Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Galeri 24 Pegadaian Catat Lonjakan Penjualan Emas 19,6%

Di balik pintu kaca Galeri 24 Pegadaian di bilangan Jakarta Selatan, Ratna (42) menatap lekat deretan keping emas batangan yang tertata rapi. Jemarinya men

Jul 09, 2026 - 15:32
0 1
Galeri 24 Pegadaian Catat Lonjakan Penjualan Emas 19,6%

Di balik pintu kaca Galeri 24 Pegadaian di bilangan Jakarta Selatan, Ratna (42) menatap lekat deretan keping emas batangan yang tertata rapi. Jemarinya menunjuk satu keping seberat 5 gram, lalu mengangguk mantap kepada petugas. “Ini buat tabungan sekolah si bungsu. Daripada uang diam di rekening, lebih baik jadi emas—harganya selalu naik,” katanya setengah berbisik, seakan menyimpan rahasia kecil yang berharga.

Ratna bukan satu-satunya. Sepanjang kuartal pertama 2024, gerai emas milik PT Pegadaian itu disesaki wajah-wajah yang membawa harapan serupa: mengamankan masa depan dalam bentuk logam mulia. Data internal perusahaan mencatat, penjualan emas perhiasan dan batangan di Galeri 24 hingga 31 Maret 2024 melesat 19,6% secara tahunan (year-on-year), menyentuh volume 2,3 ton. Angka itu menjadi penanda bahwa emas kembali menjadi primadona di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Safe Haven yang Kian Berkilau

Di ruang kerjanya yang menghadap langsung ke lantai penjualan, Andi Pratama, Manajer Pemasaran Galeri 24, mengamati antrean dengan tatapan optimistis. “Kami belum pernah melihat lonjakan setinggi ini dalam dua tahun terakhir,” ungkapnya. Ia menyebut, kenaikan harga emas dunia yang menyentuh level tertinggi baru memang menjadi pemicu utama, tetapi bukan satu-satunya alasan.

“Masyarakat kini lebih melek investasi. Mereka paham bahwa emas adalah pelindung nilai yang nyata. Saat rupiah melemah dan suku bunga naik-turun, emas tetap berdiri tegak. Itu yang membuat orang berani masuk, bahkan yang tadinya hanya membeli perhiasan kini beralih ke batangan,” jelas Andi.

Fakta di lapangan membenarkan analisis itu. Dari total penjualan 2,3 ton, sekitar 60% merupakan emas batangan—produk yang identik dengan motif investasi murni, bukan sekadar gaya hidup. Sisanya adalah perhiasan yang dibeli dengan pertimbangan ganda: sebagai aksesori sekaligus simpanan darurat.

Cerita Dua Pembeli, Satu Keyakinan

Di sudut lain gerai, Rudi (35), seorang pekerja swasta yang baru saja menerima bonus tahunan, tengah memilih koin emas mini seberat 0,5 gram. “Ini bukan jumlah besar, tapi saya ingin memulai kebiasaan menabung emas. Uang Rp500 ribu di dompet habis begitu saja, tapi dalam bentuk emas, dia tetap ada dan bertumbuh,” ujarnya sambil memegang sertifikat yang baru ia terima.

Segmen pembeli seperti Rudi—investor pemula dengan modal terbatas—mendominasi pertumbuhan penjualan ritel Galeri 24. Platform digital Pegadaian turut mempercepat penetrasi: transaksi via aplikasi melonjak 30%, membuktikan bahwa generasi muda tak lagi canggung menyentuh emas sebagai instrumen keuangan.

“Dulu emas identik dengan ibu-ibu arisan, sekarang anak-anak milenial dan Gen Z pun beli emas batangan secara digital. Tiga klik dan emas sudah tercatat di akun, bisa dicetak kapan saja,” kata Andi menambahkan.

Mengapa Emas?

Di balik angka 19,6%, ada kisah tentang perubahan pola pikir. Kenaikan harga pangan dan energi mendorong rumah tangga mencari tempat parkir dana yang aman. Emas—tanpa risiko gagal bayar, tanpa fluktuasi dividen, dan selalu likuid—menjadi jawaban instan yang menenangkan.

Beberapa faktor yang mendorong lonjakan penjualan antara lain:

  • Harga emas global yang terus menanjak hingga di atas US$2.200 per troy ounce, memberi efek psikologis “beli sekarang sebelum lebih mahal”.
  • Kemudahan akses lewat outlet fisik dan aplikasi Pegadaian Digital, memungkinkan pembelian mulai dari keping 0,5 gram.
  • Edukasi keuangan yang masif di media sosial, menempatkan emas sebagai pilar investasi esensial selain deposito dan properti.

Bagi Ratna, sederhana saja rumusnya. “Saya tidak paham saham, tidak punya waktu mikirin kripto. Emas ini realistis—bisa digenggam, bisa dijual sewaktu-waktu. Itu yang saya ajarkan ke anak-anak juga.” Di tangannya, keping emas itu bukan sekadar logam; ia adalah jematan antara ketekunan hari ini dan ketenangan esok.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User