Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

JAKARTA — VISION Hadirkan Trolls, Musikal Ceria Penghangat Kebersamaan Keluarga

Hujan di luar mungkin masih rintik, tapi di dalam rumah mungil di kawasan Bintaro, dentuman musik pop dan tawa anak-anak memecah hening. “Can’t Stop the Fe

Jul 09, 2026 - 22:08
0 0
Hujan di luar mungkin masih rintik, tapi di dalam rumah mungil di kawasan Bintaro, dentuman musik pop dan tawa anak-anak memecah hening. “Can’t Stop the Feeling!” teriak Raka, bocah 7 tahun yang tiba-tiba melompat dari sofa, menggoyangkan tubuh mungilnya persis seperti karakter Branch di layar televisi. Ibunya, Dian (34), tak kuasa menahan senyum. Sore itu, keluarga kecil yang biasanya sibuk dengan gawai masing-masing, mendadak berubah menjadi panggung konser rumahan penuh warna. Rahasianya? Film animasi musikal _Trolls_ yang baru saja mereka putar via platform VISION.

Minggu Abu-abu yang Butuh Warna

Dian mengaku, pekan itu terasa panjang. Suaminya, Ardi, baru saja menyelesaikan proyek besar dengan jam kerja ekstra, sementara dua anaknya—Raka dan adiknya Sisi (5)—tampak bosan setelah dua hari terkurung cuaca mendung. “Biasanya kami jalan ke taman, tapi hujan terus. Mau main di dalam rumah, energinya nggak tersalurkan, malah jadi rewel,” tutur Dian saat kami temui virtual, Senin (15/7). Ia mulai mencari tontonan yang bisa mengembalikan keceriaan sekaligus menenangkan anak-anak. “Saya buka beberapa platform, scroll katalog. Rasanya banyak pilihan, tapi yang benar-benar aman, lucu, dan bisa ditonton bersama tanpa khawatir adegan kasar, nggak banyak. Sampai akhirnya saya lihat _Trolls_ di VISION, langsung klik tanpa pikir panjang.”

Mencari Tontonan Ajaib di VISION

Di sinilah peran VISION—platform streaming lokal yang belakangan gencar menambah konten keluarga—menjadi kunci. Dian bercerita prosesnya sangat mudah: begitu aplikasi terbuka di smart TV-nya, rekomendasi kategori “Film Keluarga” langsung menampilkan poster _Trolls_ dengan karakter Poppy berambut pink mencolok. “Sisi teriak ‘Poppy!’, padahal dia belum pernah nonton. Mungkin ingat dari mainan,” kata Dian, tertawa.
  1. Jam 15.30 WIB: Dian membuka aplikasi VISION di smart TV ruang keluarga. Cuaca di luar hujan deras. Ardi baru pulang dan rebahan, Sisi mulai merengek minta es krim, Raka sibuk dengan tabletnya.
  2. 15.35 WIB: Dian menjelajah kategori “Film Anak & Keluarga”. Muncul poster Trolls dan ia teringat teman kantornya pernah merekomendasikan film ini sebagai “mood booster instan”. Sambil menyiapkan popcorn, Dian memencet tombol play.
  3. 15.37 WIB: Intro musik penuh energi dari Justin Timberlake langsung menyedot perhatian. Raka meletakkan tabletnya sendiri. Ardi yang semula setengah tertidur membuka mata. “Ini lagunya yang viral itu kan?” tanyanya.
  4. 15.40 WIB: Tawa pertama pecah saat tokoh Poppy muncul dengan optimisme berlebihan. Sisi berhenti merengek, ikut bergumam mengikuti irama. “Semua langsung fokus ke layar, padahal biasanya susah banget ngumpulin mereka,” ujar Dian.

Trolls: Pesta Warna dan Lagu yang Menyihir

Trolls (2016) adalah film animasi musikal produksi DreamWorks Animation yang disutradarai Mike Mitchell, dengan durasi pas 92 menit. Film yang dibintangi suara Anna Kendrick dan Justin Timberlake ini bukan sekadar tontonan anak biasa. Rating 6.7/10 di IMDb dan nominasi Oscar untuk Best Original Song lewat “Can’t Stop the Feeling!” membuktikan daya magisnya. Di ruang tengah Dian, magis itu bekerja nyaris seketika. “Saya lihat Ardi ikut senyum-senyum sendiri saat adegan Branch yang sinis berdebat dengan Poppy. Dia bilang, ‘Rasanya kayak kita lagi muda, nonton film musical jaman dulu.’” Bagi Dian, momen paling mengharukan justru ketika cerita mulai menyentuh tema persahabatan dan penerimaan diri. “Ada adegan Poppy menyelamatkan teman-temannya, Sisi tiba-tiba bilang, ‘Aku sayang Raka.’ Suami saya langsung meluk mereka berdua. Saya nangis, deh, terharu.” Tak hanya itu. Setengah jam pertama, Raka dan Sisi sudah berdiri di depan TV, menirukan gerakan dansa para troll. “Rasanya seperti punya konser kecil di ruang tamu. Saya jadi teringat masa kecil saya sendiri, nonton film animasi bersama almarhum ayah. Kayak ada lingkaran hangat yang terulang,” kenang Dian, suaranya sedikit bergetar. Di titik itu, film bukan lagi sekadar gambar bergerak; ia menjadi jembatan nostalgia dan perekat hubungan tiga generasi—meski sang kakek hanya hadir dalam ingatan.

Setelah Film: Senyum, Pelukan, dan Percakapan Kecil

  1. Pukul 17.00 WIB: Film usai, tapi lagu penutup membuat anak-anak tetap menari. Ardi mematikan TV, tapi Raka protes minta diputar ulang. Akhirnya mereka menonton cuplikan adegan favorit lewat fitur “bonus” di VISION.
  2. 17.15 WIB: Keluarga duduk melingkar di karpet. Raka dan Sisi saling bercerita karakter kesukaan. “Aku suka Poppy karena dia selalu bahagia dan warnanya pink!” kata Sisi. Raka menimpali, “Branch keren, dari nggak suka nyanyi jadi berani.” Obrolan itu membuka kesempatan bagi Dian dan Ardi untuk mengajarkan soal keberanian dan arti teman sejati.
  3. Malam harinya: Ardi mengaku pada Dian bahwa menonton Trolls membuatnya merasa kembali muda dan lebih terhubung dengan anak-anak. “Setelah seminggu penuh tekanan kerja, rasanya seperti di-reset. Terima kasih ya sudah pilih film ini,” katanya. Dian pun menangis haru untuk kedua kalinya hari itu.
Secara psikologis, efek tontonan musikal dengan visual cerah memang bukan mitos. “Film dengan warna-warni dominan dan lagu upbeat mampu menstimulasi pelepasan dopamin, yang berperan dalam perasaan bahagia. Ketika ditonton bersama keluarga, aktivitas ini menciptakan shared emotional experience yang memperkuat bonding,” jelas Dr. Ratih Andini, M.Psi., psikolog keluarga yang kami mintai pendapat. “Di tengah kesibukan urban, momen sederhana seperti ini menjadi investasi mahal bagi hubungan orangtua dan anak.” Bagi keluarga Dian dan jutaan pengguna VISION lainnya, satu klik di sore hujan mampu mengubah suasana rumah. Dari yang tadinya diisi rengekan dan gawai, menjadi panggung tawa dan pelukan. _Trolls_ bukan sekadar film—ia adalah pengingat bahwa bahagia tak perlu rumit. Kadang ia datang lewat helai rambut pink, suara riang, dan tarian konyol di ruang tengah, asal kita bersedia meluangkan waktu bersama.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User