sejumlah kereta api tambahan untuk rute-rute favorit seperti Purwokerto–Jakarta, Purwokerto–Surabaya, dan Purwokerto–Bandung. Selain itu, seluruh petugas stasiun dan kru kereta dikerahkan secara maksimal untuk memastikan keamanan dan kenyamanan para penumpang. Posko pengamanan dan kesehatan juga didirikan di titik-titik strategis untuk mengantisipasi kepadatan dan memberikan bantuan darurat jika diperlukan.
'Kami tidak hanya menambah perjalanan, tetapi juga memperkuat personel di lapangan. Setiap harinya, lebih dari 200 petugas keamanan dan pelayanan disiagakan di Stasiun Purwokerto saja,' tambah Yudi.
Dampak Positif pada Sektor Pariwisata
Lonjakan penumpang yang datang ke Purwokerto memberikan efek domino bagi sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Hotel-hotel di sekitar kawasan Baturaden dan objek wisata lainnya dilaporkan mengalami tingkat okupansi yang tinggi. Pelaku UMKM di sekitar stasiun pun merasakan peningkatan pendapatan karena banyaknya penumpang yang membeli oleh-oleh khas Banyumas, seperti mendoan dan keripik tempe.
Salah seorang pedagang di Stasiun Purwokerto, Sumarti (45), mengaku sangat terbantu dengan ramainya penumpang. 'Biasanya sepi, tapi seminggu terakhir ini alhamdulillah dagangan saya habis terus. Banyak penumpang yang beli untuk oleh-oleh,' tuturnya dengan senyum lebar.
Cerita Penumpang: Antara Rindu dan Liburan
Di antara keramaian itu, ada kisah-kisah yang mengharukan. Seorang mahasiswa bernama Raka (21) rela menempuh perjalanan selama 7 jam dari Bandung untuk pulang kampung ke Purwokerto. 'Sudah setahun saya tidak pulang karena sibuk kuliah. Mumpung libur sekolah adik, saya sengaja pulang untuk kumpul keluarga,' ucapnya sembari memeluk bundanya yang telah menunggu di pintu kedatangan.
Sementara itu, pasangan muda Rina dan Andi memanfaatkan momen liburan untuk mengunjungi objek wisata Baturaden. 'Kami naik kereta dari Jogja. Perjalanannya nyaman, tiketnya juga terjangkau. Kami sengaja memilih kereta agar bisa menikmati perjalanan tanpa macet,' kata Rina. Keduanya mengaku akan kembali menggunakan kereta untuk perjalanan wisata berikutnya.
Evaluasi dan Harapan
Meski berjalan lancar, sejumlah penumpang mengeluhkan antrean di loket yang cukup panjang pada jam-jam sibuk. Menanggapi hal itu, Yudi menyatakan bahwa pihaknya terus mendorong penggunaan tiket elektronik dan aplikasi KAI Access untuk mengurangi antrean fisik. 'Kami sudah menyediakan mesin check-in mandiri dan boarding pass digital. Ke depannya, kami akan terus meningkatkan layanan digital agar penumpang semakin dimudahkan,' pungkasnya.
Dengan berakhirnya masa libur sekolah, arus penumpang diprediksi akan kembali normal. Namun, semangat untuk terus meningkatkan kualitas layanan menjadi komitmen yang tak akan surut. 'Kami ingin momen liburan bukan hanya menjadi kenangan indah bagi penumpang, tetapi juga momentum untuk memperbaiki diri,' tutup Yudi.
Baca juga:
Comments (0)