Jakarta — IHSG Tutup Tahun 2022 Lesu di 6.850,62
Langkah kaki karyawan bursa yang terburu-buru di penghujung sore itu seolah menjadi saksi bisu. Layar-layar besar di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) mena
Langkah kaki karyawan bursa yang terburu-buru di penghujung sore itu seolah menjadi saksi bisu. Layar-layar besar di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) menampilkan grafik merah yang mendominasi. Jumat, 30 Desember 2022, detik-detik terakhir perdagangan saham tahun itu berlangsung dalam suasana campur aduk—antara harapan yang sempat membuncah di awal tahun dan kenyataan penutupan yang tidak sepenuhnya meriah.
Di antara para karyawan yang lalu-lalang, Raka (34), seorang staf administrasi BEI, menghentikan langkahnya sejenak di depan layar utama. Matanya mengikuti pergerakan angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terus menurun di menit-menit terakhir. “Setahun penuh gejolak. Tapi justru di saat kita ingin menutupnya dengan manis, malah lesu,” ujarnya lirih sambil tersenyum tipis.
Detik-Detik Menuju Penutupan
Lonceng penutupan perdagangan belum berbunyi, namun layar di hadapan Raka dan rekan-rekannya sudah menunjukkan kecenderungan yang sulit dibalikkan. Berikut kronologi yang mewarnai akhir perdagangan di BEI pada hari itu:- 15.30 WIB — Aktivitas di trading floor masih cukup tinggi. Para pialang dan analis menyelesaikan transaksi terakhir mereka. Namun, tekanan jual mulai terasa di beberapa sektor unggulan.
- 15.50 WIB — Lima menit sebelum penutupan, IHSG bergerak fluktuatif dalam rentang sempit. Upaya window dressing yang biasanya terjadi di akhir tahun tampak minim. "Biasanya ada dorongan dari saham-saham big cap, tapi kali ini tidak terlihat," kata Dina, seorang analis di perusahaan sekuritas, ketika dihubungi via telepon.
- 16.00 WIB — Papan elektronik menunjukkan angka final: IHSG ditutup melemah 0,14% atau terkoreksi 9,46 poin ke level 6.850,62. Tidak ada kejutan positif. Suasana lantai bursa langsung berubah menjadi riuh rendah, namun bukan riuh kemenangan—melainkan obrolan evaluasi singkat menjelang tahun baru.
Comments (0)