Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Harga LNG Industri Dipangkas, Andi Gani Minta Perusahaan Komitmen Tak PHK

Kebijakan pemerintah memangkas harga gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) untuk sektor industri mendapat sambutan positif dari kalangan pekerja. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh

Jul 07, 2026 - 23:27
0 0
Harga LNG Industri Dipangkas, Andi Gani Minta Perusahaan Komitmen Tak PHK

Kebijakan pemerintah memangkas harga gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) untuk sektor industri mendapat sambutan positif dari kalangan pekerja. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, menyampaikan apresiasi atas langkah strategis tersebut seraya mendesak jajaran pengusaha menunjukkan komitmen yang sepadan, khususnya dalam menjaga kelangsungan hubungan kerja.

Menurut laporan yang diterima media kami, pemerintah resmi menetapkan penurunan harga LNG dari level USD 23 per MMBTU menjadi USD 13 per MMBTU. Intervensi harga ini ditempuh sebagai respons atas dinamika ekonomi global sekaligus upaya menjaga geliat manufaktur nasional di tengah tekanan biaya produksi yang terus meningkat dalam beberapa triwulan terakhir.

Tekanan Ekonomi dan Harapan Buruh

Andi Gani menekankan bahwa selisih penghematan cukup signifikan untuk menopang arus kas korporasi. “Harga gas yang per hari ini 23 dolar per MMBTU turun, sampai 13 dolar. Artinya ada penghematan 9 dolar per MMBTU,” ujar Andi Gani dalam pernyataan yang dikutip media kami, Senin (29/6/2026).

“Dan kami meyakini bahwa hal ini sangat menolong usaha, industri yang menggunakan gas industri. Pasti, karena dapat menghemat 9 dolar. Tentu kami harapkan perusahaan juga harus benar-benar menunjukkan komitmen.”

Pernyataan tersebut menyiratkan optimismewe yang terukur. Penurunan harga LNG dinilai sebagai stimulus tepat sasaran, terlebih bagi sektor-sektor padat energi seperti keramik, kaca, petrokimia, hingga baja. Bagi pekerja, kebijakan ini bermakna ganda, selain menjaga keberlangsungan operasional pabrik, juga menjadi tameng terhadap potensi rasionalisasi tenaga kerja yang kerap membayangi industri strategis.

Dampak Positif terhadap Biaya Produksi

Perhitungan penghematan USD 9 per MMBTU membuka ruang fiskal yang cukup lebar bagi korporasi untuk kembali menata rencana ekspansi atau setidaknya mempertahankan volume produksi. KSPSI mengingatkan bahwa insentif ini harus diimbangi dengan jaminan tidak adanya pemutusan hubungan kerja sepihak. Momentum ini dipandang tepat untuk memperkuat dialog bipartit antara manajemen dan serikat pekerja di tingkat perusahaan.

Langkah pemerintah ini sekaligus menjadi sinyal bahwa stabilitas ketenagakerjaan menjadi prioritas bersama. Di sisi lain, para pelaku usaha diharapkan merespons dengan transparansi laporan keuangan sehingga dampak penurunan harga gas bisa terukur secara riil dalam neraca perusahaan. Sinergi semacam ini dinilai krusial guna mencegah penyalahgunaan momentum efisiensi menjadi dalih restrukturisasi yang merugikan pekerja.

Sebelumnya, kekhawatiran gelombang pemutusan hubungan kerja di sektor manufaktur memang mencuat seiring melonjaknya sejumlah ongkos bahan penolong. Dengan terbitnya aturan penyesuaian harga gas, pemerintah memberikan napas lega yang sangat dinantikan. Kini, bola berada di tangan pelaku industri untuk menerjemahkan insentif tersebut ke dalam kebijakan internal yang berorientasi pada keberpihakan terhadap tenaga kerja lokal.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
galih-pratama

Editor Gaya Hidup. Editor tren, komunitas, dan gaya hidup.

Comments (0)

User