Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Jakarta — Brankas Kafe De’Klan Dibongkar, Polisi Temukan Valas

Rabu pagi di Jalan Cipete Raya masih lengang ketika tiga mobil tak bertanda berhenti persis di depan Kafe De’Klan. Dua di antaranya adalah kendaraan operas

Jul 08, 2026 - 20:29
0 1
Jakarta — Brankas Kafe De’Klan Dibongkar, Polisi Temukan Valas

Rabu pagi di Jalan Cipete Raya masih lengang ketika tiga mobil tak bertanda berhenti persis di depan Kafe De’Klan. Dua di antaranya adalah kendaraan operasional Kortastipidkor Polri, satu lagi milik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Belasan petugas berseragam preman turun dengan gerakan cepat dan terlatih. Dalam hitungan menit, pintu kafe yang baru saja dibuka oleh seorang pelayan bernama Sari sudah dikepung. “Saya kaget, tangan saya sampai gemetar. Saya kira ada razia biasa,” ujar Sari, yang sudah tiga tahun bekerja di kafe itu, dengan suara bergetar saat ditemui di trotoar depan kafe. “Tapi mereka langsung masuk dan bilang ada surat penggeledahan. Saya tidak berani menolak.”

Kedatangan Tim Gabungan

Pukul 09.30 WIB, tim gabungan yang dipimpin langsung oleh seorang perwira menengah Kortastipidkor memasuki area dalam kafe. Suasana yang biasanya riuh oleh aroma kopi dan obrolan ringan berubah menjadi tegang. Sejumlah karyawan—barista, juru masak, hingga kasir—diminta berkumpul di satu sudut ruangan. Dua petugas bersiaga di pintu masuk, sementara sisanya mulai menyisir setiap sudut ruangan, dari lantai basement hingga atap.

“Kami sudah mengantongi informasi awal bahwa di tempat ini diduga ada penyimpanan aset yang tidak tercatat secara sah,” kata seorang penyidik yang enggan disebutkan namanya. “Jadi begitu dapat izin pengadilan, kami langsung bergerak.”

Proses Penemuan Brankas

  1. Pukul 10.15 WIB: Petugas menemukan sebuah ruangan kecil tersembunyi di balik rak wine di area dapur. Ruangan itu hanya berukuran sekitar 2x2 meter dan tampak seperti gudang penyimpanan stok minuman.
  2. Pukul 10.30 WIB: Di dalam ruangan, petugas mendapati sebuah brankas baja berukuran sedang—kira-kira setinggi satu meter—terselip di balik kardus-kardus kosong. Brankas tersebut terkunci dengan sistem kombinasi digital.
  3. Pukul 11.00 WIB: Karena tidak ada yang mengaku sebagai pemilik kunci atau kode, petugas memanggil teknisi khusus. Dengan alat bor dan pemotong hidrolik, secara perlahan pintu brankas berhasil dibuka.
  4. Pukul 11.45 WIB: Begitu pintu berderit membuka, seisi ruangan terdiam. Di dalam brankas, tersusun rapi puluhan bundel uang kertas dalam berbagai mata uang asing: dolar AS, euro, poundsterling, dan yen Jepang. Petugas segera melakukan penyegelan dan pencatatan.

Isi Brankas Bikin Tercengang

Seorang penyidik yang ada di lokasi tak kuasa menyembunyikan kekagetannya. “Ini bukan jumlah kecil. Kami temukan bundelan-bundelan uang yang kalau dirupiahkan bisa mencapai miliaran. Kondisinya masih sangat rapi, seperti baru saja dimasukkan,” tuturnya sambil menggelengkan kepala. Hingga sore hari, petugas masih melakukan penghitungan secara manual di bawah pengawasan ketat. Beberapa lembar uang terlihat masih terbungkus klip perbankan luar negeri.

Warga dan Karyawan Syok

Berita temuan brankas ini menyebar dengan cepat di kalangan warga sekitar. Pak Rustam, 56 tahun, pemilik toko kelontong di sebelah kafe, mengaku tidak menyangka. “Kafe ini sudah dua tahun beroperasi, langganannya orang-orang biasa saja—anak kuliahan, pekerja kantoran. Tidak ada yang mencurigakan. Yang datang ya mobil biasa, bukan mobil mewah,” katanya. “Tapi sekarang saya jadi berpikir, mungkin ini tip of the iceberg.”

Senada dengan itu, Rina, salah satu barista yang sudah bekerja sejak kafe dibuka, mengaku sama sekali tidak tahu-menahu. “Saya hanya kerja biasa, buat kopi, bersih-bersih. Tidak pernah ada yang ngobrol soal uang atau brankas. Saya syok,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca. “Yang saya takutkan, kafe ini jadi tutup dan kami semua kehilangan pekerjaan. Di sini suasananya seperti keluarga, gaji kecil tapi kami nyaman.”

Kekhawatiran Rina bukan tanpa alasan. Penutupan kafe untuk penyelidikan yang diperkirakan berlangsung berminggu-minggu—bahkan berbulan-bulan—bisa membuat 14 orang karyawan dirumahkan tanpa kepastian. Di tengah ketatnya lapangan kerja, bayang-bayang PHK menjadi nyata.

Mengungkap Benang Merah

Kortastipidkor belum memberikan pernyataan resmi terkait kasus ini. Namun, seorang sumber di internal kepolisian menyebut bahwa penggeledahan ini merupakan bagian dari pengembangan penyidikan sebuah perkara tindak pidana korupsi yang melibatkan pejabat sektor energi. “Kafe ini diduga menjadi salah satu simpul penyamaran aliran dana. Pola pencuciannya kami dalami, salah satunya lewat bisnis kuliner yang tampak wajar,” ujar sumber tersebut.

Yang membuat cerita ini semakin personal: De’Klan bukan sekadar kafe biasa bagi komunitas sekitarnya. Setiap Rabu malam, kafe ini menggelar acara open mic puisi yang selalu dipenuhi anak muda. Setiap akhir pekan, keluarga-keluarga datang untuk brunch. Kini, semua memori hangat itu harus bersitatap dengan pertanyaan tajam: ada apa di balik aroma latte-nya?

Hingga berita ini ditulis, penyidik masih sibuk memasukkan brankas dan isinya ke dalam barang bukti. Kafe De’Klan yang dulu ramai, sekarang hanya berdiri sunyi dengan garis polisi melintang di pintunya. Dan bagi Sari, Rina, serta belasan pekerja lain, pagi itu bukan sekadar awal dari razia biasa—tetapi awal dari ketidakpastian hidup yang sesungguhnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User