Karya Sastra 'Yang Menggigil dalam Arus Sejarah' Raih BRICS Award dan Diterjemahkan

Di tengah riuh rendahnya dunia sastra global, sebuah karya dari Indonesia diam-diam mencatatkan sejarah. Buku berjudul "Yang Menggigil dalam Arus Sejarah" baru saja menerima penghargaan bergengsi dari...

Jul 14, 2026 - 14:13
0 0

Di tengah riuh rendahnya dunia sastra global, sebuah karya dari Indonesia diam-diam mencatatkan sejarah. Buku berjudul "Yang Menggigil dalam Arus Sejarah" baru saja menerima penghargaan bergengsi dari BRICS, sekaligus menandai babak baru bagi sastra Tanah Air: diterjemahkan ke dalam 35 bahasa di seluruh dunia. Penghargaan ini bukan sekadar trofi, melainkan pengakuan atas suara kemanusiaan yang diusungnya.

Jerit Hati Manusia yang Menggema Lintas Benua

Buku ini bukanlah fiksi biasa. Ia adalah kumpulan puisi esai yang membidik luka-luka kemanusiaan. Dari pengungsi yang terombang-ambing di perbatasan, hingga perempuan yang berjuang di tengah konflik, setiap halamannya seakan menjadi cermin bagi siapa pun yang pernah merasakan getirnya kehidupan. Tema-tema yang diangkat—kehilangan, ketidakadilan, dan harapan—membuatnya melampaui batas geografis. Juri BRICS menyebut karya ini sebagai "suara universal yang merangkul setiap insan tanpa memandang asal-usul."

Dari Meja Sederhana ke Panggung Dunia

Perjalanan buku ini menuju penghargaan tak lepas dari kegigihan penulisnya yang menghabiskan bertahun-tahun meriset isu sosial di berbagai pelosok. Berawal dari catatan-catatan kecil yang ditulis di atas meja sederhana, naskah itu kemudian berkembang menjadi mozaik kisah yang memikat. Pada 2023, buku ini pertama kali terbit dalam bahasa Indonesia dan langsung menarik perhatian komunitas sastra. Namun, tak ada yang menduga bahwa setahun kemudian, ia akan berdiri sejajar dengan karya-karya besar dunia. Penghargaan BRICS, yang diberikan melalui seleksi ketat, menjadi pembuktian bahwa sastra Indonesia mampu berbicara di forum global.

35 Bahasa, Satu Pesan Kemanusiaan

Proyek penerjemahan ke 35 bahasa ini melibatkan puluhan penerjemah dari berbagai negara. Setiap kata dalam puisi esai ini harus dipilih dengan cermat agar nuansa emosinya tidak hilang. Seorang penerjemah dari Mesir, misalnya, mengaku menangis saat mengalihbahasakan bagian tentang seorang ibu yang kehilangan anaknya dalam perang. "Rasa sakit itu sama, meskipun kami berasal dari budaya yang berbeda," ujarnya. Proses ini memakan waktu hampir dua tahun, namun hasilnya kini bisa dinikmati pembaca di lima benua. Bahasa Mandarin, Arab, Rusia, Portugis, hingga Swahili menjadi beberapa di antaranya.

Lebih dari Sekadar Buku

Apa yang membuat "Yang Menggigil dalam Arus Sejarah" begitu istimewa? Bagi banyak pembaca, jawabannya terletak pada kemampuannya menyentuh nurani. Buku ini tidak hanya bercerita, tetapi juga mengajak refleksi. Di Brasil, sebuah komunitas pembaca mengadakan diskusi bulanan khusus untuk membahas tema-tema di dalamnya. Di India, kutipan dari buku ini sering digunakan oleh aktivis kemanusiaan. Fenomena ini menunjukkan bahwa sastra memiliki kekuatan untuk mempersatukan manusia melampaui perbedaan politik atau ideologi.

Harapan Baru bagi Sastra Indonesia

Prestasi ini diharapkan menjadi pemantik bagi penulis-penulis muda Indonesia untuk terus berkarya dengan isu-isu substantif. Selama ini, sastra Indonesia kerap kali hanya dikenal di kawasan Asia Tenggara, tetapi kini pintu menuju pentas dunia terbuka lebar. Beberapa penerbit internasional bahkan mulai melirik naskah-naskah dari Indonesia, berharap menemukan "berlian" berikutnya. Ini adalah pengingat bahwa suara dari negeri mana pun, selama ia jujur dan menyentuh, akan menemukan jalannya sendiri untuk didengar.

Kini, saat buku itu dalam perjalanan menuju rak-rak buku di berbagai negara, satu hal yang pasti: "Yang Menggigil dalam Arus Sejarah" telah menjadi lebih dari sekadar karya sastra. Ia adalah duta kemanusiaan yang membawa pesan bahwa di balik setiap gejolak sejarah, selalu ada hati yang menggigil—dan selalu ada harapan untuk bangkit.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User