Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Jakarta — Bach Multi Global IPO, Bawa Misi Konektivitas Pelosok Nusantara

Lampu kilat kamera berpacu dengan derai air mata di sudut Main Hall Bursa Efek Indonesia, Rabu (8/7/2026). Di bawah kibaran bendera merah putih, jajaran di

Jul 09, 2026 - 07:44
0 0
Jakarta — Bach Multi Global IPO, Bawa Misi Konektivitas Pelosok Nusantara

Lampu kilat kamera berpacu dengan derai air mata di sudut Main Hall Bursa Efek Indonesia, Rabu (8/7/2026). Di bawah kibaran bendera merah putih, jajaran direksi PT Bach Multi Global Tbk (BACH) berdiri berjejer: setelan jas rapi, namun mata mereka basah. Tiga detik setelah simbol kode saham BACH menyala di papan digital, tepuk tangan menggema. Bukan sekadar seremoni pencatatan perdana, momen ini menjadi titik balik bisnis logistik yang selama bertahun-tahun sunyi menjangkau pelosok negeri.

Dari Garasi Hingga Lantai Bursa

Siapa sangka, perusahaan yang kini memegang 87 rute distribusi di kawasan timur Indonesia itu bermula dari garasi seluas 24 meter persegi di bilangan Bekasi. Rangga Bachtiar (52), pendiri sekaligus Direktur Utama BACH, masih ingat betul malam-malam awal tahun 2015 ketika ia dan dua rekannya mengangkut kardus mi instan dengan sepeda motor butut.

“Kami tidak pernah bermimpi sejauh ini. Satu-satunya mimpi kami waktu itu adalah bagaimana besok bisa mengirimkan sembako ke Boven Digoel tanpa merugi,” kenang Rangga, suaranya bergetar. Hari ini, BACH melepas 1,2 miliar lembar saham ke publik dengan kelebihan permintaan hingga 3,7 kali dari total penawaran. Dana segar Rp 820 miliar akan digunakan membangun 15 hub logistik pintar dan memperkuat armada kapal roro kecil yang sanggup menembus anak sungai.

Mimpi Logistik untuk Semua

Konferensi pers usai IPO menjadi ajang meluncurkan tagline baru perusahaan: “Setiap Dusun Punya Hak Sampai Hari Ini”. Tagline itu bukan gimmick pemasaran, melainkan cerminan perjalanan panjang yang penuh luka. Rangga beberapa kali menyaksikan harga bahan pokok di pedalaman Papua lima kali lipat lebih mahal karena putus rantai pasok.

“Ini bukan soal bisnis semata. Saya melihat seorang ibu di Asmat menangis karena anaknya belum bisa membaca, dan dia hanya ingin tahu apakah ada sekotak pensil yang bisa sampai di desanya. Itu yang mengubah hidup saya,” ujar Rangga, mengusap sudut mata dengan tisu yang disodorkan jajaran direksi lain.

Perusahaan tak hanya membangun infrastruktur, tetapi merangkul warga lokal sebagai mitra. Sebanyak 63 persen kurir terakhir BACH adalah ibu rumah tangga yang berperan sebagai logistik akar rumput. Mereka menggunakan perahu dayung, kuda beban, bahkan berjalan kaki menembus hutan, memastikan paket obat, buku, dan bahan pangan tiba tepat waktu.

Dampak Nyata di Pelosok

Siti Maesaroh (39), koordinator kurir di Pulau Buru, hadir di lantai bursa dengan kebaya lusuh tapi senyum mengembang. Dia membawa serta sobekan kardus bertulis tangan: “Terima kasih BACH, kami tidak lagi terisolasi.” Siti bercerita, sebelum BACH masuk, warga desanya harus menempuh dua hari perjalanan untuk membeli vaksin. Kini, vaksin datang dalam cold box mini yang dikirim lewat jalur sungai.

Dana IPO sebesar Rp 380 miliar dialokasikan spesifik untuk memperluas layanan rantai dingin ke 142 kecamatan tertinggal. Direktur Operasional, Maya Utami, menyebut langkah ini sebagai “teknologi dengan hati”. Di sisi lain, investor institusi menyambut dingin? Justru sebaliknya. Antrean pembelian sejak masa bookbuilding membuktikan bahwa pasar percaya pada model inklusif ini. BACH mencatatkan kenaikan harga saham 24 persen pada hari pertama perdagangan.

Namun, di balik gemerlap bursa, momen paling menyentuh justru terjadi sesaat setelah penutupan. Rangga menunjuk sebuah layar kecil yang menampilkan video warga desa Yalimo, Papua, yang serempak mengucap syukur sambil mengangkat hasil panen kopra. “Itu dividen kami yang sebenarnya,” bisiknya. Sebab sejatinya, konektivitas bukan hanya tentang pengiriman barang, melainkan tentang menghubungkan hati dan harapan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User