Imam Sugianto: Profil dan Kinerja Kapolda

Imam Sugianto: Profil dan Kinerja Kapolda Irjen Pol Imam Sugianto adalah perwira tinggi Polri yang sejak 21 Oktober 2024 mengemban amanah sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur. Ia menggantikan Irjen Pol Teddy Minahasa Putra yang tersa

Jul 12, 2026 - 07:39
0 0

Imam Sugianto: Profil dan Kinerja Kapolda

Irjen Pol Imam Sugianto adalah perwira tinggi Polri yang sejak 21 Oktober 2024 mengemban amanah sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur. Ia menggantikan Irjen Pol Teddy Minahasa Putra yang tersandung kasus penyalahgunaan narkotika. Penunjukan Imam Sugianto merupakan bagian dari mutasi besar-besaran di tubuh Polri pasca-kasus tersebut, dengan harapan mampu memulihkan kepercayaan publik dan menciptakan stabilitas keamanan di wilayah Jawa Timur. Sebelumnya, Imam Sugianto menjabat sebagai Wakapolda Metro Jaya, posisi strategis yang memberinya pengalaman luas dalam mengelola dinamika keamanan di wilayah metropolitan.

Profil dan Latar Belakang

Imam Sugianto lahir di Nganjuk, Jawa Timur, pada 29 Mei 1969. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1991, seangkatan dengan sejumlah jenderal Polri lainnya. Karier Imam Sugianto banyak dihabiskan di jalur reserse dan intelijen. Ia mengawali karier sebagai Perwira Pertama di Polda Jawa Timur, kemudian bertugas di berbagai satuan, termasuk Satreskrim Polrestabes Surabaya. Jabatan strategis yang pernah diembannya antara lain Kapolres Pasuruan (2010), Kapolres Kediri Kota (2012), dan Kapolrestabes Surabaya (2014). Keberhasilannya menekan angka kriminalitas di Surabaya mengantarnya ke posisi Karopenmas Divisi Humas Polri pada 2016, lalu Karomonev SSDM Polri di 2018. Pada 2019, ia dipercaya sebagai Analis Kebijakan Madya bidang Sabhara Baharkam Polri, kemudian Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri (2020). Di Bareskrim, ia menangani sejumlah kasus besar, termasuk mafia tanah dan penipuan investasi. Puncaknya, pada 2022 ia diangkat menjadi Wakapolda Metro Jaya, mendampingi Irjen Pol Fadil Imran, sebelum akhirnya mendapat promosi sebagai Kapolda Jawa Timur.

Kinerja dan Kasus Besar

Selama menjabat, Imam Sugianto telah menunjukkan respons cepat dalam menangani berbagai kasus menonjol. Salah satu yang paling menyita perhatian publik adalah pengungkapan peredaran narkoba jaringan internasional seberat 1,2 ton sabu di perairan Pacitan pada Januari 2025, yang melibatkan sindikat Malaysia-Indonesia. Dalam operasi tersebut, Polda Jatim berhasil menangkap 12 tersangka dan menyita aset senilai puluhan miliar rupiah. Kasus lain yang mencuat adalah penanganan konflik agraria di Banyuwangi, di mana ia memerintahkan pendekatan restorative justice untuk meredam bentrokan antarwarga dan perusahaan perkebunan. Di bawah kepemimpinannya, Polda Jatim juga sukses mengamankan rangkaian agenda nasional seperti Pemilu 2024 dan Natal-Tahun Baru dengan tingkat kriminalitas yang turun 15% dibanding periode sebelumnya. Imam Sugianto dikenal getol menerapkan program “Polisi Peduli Desa” di 38 kabupaten/kota, yang berfokus pada deteksi dini radikalisme dan narkoba di tingkat akar rumput.

Tantangan dan Kontroversi

Meski menorehkan sejumlah prestasi, kepemimpinan Imam Sugianto tidak lepas dari tantangan dan kritik. Warisan kasus narkoba yang menimpa pendahulunya, Irjen Teddy Minahasa, membuat citra Polda Jatim sempat tercoreng. Imam Sugianto harus bekerja keras memulihkan moral internal dan kepercayaan publik, termasuk dengan melakukan rotasi besar-besaran di jajaran perwira Polda Jatim yang diduga terlibat pada awal 2025. Tantangan lain adalah tingginya angka bunuh diri di kalangan anggota Polri di Jawa Timur — enam kasus tercatat sepanjang 2024-2025 — yang memicu sorotan atas kesejahteraan dan manajemen stres di institusi. Kontroversi juga sempat muncul terkait penanganan unjuk rasa buruh di Surabaya pada Maret 2025 yang dinilai represif oleh sejumlah lembaga swadaya masyarakat. Namun, Imam Sugianto dengan tegas membantah tuduhan tersebut dan menekankan bahwa tindakan kepolisian telah sesuai prosedur operasi standar serta mengedepankan de-eskalasi. Ia terus berupaya membangun komunikasi publik yang lebih transparan melalui program Jumat Curhat dan patroli dialogis di titik rawan konflik.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rina-wulandari

Product Reviewer. Mengulas software, aplikasi, dan tools produktivitas.

Comments (0)

User