Kebakaran Meluas di TPA Jatiwaringin, 7 Hektare Lahan Hangus Dilalap Api
Kebakaran besar yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, belum juga berhasil dipadamkan sepenuhnya. Berdasarkan laporan yang dihimpun me
Kebakaran besar yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, belum juga berhasil dipadamkan sepenuhnya. Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, luas area yang terdampak kebakaran kini mencapai 7 hektare dari total keseluruhan lahan TPA yang mencapai 33 hektare.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, menyampaikan bahwa kebakaran yang mulai terjadi sejak Selasa (30/6) pukul 12.30 WIB itu telah menghanguskan sebagian besar area TPA. "Kebakaran yang terjadi sejak Selasa (30/6) pukul 12.30 WIB itu telah menghanguskan sekitar 7 hektare dari total luas TPA Jatiwaringin yang mencapai 33 hektare," ujarnya dalam keterangan yang diterima Kamis (2/7/2026).
Petugas pemadam kebakaran dari berbagai unsur masih terus berjibaku melakukan upaya pemadaman di lokasi. Berdasarkan informasi dari media kami, tiupan angin kencang yang terjadi di sekitar area TPA Jatiwaringin menjadi salah satu faktor utama yang mempercepat penyebaran api. Kondisi angin yang tidak bersahabat ini membuat titik api dengan cepat merembet ke area-area lain yang dipenuhi tumpukan sampah kering.
Asap Tebal Selimuti Pemukiman, Puluhan Warga Dievakuasi
Kebakaran yang melanda TPA Jatiwaringin bukan hanya menghanguskan lahan, tetapi juga menghasilkan asap tebal yang menyelimuti kawasan sekitar. Asap pekat tersebut membawa dampak serius bagi kesehatan warga, terutama mereka yang tinggal di permukiman yang berdekatan dengan TPA.
Puluhan warga dilaporkan mengungsi ke tempat yang lebih aman untuk menghindari paparan asap yang semakin pekat. Tim gabungan dari BNPB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan aparat setempat telah mendirikan tenda-tenda pengungsian serta posko kesehatan untuk melayani warga yang terdampak. Warga yang mengungsi didominasi oleh kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil yang khawatir akan dampak jangka panjang dari menghirup asap kebakaran sampah.
Muhari menambahkan bahwa kebakaran sampah ini memicu munculnya asap tebal yang cukup mengganggu aktivitas warga. "Kebakaran menyebar luas imbas faktor angin kencang. Kebakaran sampah ini juga memicu munculnya asap tebal," ungkapnya.
Hingga saat ini, upaya pemadaman masih terus dilakukan dengan mengerahkan armada pemadam kebakaran dari Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, serta bantuan dari wilayah sekitar. Proses pemadaman menghadapi tantangan tersendiri karena sumber api berasal dari tumpukan sampah yang tebal, sehingga api dapat menyala dan membara di bagian dalam tanpa terlihat di permukaan.
Pemerintah daerah bersama BNPB terus memantau perkembangan situasi dan mengimbau warga untuk tetap waspada serta menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Kondisi cuaca dan arah angin menjadi perhatian utama dalam operasi pemadaman yang masih berlangsung ini.
Comments (0)