Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Ketegangan antara Pakistan dan Afghanistan kembali memanas setelah Islamabad melancarkan serangan udara di wilayah timur

Serangan Udara di Wilayah Perbatasan Menurut laporan yang dihimpun media kami, serangan udara Pakistan menyasar beberapa titik di provinsi Khost dan Kunar, yang berbatasan langsung dengan Pakistan

Jul 08, 2026 - 18:35
0 1
Ketegangan antara Pakistan dan Afghanistan kembali memanas setelah Islamabad melancarkan serangan udara di wilayah timur

Serangan Udara di Wilayah Perbatasan

Menurut laporan yang dihimpun media kami, serangan udara Pakistan menyasar beberapa titik di provinsi Khost dan Kunar, yang berbatasan langsung dengan Pakistan. Wilayah ini selama bertahun-tahun menjadi sarang kelompok bersenjata yang kerap melancarkan serangan lintas batas. Namun, pemerintah Taliban Afghanistan membantah klaim bahwa target serangan adalah militan. Juru bicara Taliban menyebut mayoritas korban adalah warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, serta mengecam keras tindakan Pakistan sebagai pelanggaran kedaulatan.

Serangan terbaru ini menandai eskalasi signifikan dalam hubungan kedua negara yang telah memburuk sejak Taliban mengambil alih Kabul pada 2021. Sejak saat itu, Pakistan berulang kali menuding Afghanistan tidak berbuat cukup untuk menekan kelompok militan, terutama Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP), yang dinilai semakin berani melancarkan serangan di wilayah Pakistan. Di sisi lain, Taliban Afghanistan menolak tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa mereka tidak akan membiarkan tanah Afghanistan digunakan untuk mengancam negara lain.

Konflik Berdarah di Awal Tahun

Ketegangan ini bukan yang pertama terjadi. Pada Februari lalu, kedua negara sempat terlibat konflik bersenjata selama beberapa pekan yang menewaskan puluhan orang di kedua sisi perbatasan. Pertempuran ketika itu dipicu oleh serangan Pakistan terhadap pos-pos perbatasan Afghanistan, yang dibalas dengan tembakan mortir dan serangan balasan dari pasukan Taliban. Meski sempat mereda setelah mediasi pihak ketiga, bentrokan kali ini menunjukkan bahwa akar masalah di antara kedua negara belum terselesaikan.

Warga di wilayah perbatasan melaporkan situasi yang semakin mencekam. “Kami mendengar ledakan bertubi-tubi di malam hari. Banyak rumah hancur, dan orang-orang berlarian menyelamatkan diri,” kata seorang warga Khost yang selamat dari serangan, seperti dikutip laporan kami. Rumah sakit setempat kewalahan menampung korban luka dengan keterbatasan fasilitas medis yang sudah menjadi masalah kronis di wilayah tersebut sejak konflik berkepanjangan beberapa dekade terakhir.

Respons Internasional dan Desakan Gencatan Senjata

Komunitas internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa dan negara-negara tetangga, mendesak kedua belah pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog. Namun, hingga saat ini belum ada tanda-tanda deeskalasi. Pakistan menuntut jaminan keamanan yang lebih konkret dari Kabul, sementara Taliban menegaskan bahwa mereka tidak akan tunduk pada tekanan militer dari negara mana pun.

Analis keamanan kawasan menilai konflik ini berpotensi meluas jika tidak segera ditangani secara diplomatik. Perbatasan sepanjang 2.640 kilometer antara kedua negara tidak hanya menjadi jalur perdagangan penting, tetapi juga medan pertempuran yang rawan terhadap infiltrasi kelompok bersenjata lintas batas.

Perkembangan terbaru ini kembali menegaskan betapa rapuhnya stabilitas di Asia Selatan, di mana konflik internal dan eksternal sering kali saling berkelindan. Laporan ini disusun oleh Beritaseputar.com berdasarkan berbagai sumber di lapangan dan pernyataan resmi otoritas terkait.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
eko-saputra

Editor Nasional. Editor isu nasional dekat kehidupan sehari-hari.

Comments (0)

User