Koleksi KALA TOTON Tutup Gemilang Mulia in Fashion 2026

Suasana khidmat menyelimuti ballroom megah tempat berlangsungnya perhelatan mode tahunan Mulia in Fashion di Jakarta. Pada malam puncak itu, 10 Juli 2026, sorot lampu tak hanya menandai akhir rangkaia...

Jul 13, 2026 - 13:16
0 0
Koleksi KALA TOTON Tutup Gemilang Mulia in Fashion 2026

Suasana khidmat menyelimuti ballroom megah tempat berlangsungnya perhelatan mode tahunan Mulia in Fashion di Jakarta. Pada malam puncak itu, 10 Juli 2026, sorot lampu tak hanya menandai akhir rangkaian acara, tetapi juga menjadi saksi bisu lahirnya sebuah mahakarya. Desainer TOTON, yang dikenal dengan sentuhan khasnya yang memadukan tradisi dan modernitas, naik ke atas panggung untuk mempersembahkan koleksi yang telah dinanti-nantikan: KALA. Sebagai penutup acara, koleksi ini tidak hanya sekadar peragaan busana—ia adalah pernyataan artistik yang menggema jauh melampaui helai-helai kain yang tersaji.

Membuka Tirai Waktu dengan KALA

Koleksi KALA—yang dalam bahasa Sanskerta berarti waktu—mengajak para tamu undangan merenungi perjalanan temporal melalui busana. TOTON merangkai siluet-siluet yang seolah berbicara tentang masa lalu, kini, dan masa depan. Gaun-gaun panjang dengan potongan asimetris mengalir lembut, dihiasi detail bordir tangan yang memakan waktu berbulan-bulan pengerjaan. Warna-warna alami seperti cokelat tanah, biru langit senja, dan krem gading mendominasi, memberikan kesan ketenangan sekaligus kedalaman. Setiap helai kain, mulai dari sutra organik hingga tenun lurik yang diolah ulang, dipilih dengan cermat untuk menceritakan dialog antara warisan budaya dan inovasi kontemporer.

Yang paling mencuri perhatian adalah penggunaan teknik draping yang rumit pada bagian bahu dan pinggang, menciptakan volume dramatis tanpa kehilangan esensi feminin. Material daur ulang dari sisa produksi sebelumnya juga hadir, menjadi bukti komitmen TOTON terhadap sustainable fashion. Sebuah blazer dengan potongan tegas dipadukan dengan rok lilit bermotif batik parang yang dimodifikasi, seolah berpesan bahwa tradisi bukanlah beban, melainkan pijakan untuk melangkah lebih berani.

Di Balik Layar: Proses Kreatif yang Intim

Saat ditemui usai peragaan, TOTON berbagi cerita tentang perjalanan emosional di balik lahirnya KALA. “Ini bukan hanya tentang pakaian. KALA adalah refleksi saya tentang bagaimana manusia bergerak bersama waktu. Ada momen kehilangan, ada harapan, ada penerimaan. Semua itu saya jahit dalam setiap jahitan,” ungkapnya dengan mata berbinar. Proses riset yang mendalam membawanya menjelajahi arsip-arsip kain Nusantara, berbincang dengan para penenun tua di daerah terpencil, hingga menuangkan pengalaman pribadinya ke dalam sketsa. Momen paling mengharukan, katanya, adalah ketika ia menemukan selembar kain lurik milik mendiang neneknya yang kemudian dijadikan aksen pada gaun pengantin penutup koleksi. “Kain itu seperti berbisik kepada saya, bahwa cinta dan waktu tidak pernah benar-benar pergi,” tambahnya.

Panggung sebagai Laboratorium Emosi

Tata panggung malam itu dirancang minimalis namun penuh makna. Layar LED raksasa menampilkan proyeksi gerak lambat awan yang bergulung, menciptakan ilusi ruang tak berbatas. Musik latar karya komposer muda Indonesia, yang memadukan gamelan dengan elektronik ambient, mengalun syahdu seiring langkah para model melintas. Penonton yang terdiri dari pelaku industri mode, selebritas, hingga penggemar setia TOTON berkali-kali terpaku, bahkan beberapa terlihat menyeka air mata ketika rangkaian gaun malam terakhir muncul. Tepuk tangan panjang yang tak kunjung reda adalah bukti betapa koleksi ini berhasil menyentuh relung hati terdalam.

Penutup yang Mengawali

Sebagai penutup Mulia in Fashion 2026, peragaan ini bukan sekadar titik akhir, melainkan awal baru bagi TOTON dan mungkin bagi banyak desainer muda yang hadir. Koleksi KALA mengingatkan kita bahwa mode memiliki kekuatan untuk menjadi medium introspeksi, tidak sekadar tren sesaat. Di tengah industri yang sering kali bergerak begitu cepat, TOTON memilih untuk memperlambat langkah, menggali lebih dalam, dan menyajikan sesuatu yang autentik. Sebuah pesan yang sangat relevan di era serba instan ini.

Malam itu, di ballroom yang mulai sepi, beberapa tamu masih tampak berdiskusi hangat tentang busana yang baru saja mereka saksikan. Seorang pengamat mode senior berkomentar, “TOTON tidak hanya menutup acara, ia menutupnya dengan pertanyaan: apa yang sesungguhnya kita kejar dari waktu?” Dan mungkin, di situ letak kejeniusan sang desainer—menjadikan panggung peragaan sebagai ruang hening untuk merenung, di tengah hingar-bingar dunia.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
eko-saputra

Reporter Gadget. Review smartphone, laptop, dan consumer tech.

Comments (0)

User