Inggris dan Swiss Melaju Mulus ke 16 Besar Piala Dunia 2026
ATLANTA, BERITASEPUTAR.COM — Dua raksasa Eropa memastikan tempat di babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2026 dengan cara yang kontras. Inggris harus susah paya
ATLANTA, BERITASEPUTAR.COM — Dua raksasa Eropa memastikan tempat di babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2026 dengan cara yang kontras. Inggris harus susah payah membalikkan ketertinggalan kontra Kongo DR, sementara Swiss tampil efisien menyingkirkan Aljazair dengan skor tipis.
Inggris Bangkit dari Ketertinggalan
Bertanding di Stadion Atlanta, Georgia, pada Rabu (1/7/2026) waktu setempat, Inggris nyaris tersungkur oleh kejutan tim debutan. Kongo DR memimpin lebih dulu melalui sundulan striker Gaël Kakuta pada menit ke-12 yang memanfaatkan kemelut di kotak penalti. Gol tersebut membuat puluhan ribu suporter The Three Lions terdiam.
Namun, kapten Harry Kane menunjukkan kelasnya. Penyerang Bayern München itu menyamakan skor pada menit ke-55 lewat titik penalti setelah Jude Bellingham dilanggar di kotak terlarang. Kane dengan dingin menaklukkan kiper Kongo, Lionel Mpasi. Stadion bergemuruh saat Kane merayakan golnya bersama Bellingham—momen yang diabadikan oleh fotografer AFP, Richard Pelham, dan menjadi ikonik di media sosial.
"Saya hanya fokus pada tugas saya. Kami tahu pertandingan ini tidak akan mudah, dan kami harus menunjukkan karakter," ujar Kane seusai laga.
Inggris akhirnya mengamankan kemenangan 2-1 setelah Kane mencetak gol keduanya pada menit ke-78, memanfaatkan umpan tarik Bukayo Saka dari sisi kanan. Ini adalah gol ke-69 Kane untuk tim nasional, semakin mengukuhkan statusnya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Inggris.
Swiss Efisien Kunci Kemenangan
Sehari berselang, Kamis (2/7/2026), giliran Swiss yang tampil di BC Place, Vancouver, British Columbia. Menghadapi Aljazair yang dikenal dengan permainan fisik, pelatih Murat Yakin menurunkan formasi 3-4-2-1 yang solid. Johan Manzambi menjadi pembeda lewat penampilan memukaunya di lini tengah.
Gol semata wayang tercipta pada menit ke-67. Berawal dari skema serangan balik cepat, Manzambi melakukan overlap dari posisi gelandang dan menerima umpan terobosan dari Denis Zakaria. Dengan kontrol prima di depan bek lawan, Manzambi melepaskan tembakan melengkung yang tak terjangkau kiper Anthony Mandrea. Momen Manzambi mengontrol bola di bawah tekanan dua pemain Aljazair itulah yang ditangkap apik oleh fotografer Fran Santiago dari Getty Images.
"Tim menunjukkan disiplin taktik yang luar biasa. Kami tidak memberi mereka ruang untuk berkembang," kata Yakin dalam konferensi pers.
Kemenangan ini melanjutkan rekor Swiss yang belum terkalahkan dalam tujuh pertandingan terakhir di semua ajang, sekaligus membalas kekalahan mereka dari Aljazair di Piala Dunia 2014.
Misi Berat Menanti di 16 Besar
Dengan hasil ini, Inggris akan menghadapi pemenang laga antara Belanda dan Kanada, sementara Swiss ditantang juara bertahan Brasil yang sehari sebelumnya menang telak. Inggris jelas diunggulkan, namun pertahanan yang masih kerap goyah di awal babak—seperti yang terjadi malam tadi—perlu segera diperbaiki oleh Gareth Southgate.
Swiss yang tampil kolektif dan minim kesalahan diprediksi akan menjadi ujian berat bagi Seleção. Penampilan cemerlang Manzambi dan duet bek tengah Manuel Akanji dan Nico Elvedi menunjukkan La Nati bukan sekadar tim pelengkap. Pertandingan babak 16 besar ini dijadwalkan bergulir pada 5 dan 6 Juli mendatang.
Highlight Data Penting:
- Inggris vs Kongo DR: Penguasaan bola 58% – 42%, tembakan tepat sasaran 7 – 3.
- Harry Kane: 69 gol internasional, 5 di antaranya di Piala Dunia 2026.
- Swiss vs Aljazair: Gol Johan Manzambi (menit 67), assist Denis Zakaria.
- Rekor Swiss: 7 laga tanpa kekalahan (5 menang, 2 imbang).
Comments (0)