Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya membuka selubung operasi senyap yang

Kronologi Penangkapan: Dari Hotel Berbintang hingga Duit di Dalam Box Wakil Ketua KPK, dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih, menjelaskan bahwa oper

Jul 11, 2026 - 12:35
0 1
Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya membuka selubung operasi senyap yang

Kronologi Penangkapan: Dari Hotel Berbintang hingga Duit di Dalam Box

Wakil Ketua KPK, dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih, menjelaskan bahwa operasi ini merupakan akumulasi dari penyelidikan intensif selama tiga bulan terakhir. Tim penindakan KPK bergerak cepat setelah menerima informasi valid dari masyarakat mengenai adanya dugaan penyerahan sejumlah uang suap yang berkaitan dengan proyek infrastruktur di salah satu kabupaten di eks-Karesidenan Surakarta.

Pukul 22.30 WIB (8 Juli 2026): Tim KPK membagi diri menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama membayangi pergerakan seorang pihak swasta yang diduga sebagai pemberi suap. Kelompok kedua melakukan pengamatan di sekitar hotel yang terindikasi sebagai lokasi pertemuan, dan kelompok ketiga bersiaga di kediaman pejabat target.

Pukul 01.15 WIB (9 Juli 2026): Di sebuah hotel berbintang di kawasan Solo Baru, Sukoharjo, tim melihat pertemuan tertutup antara pihak swasta berinisial 'AT' dengan seorang pejabat eselon tinggi berinisial 'BR'. Transaksi tidak dilakukan secara langsung di lobi, melainkan melalui perantara seorang ajudan kepercayaan.

Pukul 02.00 WIB: Tim KPK yang sudah mengantongi bukti awal langsung melakukan penangkapan. Ketika digeledah, sebuah tas jinjing berisi uang tunai senilai Rp1,2 miliar ditemukan di dalam boks penyimpanan (box) mobil dinas milik pejabat tersebut. Uang itu tersusun rapi dalam pecahan mata uang asing dan rupiah.

"Kami mengamankan total delapan orang dalam operasi ini. Empat orang kini telah resmi kami naikkan statusnya menjadi tersangka, termasuk Bupati dan seorang kontraktor swasta," ujar Ketua KPK. "Modus yang digunakan adalah fee proyek sebesar 10 persen dari nilai kontrak pembangunan jalan lingkar yang pagu anggarannya mencapai Rp80 miliar."

Barang Bukti yang Diamankan

Selain uang tunai dalam boks mobil, KPK juga mengamankan sejumlah barang bukti krusial di beberapa lokasi berbeda. Berikut rinciannya:

  • Uang tunai: Rp1,2 miliar (campuran Rupiah dan Dollar AS) dari mobil dinas.
  • Dokumen proyek: Sebuah map merah berisi dokumen teknis proyek jalan lingkar yang diduga telah ditandai pemenangnya sebelum lelang resmi dimulai.
  • Uang muka: Uang sebesar Rp500 juta ditemukan di rumah kepala dinas terkait yang diduga sebagai uang muka komitmen fee.
  • Alat komunikasi: Beberapa ponsel pribadi yang berisi percakapan terenkripsi mengenai pembahasan "persenan" proyek.

Saat ini, keempat tersangka yang terdiri dari Bupati (BR), Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Ajudan, dan Kontraktor (AT) telah ditahan di Rumah Tahanan KPK untuk proses penyidikan lebih lanjut. Mereka dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau b Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Reaksi dan Langkah Selanjutnya

Operasi di penghujung masa jabatan Bupati ini menimbulkan spekulasi politik di tingkat lokal. KPK menegaskan bahwa OTT ini murni penegakan hukum dan tidak berkaitan dengan tahun politik atau dinamika Pilkada serentak yang baru saja usai. Publik di Solo Raya menyambut positif penangkapan ini, mengingat proyek infrastruktur yang dikorupsi tersebut diprediksi menghambat pertumbuhan ekonomi pedesaan karena kualitas konstruksi yang terpaksa di bawah standar akibat potongan anggaran.

KPK mengimbau kepada para pihak yang mengetahui skema korupsi serupa untuk tidak takut melapor. Lembaga ini berjanji akan terus mengawal tata kelola keuangan daerah di Soloraya yang dinilai rawan penyimpangan.

[SOCIAL_TWEET]: BREAKING: KPK bongkar kronologi OTT di Solo Raya! Bupati dan kontraktor ditangkap usai transaksi suap Rp1,2 M dalam boks mobil. Modus: fee 10 persen proyek jalan lingkar. #KPK #OTT #SoloRaya[SOCIAL_TG]: 🔴 OTT KPK di Solo Raya: Bupati dan Ajudan Dibekuk! KPK menangkap Bupati dan kontraktor di Solo Baru. Uang suap Rp1,2 M disita dari boks mobil dinas. Proyek jalan lingkar Rp80 M jadi sumber bencana. Kasus ini jerat 4 tersangka.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User