Aug 25, 2026
Hukum

Houthi Gempur Najran dan Fasilitas Aramco, Saudi Dituding Langgar Udara Yaman

Konflik antara Yaman dan Arab Saudi kembali memanas. Angkatan Bersenjata Yaman yang berafiliasi dengan gerakan Ansarallah, atau yang lebih dikenal sebagai

Houthi Gempur Najran dan Fasilitas Aramco, Saudi Dituding Langgar Udara Yaman

Konflik antara Yaman dan Arab Saudi kembali memanas. Angkatan Bersenjata Yaman yang berafiliasi dengan gerakan Ansarallah, atau yang lebih dikenal sebagai Houthi, mengumumkan pada Kamis (20/8/2026) bahwa dua operasi pesawat nirawak (drone) telah dilancarkan menyasar sejumlah lokasi milik Arab Saudi di wilayah Najran. Serangan itu ditegaskan sebagai bentuk tanggapan langsung atas pelanggaran wilayah udara Yaman oleh pihak Saudi.

Dalam pernyataan resminya, militer Yaman menyebutkan bahwa dua operasi drone tersebut menargetkan Bandara Najran serta fasilitas milik perusahaan minyak raksasa Saudi Aramco. Hingga berita ini diturunkan, otoritas Saudi belum memberikan konfirmasi resmi mengenai kerusakan maupun korban akibat serangan tersebut. Sejumlah laporan menyebut adanya suara ledakan di sekitar lokasi yang menjadi sasaran, namun kebenarannya masih menunggu keterangan dari pihak berwenang.

"Operasi ini merupakan respons terhadap pelanggaran wilayah udara Yaman oleh pihak Arab Saudi," demikian pernyataan resmi Angkatan Bersenjata Yaman sebagaimana dikutip media setempat.

Najran: Kota Perbatasan yang Sering Jadi Sasaran

Najran merupakan salah satu kota di barat daya Arab Saudi yang berbatasan langsung dengan wilayah utara Yaman. Letaknya yang strategis menjadikan kota ini kerap menjadi sorotan dalam dinamika konflik yang telah berlangsung lebih dari satu dekade. Sejak koalisi pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi militer di Yaman pada tahun 2015, berbagai serangan lintas batas, baik lewat rudal balistik maupun pesawat nirawak, kerap dilaporkan menyasar kota-kota perbatasan Saudi, termasuk Najran dan Abha.

Fasilitas Aramco sendiri bukan kali ini saja menjadi sasaran. Pada September 2019, fasilitas pengolahan minyak Aramco di Abqaiq dan Khurais sempat diserang dan menyebabkan gangguan pada pasokan minyak dunia. Kala itu, Houthi mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut, meskipun Amerika Serikat dan Arab Saudi menuding Iran sebagai dalang di baliknya. Kini, kembali disebutnya Aramco sebagai target menimbulkan kekhawatiran baru terhadap stabilitas pasokan energi di kawasan Teluk.

Analisis: Eskalasi di Tengah Jalan Panjang Perdamaian

Serangan ini terjadi di tengah berbagai upaya perdamaian yang sempat mencuat, termasuk gencatan senjata yang dimediasi PBB pada tahun 2022 serta sejumlah inisiatif dialog regional. Pengamat militer Timur Tengah menilai serangan terhadap Najran dan Aramco merupakan sinyal bahwa ketegangan masih jauh dari selesai, terutama jika salah satu pihak terus dituduh melanggar kesepakatan yang telah disepakati.

Menurut analis hubungan internasional, tuduhan pelanggaran wilayah udara yang dilontarkan Houthi kerap digunakan sebagai pembenaran atas eskalasi militer. Di sisi lain, Arab Saudi juga kerap menuding Houthi menerima persenjataan dari luar dan mengancam keamanan perbatasannya. Dua narasi yang saling bertolak belakang ini membuat jalan menuju perdamaian semakin berliku dan rawan kembali terganggu oleh insiden bersenjata.

Perbandingan Serangan Houthi ke Wilayah Saudi

WaktuTargetModus
20 Agustus 2026Bandara Najran & fasilitas AramcoDua operasi pesawat nirawak
2019Fasilitas Aramco Abqaiq & KhuraisSerangan udara, produksi minyak terganggu
2015–sekarangKota-kota perbatasan SaudiRudal balistik & drone

Data di atas menunjukkan pola serangan Houthi yang cenderung menyasar infrastruktur strategis dan kawasan perbatasan. Kawasan Teluk yang menjadi tulang punggung pasokan energi dunia selalu menjadi sorotan setiap kali fasilitas Aramco disebut sebagai target serangan.

Krisis Kemanusiaan di Balik Konflik

Di balik eskalasi militer ini, rakyat Yaman-lah yang paling merasakan dampaknya. Konflik berkepanjangan telah menimbulkan salah satu krisis kemanusiaan terparah di dunia, dengan jutaan warga Yaman mengungsi dan bergantung pada bantuan kemanusiaan. Serangan lintas batas yang terus berulang hanya memperpanjang penderitaan warga sipil di kedua sisi perbatasan.

Yang Perlu Diperhatikan Selanjutnya

  • Respons resmi Arab Saudi dan kemungkinan pembalasan terhadap wilayah Yaman;
  • Sikap koalisi internasional serta mediator PBB terhadap eskalasi terbaru;
  • Dampak terhadap harga minyak dunia bila pasokan Aramco terganggu.

Hingga berita ini ditulis, situasi di perbatasan Yaman–Saudi masih berlangsung tegang. Masyarakat di Najran dilaporkan waspada menyusul serangan terbaru, sementara pihak Yaman menegaskan bahwa operasi akan terus berlanjut selama pelanggaran wilayah udara masih terjadi. Kepastian mengenai jumlah korban dan kerusakan masih menunggu keterangan resmi kedua pihak.

[SOCIAL_TWEET]: Houthi gempur Bandara Najran dan fasilitas Aramco dengan dua drone, sebut sebagai balasan atas pelanggaran wilayah udara Yaman. Konflik Yaman–Saudi kembali memanas! #Houthi #ArabSaudi[SOCIAL_TG]: 🔴 BREAKING: Houthi lancarkan dua operasi drone ke Bandara Najran dan fasilitas Aramco, Saudi dituding langgar wilayah udara Yaman. Simak analisis lengkapnya hanya di Beritaseputar.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User