Aug 25, 2026
Hukum

Surat Al-Qamar Abadikan Mukjizat Nabi Muhammad Membelah Bulan

Di antara sekian banyak mukjizat yang dianugerahkan Allah kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam, salah satu yang paling fenomenal adalah terbela

Surat Al-Qamar Abadikan Mukjizat Nabi Muhammad Membelah Bulan

Di antara sekian banyak mukjizat yang dianugerahkan Allah kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam, salah satu yang paling fenomenal adalah terbelahnya bulan. Peristiwa luar biasa tersebut diabadikan langsung di dalam Al-Qur'an, tepatnya dalam Surat Al-Qamar, surat ke-54 dalam urutan mushaf. Nama surat ini sendiri diambil dari kata "Al-Qamar" yang berarti bulan, merujuk pada ayat pertamanya yang menceritakan peristiwa agung itu.

Surat Al-Qamar terdiri atas 55 ayat dan termasuk golongan surat Makkiyah karena diturunkan di Makkah. Ayat pertamanya menegaskan kedekatan hari kiamat sekaligus mengisyaratkan mukjizat terbelahnya bulan di masa hidup Rasulullah SAW.

"Telah dekat (datangnya) saat (kiamat) dan terbelah bulan. Dan jika mereka (orang-orang musyrik) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata: '(Ini adalah) sihir yang terus-menerus.'" (QS. Al-Qamar: 1-2)

Kisah Terbelahnya Bulan

Menurut riwayat yang masyhur, mukjizat ini terjadi ketika para pemuka Quraisy di Makkah menantang Nabi Muhammad SAW untuk menunjukkan sebuah tanda atau mukjizat yang nyata. Saat itu, kaum musyrik meminta bukti kenabian di luar Al-Qur'an. Allah kemudian memperlihatkan tanda yang sangat agung: bulan terbelah menjadi dua bagian di hadapan orang banyak, hingga sebagian orang menyaksikannya dengan mata kepala sendiri.

Peristiwa ini diriwayatkan dalam hadits shahih. Dari Abdullah bin Mas'ud Radhiyallahu Anhu, ia berkata bahwa saat mereka bersama Rasulullah SAW di Mina, bulan terbelah menjadi dua bagian, lalu Nabi SAW bersabda: "Saksikanlah." Riwayat serupa juga disampaikan Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu, dan tercatat dalam Shahih Bukhari maupun Shahih Muslim.

Meski demikian, kaum musyrik Quraisy justru menolak kebenaran mukjizat tersebut. Mereka menyebutnya sebagai sihir yang terus-menerus, sebagaimana digambarkan dalam ayat kedua Surat Al-Qamar. Bahkan, sebagian mereka sempat berkata bahwa jika Muhammad mampu menyihir penduduk Makkah, ia tidak akan mampu menyihir mereka yang berada di luar kota. Sikap ini justru menguatkan bahwa peristiwa terbelahnya bulan benar-benar disaksikan secara luas oleh banyak orang.

Pelajaran dari Surat Al-Qamar

Surat Al-Qamar tidak hanya bercerita tentang mukjizat membelah bulan. Surat ini juga memuat kisah para umat terdahulu yang mendustakan rasul-rasul mereka, sebagai pelajaran bagi umat manusia. Di dalamnya disebutkan kisah kaum Nuh yang dibinasakan dengan banjir besar, kaum 'Ad dengan angin topan yang dahsyat, kaum Tsamud yang mendustakan Nabi Shalih, kaum Luth yang negerinya dibalikkan azab, serta Fir'aun yang ditenggelamkan di lautan.

KaumNabiAzab yang Menimpa
Kaum NuhNabi Nuh ASBanjir besar
Kaum 'AdNabi Hud ASAngin topan yang dahsyat
Kaum TsamudNabi Shalih ASSuara keras yang mengguntur
Kaum LuthNabi Luth ASAzab yang membalikkan negeri
Fir'aunNabi Musa ASDitenggelamkan di laut

Dalam surat ini pula Allah mengulang firman-Nya sebanyak empat kali: "Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur'an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" Pengulangan ini menjadi penegasan bahwa Al-Qur'an mudah dipahami, dihafal, dan dijadikan peringatan bagi siapa pun yang mau merenungkannya.

Hikmah di Balik Mukjizat

Para ulama menegaskan bahwa mukjizat membelahnya bulan termasuk mukjizat hissiyah (fisik) terbesar yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW. Para ulama Ahlussunnah berpendapat bahwa peristiwa tersebut benar-benar terjadi berdasarkan nash Al-Qur'an dan hadits shahih yang tidak mungkin bertentangan dengan akal sehat orang yang beriman.

Mukjizat ini juga menjadi pengingat akan dekatnya hari kiamat. Dalam ayat pertama surat ini, peristiwa terbelahnya bulan langsung dihubungkan dengan kedekatan hari akhir. Al-Qur'an menegaskan bahwa tanda-tanda kiamat semakin dekat, dan mukjizat membelahnya bulan menjadi salah satu bukti kebenaran risalah Nabi Muhammad SAW di hadapan kaum yang menantangnya.

Bagi umat Islam, kisah ini mengandung pesan yang mendalam: memperkuat keimanan kepada hal-hal gaib, menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup, serta senantiasa mengambil pelajaran dari kisah umat terdahulu agar tidak terjerumus pada sikap mendustakan kebenaran. Surat Al-Qamar pun menjadi salah satu surat yang paling sering dihafal umat Islam karena ayatnya yang indah dan sarat peringatan.

[SOCIAL_TWEET]: Tahukah kamu? Surat Al-Qamar mengabadikan mukjizat terbesar Nabi Muhammad SAW: bulan yang terbelah dua! Simak kisah dan hikmahnya. #AlQuran #MukjizatNabi[SOCIAL_TG]: 📖 Keajaiban yang diabadikan Allah dalam Al-Qur'an: bulan terbelah dua sebagai mukjizat Nabi Muhammad SAW. Baca kisah lengkap Surat Al-Qamar hanya di Beritaseputar.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS eko-saputra

Reporter Gadget. Review smartphone, laptop, dan consumer tech.

Comments (0)

User