Film 'Cek Khodam' Angkat Tren Mistis Digital ke Layar Lebar

Jakarta – Rumah produksi Dee Company bersama sineas JeroPoint resmi merilis film terbaru mereka, Cek Khodam. Film ini mengangkat fenomena viral konten mist

Jul 14, 2026 - 06:55
0 0
Film 'Cek Khodam' Angkat Tren Mistis Digital ke Layar Lebar

Jakarta – Rumah produksi Dee Company bersama sineas JeroPoint resmi merilis film terbaru mereka, Cek Khodam. Film ini mengangkat fenomena viral konten mistis yang belakangan menjadi hiburan massal di ruang digital Indonesia. Dibintangi oleh Jirayut, aktor sekaligus komedian yang tengah naik daun, film ini menjanjikan perpaduan antara komedi satir, horor ringan, dan kritik sosial terhadap budaya digital kekinian.

Fenomena Cek Khodam: Dari TikTok Hingga Layar Lebar

Istilah “cek khodam” tidak lahir dari kitab kuno. Ia muncul dari jagat media sosial sebagai bentuk hiburan yang memadukan kepercayaan lokal, rasa penasaran, dan logika algoritma. Dalam dua tahun terakhir, konten-konten “cek khodam”—di mana seorang kreator berpura-pura mampu melihat atau memanggil khodam (makhluk gaib pendamping) milik penonton—merajai lini masa TikTok, SnackVideo, hingga siaran langsung di platform e-commerce. Tagar #CekKhodam bahkan sempat menembus lebih dari 1,2 miliar penayangan di TikTok pada awal 2025.

Konten ini biasanya menampilkan seorang “pawang digital” yang dengan ekspresi dramatis menyebutkan bentuk khodam seseorang berdasarkan nama, tanggal lahir, atau sekadar username akun. Ada yang menyebut khodam mereka berbentuk harimau putih, naga emas, hingga “tuyul korporat”—istilah jenaka yang menandakan sindiran terhadap gaya hidup konsumtif. Masyarakat Indonesia, yang kental dengan kultur mistis, menanggapi fenomena ini dengan dua reaksi sekaligus: percaya tapi juga menertawakannya.

Dari sinilah JeroPoint, sutradara yang sebelumnya dikenal lewat film-film pendek bertema absurd, melihat potensi cerita yang lebih besar. “Kami tidak ingin sekadar mengikuti tren. Kami ingin membedah mengapa tren ini bisa begitu masif dan apa yang sebenarnya dicari orang di balik layar ponsel mereka,” ujar JeroPoint saat konferensi pers di Epicentrum XXI, Kuningan, Kamis lalu.

Sinopsis Singkat dan Karakter

Cek Khodam berkisah tentang Dika (diperankan Jirayut), seorang pemuda pengangguran yang tidak sengaja menjadi viral setelah siaran langsung “cek khodam” isengnya ditonton jutaan orang. Popularitas instan itu menjerumuskannya ke dalam dunia absurd para pemburu konten, manajer artis digital yang oportunis, dan komunitas spiritual yang merasa tradisi mereka sedang dipermainkan. Konflik semakin tajam ketika salah satu “khodam” yang ia sebutkan secara fiktif tiba-tiba mulai menunjukkan keberadaannya secara nyata.

Film ini juga diramaikan oleh aktor dan kreator asli yang memang populer di dunia konten mistis digital, menambah lapisan realitas yang menarik. Dee Company mengklaim bahwa naskah film ini ditulis dengan riset mendalam terhadap lebih dari 50 kreator cek khodam dan wawancara dengan budayawan, psikolog, serta netizen biasa yang pernah menjadi “korban” tren ini.

Jirayut: Dari Komedi Panggung ke Karakter yang Lebih Gelap

Pemilihan Jirayut sebagai pemeran utama menjadi kejutan tersendiri. Aktor yang selama ini identik dengan komedi situasi dan konten lucu di YouTube ini mengakui bahwa peran Dika menguras emosinya. “Selama ini orang lihat gue cuma bisa bikin ketawa. Tapi di film ini, gue harus jadi orang yang dikepung ketenaran palsu, ketakutan, dan rasa bersalah. Ada adegan di mana gue cuma bisa diam di pojokan kamar pas sadar khodam yang gue karang sendiri mulai ‘hidup’,” tutur Jirayut.

Produser eksekutif dari Dee Company, Dian Soraya, menambahkan bahwa peran ini sengaja diberikan kepada Jirayut karena “kita butuh aktor yang bisa membawa keluguan sekaligus sisi gelap karakter. Jirayut punya itu, dan chemistry-nya dengan pemain lain luar biasa.”

Rilis dan Harapan

Film Cek Khodam dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada 17 Agustus 2026, bertepatan dengan peringatan kemerdekaan. Pemilihan tanggal ini bukan tanpa alasan. JeroPoint menyebutnya sebagai “deklarasi kemerdekaan dari ilusi digital”. Trailer yang dirilis pekan lalu di YouTube Dee Company sudah ditonton lebih dari 3,7 juta kali dalam tiga hari, menunjukkan antusiasme publik yang tinggi.

Selain versi bioskop, Dee Company juga menyiapkan versi director's cut yang akan tayang di platform streaming mulai Oktober 2026, dengan tambahan adegan yang lebih eksploratif terhadap sisi psikologis karakter utama.

Kami ingin penonton pulang dari bioskop dengan perasaan: ‘Wah, gue pernah kayak gini ya?’ Bukan sekadar takut, bukan sekadar ketawa. Tapi berefleksi.

— JeroPoint, Sutradara Cek Khodam

Apa yang Bisa Dipelajari dari Cek Khodam?

Film ini tidak bermaksud menghakimi mereka yang percaya atau tidak percaya pada khodam. Sebaliknya, ia mengajak penonton untuk melihat bagaimana teknologi dan algoritma menciptakan realitas baru yang kadang lebih dipercaya daripada kenyataan itu sendiri. Rasa kesepian, kebutuhan validasi, dan candu notifikasi menjadi benang merah yang menjahit seluruh cerita.

Bagi masyarakat yang akrab dengan konten cek khodam, film ini adalah cermin yang lucu sekaligus mengerikan. Bagi yang awam, ini adalah jendela untuk memahami salah satu sisi paling unik dari budaya digital Indonesia kontemporer.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User