Koin Money Changer Lumpuh Usai Digeledah, Label Tutup di Pintu Kaca
Deru kendaraan di sepanjang Jalan Melawai Raya, Jakarta Selatan, tak lagi diiringi derap langkah kaki pelanggan yang keluar masuk sebuah gerai penukaran ua
Deru kendaraan di sepanjang Jalan Melawai Raya, Jakarta Selatan, tak lagi diiringi derap langkah kaki pelanggan yang keluar masuk sebuah gerai penukaran uang bernama Koin Money Changer, Rabu (20/11) pagi. Pantulan kaca pintu yang biasanya temaram oleh lampu neon dalam ruangan, kini hanya memantulkan bayangan para pejalan kaki yang melintas tanpa menoleh. Selembar kertas putih ukuran A4 dengan tulisan “TUTUP” tercetak tebal ditempel di pintu kaca depan—seolah menjadi nisan bagi aktivitas yang semalam suntuk masih bergeliat.
Operasi Mendadak yang Mengubah Segalanya
Bagi Rina (28), mantan teller senior di Koin Money Changer, pagi itu terasa berbeda sejak ia menerima pesan WhatsApp singkat dari supervisor-nya pukul 06.30 WIB. “Rin, hari ini jangan masuk dulu. Toko tutup sampai ada info lebih lanjut,” bunyi pesan yang membuat dadanya bergetar. Pasalnya, baru kemarin ia melayani seorang pelanggan tetap yang menukarkan dolar Singapura senilai hampir Rp500 juta.
Sehari sebelumnya, tepatnya Selasa (19/11) pukul 11.00 WIB, suasana di Koin Money Changer berubah dari sibuk menjadi mencekam. Enam orang berseragam dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, didampingi dua petugas Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), memasuki gerai tanpa pemberitahuan formal kepada pihak manajemen. Mereka membawa surat perintah penggeledahan yang diterbitkan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terkait dugaan pelanggaran Undang-Undang Perbankan dan pencucian uang.
- Pukul 11.15 WIB: Petugas menyegel meja kasir dan meminta seluruh karyawan menjauh dari area transaksi.
- Pukul 12.00 WIB: Brankas utama yang biasanya menyimpan valuta asing berbagai denominasi dibuka paksa dengan disaksikan manajer operasional. Di dalamnya, petugas menemukan uang tunai senilai Rp2,1 miliar dalam bentuk dolar AS, euro, dan riyal Arab Saudi yang belum tercatat di sistem pembukuan harian.
- Pukul 14.30 WIB: Lima unit CPU, dua laptop, dan tiga binder berisi catatan tangan transaksi disita. Seorang penyidik, yang enggan disebut namanya, berkomentar singkat, “Kami temukan kejanggalan antara laporan transaksi ke Bank Indonesia dengan catatan internal. Ada selisih mencurigakan lebih dari Rp800 juta dalam tiga bulan terakhir.”
- Pukul 17.00 WIB: Setelah mengambil sampel dokumen dan meminta keterangan lima karyawan inti sebagai saksi, tim penyidik meninggalkan lokasi. Aktivitas penukaran uang dinyatakan tidak boleh dilanjutkan hingga proses penyelidikan selesai.
Dampak Langsung: Dari Rina ke Pelanggan Setia
Rina bercerita dengan suara bergetar saat ditemui di sebuah kedai kopi tak jauh dari tempatnya bekerja, Rabu siang. “Saya nggak tahu mau cerita ke siapa. Tiba-tiba aja hidup saya kayak disetop. Padahal saya udah lima tahun di sini, kenal dekat sama pemiliknya, Pak Hadi. Dia selalu bilang bisnis ini bersih,” ujarnya sambil sesekali menatap layar ponsel yang masih menampilkan pesan terakhir dari supervisor.
Di sisi lain, Pak Yohanes (56), seorang pengusaha travel yang menjadi pelanggan tetap, ikut terkena imbas. “Saya sudah pesan 10.000 euro untuk jadwal keberangkatan besok. Tiba-tiba kantor tutup, uang saya belum diambil, dan sampai sekarang tidak ada kejelasan,” keluhnya saat berdiri di depan pintu kaca yang masih tertutup rapat. Ia menambahkan bahwa dirinya sudah dua kali mencoba menelepon nomor manajer yang biasanya aktif, namun tak pernah tersambung.
Sepinya gerai tak hanya berdampak pada karyawan dan pelanggan. Pedagang makanan keliling yang biasanya mangkal di depan ruko ikut kehilangan pelanggan. “Biasanya jam istirahat siang, karyawan money changer pada jajan. Sekarang sepi, saya cuma dapat setengah dari biasanya,” ujar Sumirah, penjual nasi uduk yang sudah lima tahun berjualan di trotoar depan ruko.
Label “TUTUP” di pintu kaca seakan menjadi simbol dari betapa cepatnya denyut ekonomi berubah menjadi kesunyian. Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen Koin Money Changer belum memberikan pernyataan resmi. Sementara itu, Polda Metro Jaya menyatakan masih melakukan pemeriksaan mendalam terhadap dokumen dan barang bukti yang disita.
Comments (0)