Jakarta — Indonesia-India Teken MoU Strategis di Tengah Kunjungan Perdana Menteri Modi
Langit Jakarta sore itu sedikit mendung, namun sambutan hangat mewarnai landasan Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma saat sebuah pesawat kepresidenan mend
Langit Jakarta sore itu sedikit mendung, namun sambutan hangat mewarnai landasan Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma saat sebuah pesawat kepresidenan mendarat mulus pada Senin (6/7). Di dalamnya, Perdana Menteri India Narendra Modi turun dengan senyum khasnya, disambut langsung oleh Menteri Luar Negeri Sugiono. Lawatan ini bukan sekadar balasan atas kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke India, melainkan satu langkah tegas mempererat hubungan dua negara yang telah saling menggenggam erat selama puluhan tahun.
Di Balik Pintu Diplomasi yang Makin Hangat
Di sela-sela penyambutan, Sugiono menegaskan bahwa Indonesia dan India tengah memasuki babak baru kerja sama bilateral. Bukan lagi wacana, karena tujuh hingga delapan nota kesepahaman (MoU) siap ditandatangani keesokan harinya—tepat saat Modi bertemu Presiden Prabowo. “Ini wujud nyata,” kata Sugiono. Bagi sebagian kalangan, momen ini terasa personal. Kedekatan Prabowo dan Modi disebut-sebut sebagai bensin tambahan bagi laju diplomasi dua negara.“Pak Prabowo dan PM Modi punya chemistry yang jarang dimiliki sesama pemimpin. Mereka tidak hanya bicara urusan negara, tapi benar-benar saling percaya. Itu membuat negosiasi kerja sama berjalan lebih cepat dan cair,” ujar Dra. Adelia Santosa, peneliti hubungan internasional dari Universitas Gadjah Mada, yang ikut terlibat dalam satu forum bisnis Indonesia-India pekan lalu.
Nota Kesepahaman yang Menyentuh Kebutuhan Rakyat
Tujuh dokumen MoU itu tidak sekadar berisi teknis perdagangan. Sektor pendidikan, kesehatan, dan pengembangan teknologi menjadi tulang punggung perjanjian yang akan digedok. Sri Handayani, seorang guru SD di Sragen yang mengikuti program pelatihan digital buatan India tahun lalu, menyambut kabar itu dengan mata berbinar. “Dulu saya nggak bisa nyala laptop, sekarang saya sudah bikin konten belajar interaktif. Kalau kedua negara resmi kerja sama, mungkin makin banyak guru yang ikut pelatihan seperti saya,” tuturnya. Sementara di ranah kesehatan, pertukaran tenaga medis dan produksi farmasi yang terjangkau menjadi sorotan. Bagi Anjali, perawat asal Kerala yang telah mengabdi di sebuah klinik komunitas di Aceh selama dua tahun, kolaborasi ini adalah harapan. “Saya melihat banyak keluarga di sini terbantu obat generik dari India. Kalau sekarang ada perjanjian langsung, semoga distribusi makin lancar dan harga lebih terjangkau,” ucapnya.Prambanan, Simbol Pemugaran Era Baru
Setelah pertemuan bilateral empat mata pada Selasa (7/7), Modi dijadwalkan melangkahkan kaki ke Candi Prambanan. Kunjungan itu bukan sekadar wisata budaya—ia adalah tindak lanjut dari kesepakatan restorasi candi yang sudah mulai dijajaki kedua negara. Cahyo, pemandu wisata setempat, menatap ke puncak candi bercerita, “Dulu kami hanya bisa merawat dengan apa adanya. Sekarang ada India ikut bantu, kami merasa candi ini dijaga bersama.” Ia mengaku deg-degan bukan karena akan bertemu Modi, melainkan karena melihat masa depan situs warisan itu bisa lebih bercahaya.Persahabatan Personal, Pijakan Masa Depan
Sugiono lagi-lagi menekankan bahwa kunjungan kenegaraan ini adalah balasan atas sebelumnya Presiden Prabowo bertandang ke India. Namun di balik protokoler, tersimpan cerita di sela-sela pertemuan yang disebutnya “sangat cair”. “Mereka seperti teman lama. Itu memudahkan segala urusan,” kata dia.“Saya hanya warga biasa, tapi saya merasakan getaran positifnya,” kata Bayu, pemilik kios batik di sekitar kawasan Prambanan yang berharap kunjungan tokoh besar bisa mendongkrak kunjungan wisatawan. “Kalau hubungan pemimpinnya akrab, rakyatnya jadi saling percaya, betul kan?”Kini, bulan Juli 2026 akan dicatat sebagai momen perjanjian strategis yang lahir bukan hanya dari hitungan ekonomi dan politik, melainkan dari percikan pertemanan yang menyentuh langsung denyut nadi jutaan warga dua negara. Sembari menunggu Hari Selasa, aroma kerja sama yang lebih hangat mulai tercium di antara Jakarta dan New Delhi.
Comments (0)