Gempa M 5,5 Terjadi di Banten, Tak Berpotensi Tsunami
Banten – Wilayah Sumur di Kabupaten Pandeglang, Banten, diguncang gempa bumi tektonik pada Rabu dini hari (8/7/2026) pukul 02.44 WIB. Berdasarkan data yang dihimpun Beritaseputar.com , gempa terse
Banten – Wilayah Sumur di Kabupaten Pandeglang, Banten, diguncang gempa bumi tektonik pada Rabu dini hari (8/7/2026) pukul 02.44 WIB. Berdasarkan data yang dihimpun Beritaseputar.com, gempa tersebut tercatat memiliki kekuatan signifikan dengan magnitudo 5,5.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan episenter gempa berada di titik koordinat 6.79 Lintang Selatan dan 105.12 Bujur Timur. Posisi ini berjarak sekitar 52 kilometer di barat daya kawasan Sumur, dengan kedalaman mencapai 47 kilometer di bawah permukaan laut.
"52 Km barat daya Sumur-Banten," tulis akun X BMKG, seperti dilaporkan media kami, Rabu (8/7/2026).
Meskipun pusat gempa berada di laut, hasil analisis BMKG memastikan bahwa aktivitas seismik ini tidak memicu gelombang tsunami. "Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," demikian pernyataan resmi yang dikutip dari kanal informasi BMKG.
Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan kerusakan signifikan akibat guncangan tersebut. Beberapa warga di wilayah pesisir Banten mengaku sempat merasakan getaran sedang selama beberapa detik, namun situasi dengan cepat kembali normal. Tim BPBD setempat masih melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan aparat desa untuk mengantisipasi potensi gempa susulan.
Secara tektonik, gempa ini tergolong dalam jenis gempa bumi dangkal yang diakibatkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia. Pola pergerakan sesar naik (thrust fault) menjadi pemicu utama pelepasan energi yang dirasakan hingga sebagian wilayah Banten dan sekitarnya.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan adanya gempa susulan. Warga juga diingatkan untuk selalu memperoleh informasi dari sumber resmi dan tidak mudah percaya pada berita palsu yang sering beredar setelah kejadian seismik. "Pastikan informasi hanya dari kanal resmi BMKG atau media terpercaya seperti Beritaseputar.com," pesan BMKG dalam keterangannya.
Wilayah Banten sendiri memang termasuk dalam zona rawan gempa karena letaknya di jalur pertemuan lempeng aktif. Kejadian gempa dengan magnitudo di atas 5,0 bukan kali pertama terjadi di kawasan ini. Pada tahun-tahun sebelumnya, beberapa kali gempa serupa sempat dirasakan warga pesisir selatan Banten dan sekitarnya, meski sebagian besar tidak menimbulkan kerusakan berarti atau potensi tsunami.
Comments (0)