Matt Thistlethwaite: IA-CEPA Berdampak Signifikan pada Ekonomi Indonesia-Australia
Jakarta – Asisten Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Australia, Matt Thistlethwaite MP, menegaskan bahwa implementasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Kompreh
Jakarta – Asisten Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Australia, Matt Thistlethwaite MP, menegaskan bahwa implementasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA) telah membawa dampak yang sangat signifikan terhadap hubungan ekonomi kedua negara. Pernyataan ini disampaikan dalam forum bisnis bilateral di Jakarta, Kamis (13/3), yang dihadiri oleh para pelaku usaha dan pejabat pemerintah dari kedua negara.
“IA-CEPA bukan sekadar dokumen di atas kertas. Ini adalah fondasi strategis yang telah mengubah lanskap kerja sama ekonomi Indonesia dan Australia,” ujar Thistlethwaite di hadapan peserta forum. Sejak mulai berlaku pada Juli 2020, IA-CEPA telah menjadi pilar utama yang memperkuat integrasi pasar, mengurangi hambatan tarif, dan membuka akses baru bagi investor di berbagai sektor.
Lonjakan Perdagangan Dua Arah
Data terbaru menunjukkan bahwa nilai perdagangan bilateral Indonesia-Australia naik 32% sejak perjanjian ini diimplementasikan. Pada tahun 2024, total perdagangan mencapai AUD 18,2 miliar, menjadikan Indonesia sebagai mitra dagang terbesar ke-9 Australia. Ekspor utama Indonesia ke Australia meliputi produk tekstil, furnitur, dan komponen otomotif, sementara Australia memasok gandum, daging sapi, dan produk energi ke Indonesia.
“Kami menyaksikan peningkatan ekspor sektor pertanian dan manufaktur Indonesia secara langsung berkat penghapusan bea masuk. Ini adalah bukti nyata bahwa IA-CEPA berjalan sesuai tujuannya,” tegas Thistlethwaite.
Salah satu sektor yang paling merasakan manfaat adalah pendidikan dan pelatihan vokasi. Melalui IA-CEPA, lebih dari 200 kemitraan pendidikan telah terjalin antara universitas dan lembaga pelatihan di kedua negara. Hal ini juga mendorong pertukaran tenaga kerja terampil, termasuk perawat dan insinyur, yang kini lebih mudah mendapatkan pengakuan kualifikasi lintas negara.
Investasi Hijau dan Transisi Energi
IA-CEPA juga menjadi katalisator investasi di bidang energi terbarukan. Thistlethwaite menyoroti kolaborasi dalam proyek hidrogen hijau dan transisi energi yang melibatkan perusahaan Australia dan Indonesia. “Australia memiliki teknologi dan modal, Indonesia memiliki sumber daya dan pasar. Ini adalah simbiosis yang sempurna,” ujarnya. Sejak 2022, investasi Australia di sektor energi bersih Indonesia telah melampaui AUD 650 juta, termasuk pengembangan panel surya di Nusa Tenggara Timur dan pembangkit listrik tenaga angin di Sulawesi.
Di sisi lain, forum bisnis juga mengungkapkan bahwa pengusaha kecil dan menengah (UKM) Indonesia kini lebih mudah menembus pasar Australia berkat simplifikasi prosedur ekspor yang diatur dalam IA-CEPA. Program pelatihan dan pendampingan yang didanai bersama telah membantu lebih dari 1.200 UKM memperoleh sertifikasi internasional sehingga produk mereka bisa bersaing di pasar global.
Tantangan dan Peluang ke Depan
Meskipun capaiannya gemilang, Thistlethwaite mengakui masih ada tantangan yang harus dihadapi. Perbedaan regulasi dan standar produk kadang menjadi hambatan non-tarif yang memperlambat arus barang. “Kami terus bekerja sama dengan pemerintah Indonesia untuk menyelaraskan regulasi dan mempercepat proses bea cukai,” katanya. Selain itu, ia menekankan pentingnya peningkatan konektivitas digital dan logistik untuk memaksimalkan potensi IA-CEPA di era ekonomi digital.
Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan, Djatmiko Bris Witjaksono, menyambut baik optimisme Australia. “IA-CEPA adalah jendela besar bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya di kawasan Pasifik. Kami berharap kerja sama ini terus berkembang, terutama di sektor jasa dan investasi teknologi,” ujarnya.
Dengan berakhirnya putaran negosiasi lanjutan pada akhir 2025, kedua negara berkomitmen untuk memperdalam kerja sama melalui penambahan protokol baru IA-CEPA, termasuk bab tentang ekonomi digital dan e-commerce. Hal ini diyakini akan semakin mendorong pertumbuhan ekonomi pasca-pandemi dan mempererat kemitraan strategis yang telah terjalin selama lebih dari 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Australia.
Thistlethwaite menutup pidatonya dengan nada optimistis. “Kemitraan Indonesia dan Australia adalah salah satu aset terkuat kami di kawasan. IA-CEPA telah membuktikan bahwa ketika dua negara bekerja sama dengan visi yang jelas, hasilnya melampaui angka-angka perdagangan—ia menciptakan kesejahteraan dan masa depan bersama.”
Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa Australia memandang Indonesia tidak hanya sebagai mitra dagang, melainkan juga sebagai mitra strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi dan politik di Indo-Pasifik.
[SOCIAL_TWEET]: IA-CEPA sukses dorong perdagangan RI-Australia naik 32%! Asisten Menlu Australia Matt Thistlethwaite sebut kemitraan ini ciptakan kesejahteraan dan masa depan bersama. #IA_CEPA #IndonesiaAustralia #PerdaganganBilateral[SOCIAL_TG]: 📈 IA-CEPA bikin dagang RI-Australia naik 32%! Asisten Menlu Australia: \"Ini bukti kemitraan berhasil.\" Baca detailnya sekarang.
Comments (0)