Google Ungkap Tren Iklan Digital Asia Tenggara

Jakarta, Beritaseputar.com – Google melalui laporan terbaru bernama Gemini SEA Report mengungkapkan transformasi besar dalam lanskap periklanan digital di

Jul 16, 2026 - 03:48
0 0
Google Ungkap Tren Iklan Digital Asia Tenggara

Jakarta, Beritaseputar.com – Google melalui laporan terbaru bernama Gemini SEA Report mengungkapkan transformasi besar dalam lanskap periklanan digital di Asia Tenggara. Dalam acara virtual press briefing yang digelar Rabu (12/3), Samuele Saini, Director Google Ads Solutions Southeast Asia, bersama Sapna Chadha, Vice President Southeast Asia and South Asia Frontier Google, memaparkan data dan strategi menghadapi era kecerdasan buatan (AI).

Laporan tersebut menyoroti bagaimana konsumen di kawasan ini semakin bergantung pada pencarian berbasis AI dan konten video pendek. Belanja iklan digital di Asia Tenggara diperkirakan mencapai USD 28 miliar pada 2025, naik 18 persen dari tahun sebelumnya. Angka ini menjadi sinyal bagi pengiklan untuk segera beradaptasi.

Peran AI dalam Perubahan Perilaku Konsumen

Samuele Saini menjelaskan bahwa teknologi Gemini dari Google telah mengubah cara konsumen menemukan produk. "Sekarang, 60 persen penelusuran di Asia Tenggara bersifat kontekstual dan menggunakan bahasa alami. Ini berarti pengiklan harus memikirkan ulang strategi kata kunci mereka," ujarnya.

"Kami melihat pergeseran dari pencarian berbasis teks ke pencarian multimodal. Konsumen menggunakan gambar, suara, dan video untuk mencari informasi. Pengiklan yang tidak memanfaatkan format ini akan tertinggal." — Samuele Saini

Sapna Chadha menambahkan bahwa adopsi AI generatif di kalangan bisnis kecil dan menengah (UKM) di Indonesia, Thailand, dan Vietnam tumbuh pesat. UKM yang menggunakan AI dalam kampanye iklan melaporkan peningkatan konversi rata-rata 32 persen. "Ini bukan lagi tren, melainkan kebutuhan," tegas Chadha.

Strategi Baru Google Ads Solutions

Dalam sesi tanya jawab, Saini memperkenalkan fitur-fitur baru di platform Google Ads yang dirancang untuk memanfaatkan Gemini. Misalnya, Performance Max dengan aset AI yang dapat menghasilkan teks, gambar, dan video iklan secara otomatis berdasarkan tujuan kampanye.

"Kami ingin membuat periklanan lebih mudah diakses oleh semua orang, dari merek global hingga pedagang kaki lima," kata Saini penuh semangat. Fitur lain termasuk Smart Bidding yang ditingkatkan dengan prediksi real-time, dan integrasi dengan YouTube Shorts yang semakin dominan di Indonesia.

Data internal Google menunjukkan bahwa waktu tonton YouTube Shorts di Asia Tenggara melonjak 45 persen dalam setahun terakhir. Pengiklan pun mulai mengalokasikan 20-30 persen anggaran ke format vertikal ini.

Dampak bagi Indonesia dan Pasar Berkembang

Indonesia menjadi fokus utama dalam laporan ini karena pertumbuhan ekonominya. Chadha menyebutkan bahwa ekonomi digital Indonesia diperkirakan mencapai USD 130 miliar pada 2030, didorong oleh adopsi digital di daerah pedesaan. "Kami berinvestasi besar di infrastruktur AI untuk memastikan setiap bisnis bisa bersaing," katanya.

Namun, tantangan tetap ada: literasi digital dan kesenjangan akses internet. Google berkomitmen melatih 1 juta pelaku UKM di Asia Tenggara melalui program Grow with Google, dengan target 400 ribu di Indonesia pada akhir 2025.

Pandangan ke Depan

Para analis menilai bahwa laporan Gemini SEA menjadi peta jalan bagi industri periklanan. Dengan algoritma yang semakin cerdas, pengiklan harus berfokus pada konten autentik dan relevan. "AI bukan pengganti kreativitas manusia, melainkan amplifier," pungkas Saini.

Acara ditutup dengan optimisme bahwa kolaborasi antara teknologi dan kreativitas akan membuka peluang baru. Google menjanjikan pembaruan lebih lanjut pada kuartal kedua, termasuk alat analitik berbasis Gemini untuk mengukur efektivitas iklan secara real-time.

[SOCIAL_TWEET]: Google rilis laporan Gemini SEA, ungkap tren iklan digital Asia Tenggara naik 18%! 🚀 Pengiklan wajib adaptasi AI atau tertinggal. #GoogleAds #AIDigital #GeminiSEA[SOCIAL_TG]: 📊 Google rilis Gemini SEA Report: iklan digital ASEAN naik 18%, UKM dengan AI alami peningkatan konversi 32%. Simak wawancara eksklusif bersama Saini & Chadha!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User