MANILA, Philippines — Proses melamar kerja sedang berubah bentuk. Pada Kamis, 24 September 2026, JobStreet by SEEK resmi mengungkap mesin kecerdasan buatan bernama seekAi dalam konferensi JobStreet Connect, dan salah satu kemampuannya paling bikin penasaran: AI bisa memandu wawancara awal pelamar lewat suara, tanpa ada rekruter manusia di ujung sana.
Artinya, wawancara pertama Anda bisa saja dimulai dari layar ponsel sendiri. Pelamar menjawab pertanyaan tentang pengalaman kerja, motivasi, ketersediaan jadwal, dan berbagai hal relevan lain sesuai posisi — semuanya dikerjakan mandiri, kapan pun dan di perangkat sendiri. Baru setelah itu seorang rekruter manusia masuk ke tahap berikutnya.
Tanggal yang Menandai Awal Baru
Begini kronologi peluncurannya:
- Kamis, 24 September 2026 — JobStreet menggelar konferensi JobStreet Connect dan memperkenalkan seekAi kepada publik.
- Sesi demonstrasi — JobStreet memperlihatkan alur kerja rekrutmen lama, dari memasang iklan lowongan sampai menyusun daftar pendek kandidat.
- Ungkapan angka kunci — JobStreet menyebut alur lama itu bisa menuntut sekitar 3.000 kali menekan tombol di berbagai perangkat lunak screening, penilaian, pra-wawancara, dan pengelolaan pelamar.
- Janji penghematan — Managing Director JobStreet Dannah Majarocon menyebut otomatisasi semacam ini bisa menghemat waktu rekruter 10 hingga 12 jam per minggu.
"AI ada di sana untuk mendukung, tapi keputusan selalu ada pada pemberi kerja dan pada kandidat. Yang akan dilakukan AI adalah memberi Anda rekomendasi," ujar Dannah Majarocon kepada Rappler.
"AI ada di sana untuk mendukung, tapi keputusan selalu ada pada pemberi kerja dan pada kandidat."
Apa Saja yang Bisa Dilakukan seekAi?
Selain wawancara suara, mesin ini dirancang untuk mengerjakan tugas-tugas repetitif yang selama ini memakan waktu tim HR:
- Memeringkat pelamar berdasarkan kecocokan dengan posisi.
- Menyusun saran langkah berikutnya untuk para rekruter.
- Mengotomatiskan pemeriksaan referensi kandidat.
- Mengidentifikasi kandidat yang berpeluang cocok dengan budaya dan kebutuhan perusahaan tertentu.
Ada pula fitur Personalized Targeting, yang belajar mengenali ciri kandidat kuat untuk satu perusahaan spesifik berdasarkan posisi dan profil pemberi kerja. Dengan kata lain, mesin ini tidak sekadar menyaring kata kunci, tapi mencoba memahami konteks sebuah lowongan.
Bukan Berarti Manusia Dibuang
JobStreet menegaskan bahwa tujuannya bukan menggantikan rekruter, melainkan melepaskan mereka dari pekerjaan rutin agar lebih banyak waktu habis untuk berinteraksi langsung dengan pelamar. Angka 3.000 kali klik itu sendiri jadi gambaran nyata betapa beratnya beban administratif di meja HR selama ini.
| Aspek | Tanpa AI | Dengan seekAi |
|---|---|---|
| Proses awal | Rekruter mengerjakan semua tahap manual | AI menangani wawancara awal & peringkat |
| Waktu kerja | Tergerus tugas repetitif | Hemat 10–12 jam/minggu |
| Keputusan akhir | Rekruter | Tetap pemberi kerja & kandidat |
Langkah ini muncul di tengah latar pasar kerja Asia Tenggara yang terus bergeser. Dalam survei JobStreet lain yang juga diulas Rappler, 59% pekerja Filipina merasa puas dengan gaji mereka, sementara 45% menganggap penghasilan masih kurang — sinyal bahwa kompetisi talenta makin ketat, dan perusahaan butuh cara menyaring lebih cepat tanpa mengorbankan keadilan.
Pertanyaan besarnya kini bukan lagi apakah AI akan masuk ruang wawancara, melainkan seberapa siap pelamar dan perusahaan menjalaninya. Yang jelas, keputusan tetap di tangan manusia.
Comments (0)