ADDISON, Texas — Sebuah perangkat kecil bertenaga surya yang terpasang di tiang pinggir jalan kota ini mungkin tampak tidak mencolok. Namun benda itu adalah bagian dari jaringan pengawasan raksasa: sekitar 120.000 kamera pembaca pelat nomor milik Flock Safety yang kini tersebar di hampir seluruh penjuru Amerika Serikat, memindai dan merekam setiap kendaraan yang melintas, siang dan malam.
Teknologi ini menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, kepolisian di ribuan kota memujinya sebagai alat paling efektif untuk melacak mobil curian, buronan, dan kendaraan yang terlibat kejahatan. Di sisi lain, warga sipil dan pegiat kebebasan berpendapat menyebutnya sebagai sistem pengawasan massal yang diam-diam merekam pergerakan jutaan orang tak berdosa.
Ekspansi Pesat Sejak Berdiri pada 2017
Flock Safety, perusahaan rintisan asal Atlanta, Georgia, tumbuh dari startup kecil menjadi salah satu pemain teknologi pengawasan terbesar di Amerika. Berikut perjalanan ekspansinya:
- 2017 — Flock Safety didirikan dengan fokus awal membantu kompleks perumahan mengurangi kejahatan melalui kamera pembaca pelat nomor.
- 2020–2022 — Kontrak dengan kepolisian kota-kota kecil dan menengah melonjak, seiring meningkatnya kekhawatiran publik soal kejahatan pascapandemi.
- 2023–2024 — Jaringan meluas ke ribuan komunitas; kamera dipasang di jalan raya, pintu masuk perumahan, hingga area perbelanjaan.
- 2025 — Jumlah kamera yang terpasang dilaporkan mencapai sekitar 120.000 unit, dengan data yang dapat diakses ribuan lembaga penegak hukum lintas negara bagian.
Bagaimana Sistem Ini Bekerja
Berbeda dengan kamera CCTV biasa, kamera Flock tidak sekadar merekam gambar. Sistemnya mengenali dan mengindeks detail kendaraan secara otomatis:
- Nomor pelat kendaraan beserta negara bagian asalnya.
- "Sidik jari" kendaraan: merek, model, warna, hingga ciri khas seperti rak atap atau stiker bumper.
- Waktu dan lokasi setiap kendaraan melintas, lengkap dengan stempel waktu.
- Peringatan real-time kepada polisi jika kendaraan masuk daftar buronan atau "hot list".
Data tersebut tersimpan dalam basis data yang bisa ditelusuri petugas — misalnya mencari "semua pikap putih yang melintas di sekitar lokasi kejadian dalam rentang dua jam". Secara bawaan, data umumnya disimpan sekitar 30 hari, meski durasi ini berbeda-beda tergantung kebijakan tiap lembaga.
Mengapa Kepolisian Menyukainya
Bagi banyak departemen kepolisian yang kekurangan personel, kamera ini dipandang sebagai pengganda kekuatan yang jauh lebih murah daripada menambah polisi patroli. Kasus perampokan, penculikan, hingga kejahatan kekerasan disebut berhasil diungkap berkat jejak kendaraan yang terekam jaringan ini.
"Teknologi kami membantu penegak hukum menyelesaikan kejahatan secara signifikan dan membuat komunitas lebih aman," demikian klaim Flock Safety dalam berbagai pernyataan publiknya, seraya menekankan bahwa sistemnya dirancang untuk melindungi objektivitas penyelidikan.
Gelombang Penolakan Warga dan Pegiat Privasi
Namun resistensi menguat. American Civil Liberties Union (ACLU) dan sejumlah organisasi kebebasan sipil menilai jaringan ini menciptakan peta pergerakan warga yang belum pernah terjadi sebelumnya — tanpa surat perintah, tanpa kecurigaan individual.
"Ketika pergerakan setiap pengemudi direkam, diindeks, dan bisa dicari lintas negara bagian, itu bukan lagi alat pelacak mobil curian — itu adalah infrastruktur pengawasan massal," demikian inti kritik yang disampaikan para pegiat privasi.
Kekhawatiran publik mencakup sejumlah isu: potensi akses oleh lembaga federal termasuk imigrasi, penyalahgunaan data oleh oknum petugas, hingga kekhawatiran pelacakan terhadap kelompok rentan. Sejumlah kota dilaporkan menangguhkan atau membatalkan kontrak dengan Flock setelah menghadapi tekanan warga, sementara gugatan hukum bermunculan dengan dalih pelanggaran Amendemen Keempat konstitusi AS soal penggeledahan tak wajar.
Perdebatan Regulasi yang Belum Selesai
Beberapa negara bagian mulai menyusun aturan pembatasan — mulai dari batas masa simpan data, larangan berbagi data dengan lembaga federal, hingga kewajiban audit. Namun lanskap regulasi masih tambal sulam, dan lobi industri bergerak cepat.
Bagi warga Addison dan ribuan kota lain, pertanyaannya kini bukan lagi apakah kendaraan mereka terekam — melainkan oleh siapa data itu dibaca, untuk tujuan apa, dan sampai kapan. Perang antara rasa aman dan hak privasi di jalan raya Amerika tampaknya baru saja dimulai.
[SOCIAL_TWEET]: 120.000 kamera Flock Safety kini melacak mobil di seluruh AS. Polisi menyukainya, warga menolaknya. Di mana batas antara keamanan dan privasi? 📹🚗[SOCIAL_TG]: 🚨 KONTROVERSI PENGAWASAN DI AS: Sekitar 120.000 kamera Flock Safety merekam setiap mobil yang melintas di jalan-jalan Amerika. Polisi memuji efektivitasnya, warga menyebutnya pelanggaran privasi massal. Kota-kota mulai meninjau ulang kontrak. Baca analisis lengkapnya di Beritaseputar.com
Comments (0)