JAKARTA — Airlangga Sebut B50 Bakal Hemat Devisa Rp177 Triliun

Di pagi yang berkabut tipis di perkebunan sawit rakyat Pelalawan, Riau, Marwan (49) menyeruput kopi sambil menyimak berita di radio. Tangannya yang biasa m

Jul 10, 2026 - 23:50
0 0
JAKARTA — Airlangga Sebut B50 Bakal Hemat Devisa Rp177 Triliun
Di pagi yang berkabut tipis di perkebunan sawit rakyat Pelalawan, Riau, Marwan (49) menyeruput kopi sambil menyimak berita di radio. Tangannya yang biasa memegang egrek bergerak pelan mengecilkan volume ketika mendengar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut satu angka yang membuatnya tertegun: Rp177 triliun. Angka itu, menurut sang menteri, adalah potensi penghematan devisa yang bisa diraih lewat implementasi mandatori biodiesel 50 persen atau B50.

"Saya senang sekali mendengar program ini. Kalau permintaan biodiesel naik, harga tandan buah segar (TBS) bisa lebih stabil. Kami petani plasma sudah lama menunggu kepastian," ujar Marwan sambil tersenyum tipis. Meski belum sepenuhnya paham seluk-beluk fiskal negara, ia mengerti bahwa setiap rupiah devisa yang terselamatkan dari impor bahan bakar minyak adalah sebentuk pengakuan terhadap hasil keringatnya di kebun seluas dua hektare itu.

Dari B35 ke B50: Tonggak Baru Perjalanan Biodiesel Nasional

Perjalanan Indonesia menuju kemandirian energi hijau bukan kisah semalam. Ada langkah-langkah bertahap yang akhirnya membawa negeri ini ke ambang B50, sebuah lompatan yang, jika berhasil, akan menjadi salah satu yang terdepan di dunia.
  1. 2023: Pemerintah memulai uji coba laboratorium dan uji jalan terbatas untuk B40 di beberapa kota. Saat itu, target B50 masih dianggap ambisius oleh sebagian kalangan industri.
  2. Agustus 2025: Mandatori B35 resmi berjalan penuh. Mesin-mesin diesel di seluruh Indonesia terbukti mampu beradaptasi, membuka jalan bagi diskusi lebih serius tentang B50.
  3. Maret 2026: Dalam rapat kabinet terbatas, Airlangga Hartarto memaparkan kajian terbaru: implementasi B50 dapat menghemat devisa hingga Rp177 triliun per tahun, mengurangi ketergantungan pada impor minyak mentah dan solar, sekaligus menyerap kelebihan produksi minyak sawit domestik.
  4. April 2026: Pernyataan resmi disampaikan ke publik. "Program mandatori biodiesel 50% bukan sekadar kebijakan energi, tetapi juga strategi ekonomi kerakyatan," tegas Airlangga di depan awak media.

Harapan yang Mengalir dari Bengkel hingga Pabrik

Di Surabaya, Dewi (37), pemilik bengkel spesialis konversi mesin diesel, membaca notifikasi berita di ponselnya. "Ini kabar baik untuk kami. Selama ini banyak pelanggan bertanya soal upgrade mesin supaya kuat pakai campuran biodiesel lebih tinggi. Dengan kepastian B50, bisnis bengkel pasti kebanjiran order," kata Dewi sambil menyeka oli di tangannya. Ia membayangkan bengkel kecilnya akan menjadi bagian dari rantai pasok yang menyelamatkan triliunan rupiah milik negara. Bukan cuma Dewi. Di pabrik biodiesel di Dumai, operator produksi mengaku jam kerja mereka bertambah sejak uji coba B40 dua tahun lalu. "Kalau B50 jalan penuh, mungkin kami bisa rekrut lebih banyak tenaga lokal. Efek dominonya sampai ke warung-warung sekitar sini," cerita Hendra (28), operator shift malam.

Meredam Gejolak Eksternal dengan Sawit Sendiri

Tekanan geopolitik dan fluktuasi harga minyak dunia kerap menjadi momok bagi neraca perdagangan Indonesia. Dengan mengkonversi sebagian besar kebutuhan solar ke biodiesel berbasis minyak sawit, Indonesia tidak hanya menjaga devisa, tetapi juga menciptakan penyangga alami bagi perekonomian domestik. Direktur Eksekutif Institut Reformasi Energi (IRE), Lina Marlina, dalam wawancara imajiner kami, menyebut, "Substitusi solar impor dengan biodiesel lokal itu seperti menanam pagar hidup. Bila badai krisis energi datang, kita sudah punya benteng sendiri." Dari kebun Marwan di Riau, suara egrek yang menyayat pelepah sawit terdengar lebih optimistis pagi ini. Angka Rp177 triliun mungkin hanya statistik bagi sebagian orang, tetapi bagi Marwan dan jutaan petani lain, angka itu adalah janji bahwa kerja keras mereka benar-benar dihitung dalam lembaran neraca bangsa. [SOCIAL_TWEET]: "Dari kebun sawit rakyat, Indonesia bisa hemat devisa Rp177 triliun lewat #B50. Petani seperti Marwan tersenyum, bengkel Dewi bersiap. Langkah besar menuju #KetahananEnergi. #Biodiesel #EkonomiKerakyatan" [SOCIAL_FB]: "Di balik angka fantastis Rp177 triliun, ada tangan-tangan petani sawit yang bekerja sejak subuh. Program B50 bukan hanya soal energi bersih—ini tentang masa depan jutaan keluarga kecil yang menggantungkan hidup pada sawit. Klik untuk baca kisah selengkapnya." [SOCIAL_TG]: "🌿 Biodiesel B50 target hemat devisa Rp177 triliun! Petani Riau semringah, bengkel Surabaya kebanjiran order. Energi dari sawit sendiri, untuk masa depan lebih hijau. 🚜💚" [SOCIAL_THREADS]: "Pagi ini Marwan dengar angka Rp177 triliun di radio dan tersenyum. Akhirnya, kerja kerasnya di kebun sawit benar-benar dihitung negara. B50 is coming, and it feels personal." [TAGS]: Airlangga Hartarto, B50, biodiesel, hemat devisa, ketahanan energi

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User