"Pada Juni 2024, tanggul-tanggul itu jebol." Kalimat itulah yang menjadi inti studi terbaru politolog Pascal Perrineau untuk lembaga riset Fondapol. Dalam apa yang ia sebut sebagai "radioskopi" elektoral, Perrineau memotret perubahan mendalam wajah pemilih Rassemblement National (RN), partai yang identik dengan Marine Le Pen — dan hasilnya mengejutkan banyak kalangan.
Selama bertahun-tahun, citra pemilih RN melekat pada kelompok yang merasa ditinggalkan: pekerja yang dirugikan globalisasi, warga pinggiran kota, dan mereka dengan pendidikan rendah. Studi Fondapol membantah gambaran usang itu. Elektorat RN kini semakin tua dan semakin berpendidikan. Lebih dari itu, kubu yang selama ini menjadi "benteng" terakhir melawan Le Pen — pemilih partai kanan moderat — justru kini menjadi pemasok suara terbesar bagi partai tersebut.
Jebolnya tanggul politik
Frasa "digues cédé" merujuk pada momen bersejarah: pemilihan Parlemen Eropa Juni 2024, ketika RN menang telak dengan dukungan lebih dari 31 persen suara. Bagi Perrineau, kemenangan itu bukan sekadar lonjakan dukungan sesaat, melainkan runtuhnya tembok yang selama puluhan tahun menjaga pemilih kanan tradisional tetap setia pada partai-partai mapan.
Hingga 2024, mayoritas pemilih Les Républicains (LR), pewaris warisan Gaullis, masih menolak RN sebagai pilihan terakhir. Ketakutan pada "cordon sanitaire" — pagar politik yang menolak kerja sama dengan partai Le Pen — membuat mereka memilih abstain atau lari ke kandidat lain ketimbang memilih RN. Pada Juni 2024, tembok itu runtuh dalam satu malam.
"Sejak 2022 kami melihat pergeseran, tetapi pada Juni 2024 pergeseran itu berubah menjadi arus deras. Pemilih yang selama ini menolak RN mulai menganggap partai itu sebagai pilihan yang sah," kata Perrineau kepada media Prancis.
Wajah baru elektorat: lebih tua, lebih terdidik
Salah satu temuan paling mengejutkan adalah perubahan komposisi demografis pemilih RN. Pemilih di atas 60 tahun kini menjadi segmen dengan pertumbuhan tercepat, sementara proporsi pemilih berpendidikan tinggi ikut meningkat nyata dibanding pemilu-pemilu sebelumnya.
Perrineau menyebut fenomena ini sebagai normalisasi sekaligus perluasan. "Ini bukan lagi elektorat protes, melainkan elektorat pilihan," tulisnya dalam laporan. RN tidak lagi identik dengan kemarahan kelas pekerja; partai itu kini menjangkau kelas menengah, pensiunan, dan profesional yang cemas terhadap daya beli, keamanan, serta persoalan identitas.
Perbandingan segmen elektorat RN
| Segmen Pemilih | Kecenderungan Memilih RN |
|---|---|
| Usia 18–34 tahun | Cenderung stabil, kuat di media sosial |
| Usia 35–59 tahun | Meningkat, terutama pekerja swasta |
| Di atas 60 tahun | Pertumbuhan paling cepat |
| Lulusan universitas | Meningkat signifikan |
Krisis partai kanan moderat
Di balik kemenangan RN, studi ini juga menjadi cermin suram bagi Les Républicains. Dukungan partai yang pernah berkuasa itu terus merosot ke titik terendah, dan para pemilihnya kini dihadapkan pada pilihan biner: tetap setia pada partai yang nyaris tanpa pengaruh, atau pindah ke RN yang dianggap lebih lantang menyuarakan keprihatinan mereka.
Perrineau mencatat bahwa elektorat kanan Prancis yang lebih tua dan berpendidikan justru menjadi sasaran paling empuk narasi RN soal keamanan, imigrasi, dan kedaulatan. Isu-isu itu kini lebih menentukan ketimbang pertimbangan ideologis lama. Pergeseran ini mengancam tatanan politik Prancis menjelang pemilihan presiden berikutnya, di mana Le Pen dipandang sebagai salah satu kandidat terkuat.
Erosi kubu tengah Macron
Studi ini juga menyoroti erosi elektorat sentris pendukung Emmanuel Macron. Banyak pemilih yang dulu memilih Macron sebagai benteng melawan ekstrem kini merasa dikhianati oleh kebijakan reformasi pensiun dan tekanan biaya hidup. Sebagian dari mereka, menurut Perrineau, tidak kembali ke kubu kiri, melainkan langsung melompat ke RN.
Sejumlah faktor disebut mempercepat migrasi suara ini:
- Kekhawatiran daya beli di tengah inflasi dan kenaikan biaya hidup.
- Dominasi isu keamanan dan imigrasi dalam kampanye pemilu Eropa 2024.
- Runtuhnya kepercayaan pada partai mapan dan media arus utama.
Bagi para pengamat, studi Fondapol menegaskan satu hal: politik Prancis tidak akan pernah sama lagi. Tanggul yang selama empat dekade menahan gelombang kanan nasionalis telah jebol, dan belum ada kekuatan politik yang berhasil membangunnya kembali. Pertanyaannya kini bukan lagi apakah RN akan berkuasa, melainkan kapan — dan dengan wajah elektorat seperti apa.
[SOCIAL_TWEET]: Studi Fondapol: elektorat RN kini lebih tua dan lebih berpendidikan. Tanggul politik yang menahan Le Pen jebol sejak Juni 2024. #Prancis #LePen[SOCIAL_TG]: 🇫🇷 "Tanggul jebol Juni 2024": elektorat kanan Prancis yang lebih tua dan terdidik kini makin tergoda Partai Le Pen. Ini radioskopi lengkapnya 👇
Comments (0)