Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Jakarta, Beritaseputar.com - Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mempertegas perannya dalam diplomasi iklim global lewat dua kesepakatan strategis dengan Singapura. Dalam pertemuan bilateral Leaders’ Retreat antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Lawrence Wong di Istana Merdeka, perlindungan lingkungan resmi menjadi pilar utama kemitraan kedua negara, menandai babak baru kolaborasi ekonomi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Kesepakatan tersebut tertuang dalam dua Nota Kesepahaman (MoU) yang ditandatangani langsung oleh para pemimpin. MoU pertama adalah Kerja Sama Perlindungan Lingkungan Hidup, yang mencakup pertukaran te

Jul 08, 2026 - 00:20
0 0
Jakarta, Beritaseputar.com - Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mempertegas perannya dalam diplomasi iklim global lewat dua kesepakatan strategis dengan Singapura. Dalam pertemuan bilateral Leaders’ Retreat antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Lawrence Wong di Istana Merdeka, perlindungan lingkungan resmi menjadi pilar utama kemitraan kedua negara, menandai babak baru kolaborasi ekonomi hijau di kawasan Asia Tenggara.
Kesepakatan tersebut tertuang dalam dua Nota Kesepahaman (MoU) yang ditandatangani langsung oleh para pemimpin. MoU pertama adalah Kerja Sama Perlindungan Lingkungan Hidup, yang mencakup pertukaran teknologi, konservasi keanekaragaman hayati, serta pengendalian pencemaran lintas batas. MoU kedua, yang menjadi sorotan utama, adalah Kolaborasi Kredit Karbon berdasarkan Pasal 6 Persetujuan Paris. Melalui skema ini, Indonesia dan Singapura akan membentuk kerangka bilateral perdagangan kredit karbon yang memungkinkan mobilisasi pendanaan iklim serta investasi hijau secara lebih terukur dan transparan.
“Kolaborasi kredit karbon ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memperoleh insentif dari proyek pengurangan emisi, sekaligus mempercepat transisi menuju ekonomi rendah karbon yang berkeadilan,” ujar Menteri Lingkungan Hidup dalam keterangan resmi yang diterima Beritaseputar.com usai penandatanganan.
Pasal 6 Persetujuan Paris memungkinkan negara-negara untuk bekerja sama secara sukarela dalam mencapai target kontribusi nasional (NDC) mereka. Dengan adanya MoU ini, Indonesia dapat menjual kredit karbon yang dihasilkan dari restorasi hutan, rehabilitasi mangrove, pengembangan energi terbarukan, serta efisiensi energi kepada entitas di Singapura yang membutuhkan kompensasi emisi. Mekanisme ini diharapkan tidak hanya mendatangkan devisa baru, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama pasar karbon global mengingat cadangan karbon alamnya yang sangat besar.

Perkuat Kerja Sama Lingkungan dan Investasi Hijau

MoU Perlindungan Lingkungan Hidup sendiri dirancang untuk memperluas kolaborasi teknis di bidang pengelolaan sampah, pemantauan kualitas udara, serta adaptasi perubahan iklim. Kedua negara sepakat untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan bersama dan riset terapan, sehingga praktik terbaik dari Singapura dalam tata kelola lingkungan perkotaan dapat diadaptasi di berbagai daerah di Indonesia. Dengan masuknya isu lingkungan sebagai pilar utama kemitraan, Leaders’ Retreat kali ini memperkuat fondasi hubungan bilateral yang telah berlangsung puluhan tahun. Indonesia dan Singapura juga berkomitmen untuk mendorong investasi swasta pada proyek-proyek hijau, termasuk pembangunan infrastruktur ramah lingkungan dan pengembangan ekosistem industri berkelanjutan. Langkah ini dinilai sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 yang mengedepankan pembangunan ekonomi berbasis sumber daya alam terbarukan dan teknologi bersih. Kedua pemimpin menegaskan bahwa kerja sama ini tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga menjadi kontribusi nyata bagi agenda iklim global. Dalam kesempatan tersebut, pemerintah menyampaikan komitmennya untuk menjaga integritas lingkungan serta memastikan bahwa setiap proyek kredit karbon memenuhi standar MRV (Measurement, Reporting, Verification) internasional. Melalui pengelolaan pasar karbon yang ketat dan akuntabel, diharapkan Indonesia mampu menggenjot pertumbuhan ekonomi hijau sekaligus memenuhi target penurunan emisi nasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
galih-pratama

Editor Gaya Hidup. Editor tren, komunitas, dan gaya hidup.

Comments (0)

User