Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Ekonom Bandingkan Kondisi Industri Indonesia dengan Vietnam yang Kini Jadi Negara Menengah Atas

Jakarta - Kondisi perekonomian Indonesia kini dapat diprediksi dari satu indikator utama: data Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur. Indikator ini terus menurun dan berada di bawah ambang 50,

Jul 08, 2026 - 00:22
0 0
Ekonom Bandingkan Kondisi Industri Indonesia dengan Vietnam yang Kini Jadi Negara Menengah Atas

Jakarta - Kondisi perekonomian Indonesia kini dapat diprediksi dari satu indikator utama: data Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur. Indikator ini terus menurun dan berada di bawah ambang 50, menandakan sektor industri tanah air sedang terkontraksi. Menurut Didik J Rachbini, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) sekaligus Rektor Universitas Paramadina, pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,61% pada kuartal sebelumnya sebenarnya lebih banyak ditopang oleh sektor negara, sementara sektor industri justru masih mengalami penurunan.

PMI Manufaktur Indonesia Jatuh ke 46,9

Berdasarkan laporan yang diterima media kami, data terbaru dari S&P Global menunjukkan bahwa PMI manufaktur Indonesia pada Juni 2026 berada di level 46,9. Angka ini menunjukkan bahwa sektor manufaktur dalam negeri belum mampu bangkit dan justru semakin terperosok dalam zona merah. Penurunan tersebut mengindikasikan adanya pelemahan permintaan, perlambatan produksi, dan berkurangnya tenaga kerja di sektor industri.

“Data PMI yang dirilis S&P Global menunjukkan PMI Indonesia berada di 46,9 pada Juni 2026. Berbeda dengan Vietnam yang pertumbuhan ekonominya mencapai 8% – faktor pendukungnya tidak lain adalah sektor industri, yang dikembangkan 2-3 dekade terakhir ini,” ujar Didik dalam keterangan tertulis yang diterima Beritaseputar.com, Sabtu (4/7/2026).

“Data PMI yang dirilis S&P Global menunjukkan PMI Indonesia berada di 46,9 pada Juni 2026. Berbeda dengan Vietnam yang pertumbuhan ekonominya mencapai 8% – faktor pendukungnya tidak lain adalah sektor industri, yang dikembangkan 2-3 dekade terakhir ini,” ujar Didik.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kejatuhan PMI Indonesia bukan sekadar angka sesaat, melainkan cerminan dari stagnasi struktur industri nasional. Sementara itu, Vietnam – yang kini telah naik kelas menjadi negara berpenghasilan menengah atas – berhasil memanfaatkan momentum global dengan membangun basis industri yang kuat dan berorientasi ekspor.

Vietnam: Bukti Nyata Keberhasilan Sektor Industri

Vietnam mencatat pertumbuhan ekonomi hingga 8% dengan dorongan utama dari sektor manufaktur yang tumbuh pesat. Negara tersebut berhasil menarik investasi asing langsung (FDI) dalam jumlah besar, memindahkan rantai pasok global dari Tiongkok, dan membangun ekosistem industri yang terintegrasi, termasuk di bidang elektronik, tekstil, dan mebel. Kebijakan yang konsisten selama dua hingga tiga dekade terakhir membuat Vietnam kini tidak hanya sebagai negara tujuan investasi, tetapi juga sebagai pusat produksi regional.

Sebaliknya, Indonesia masih berjuang dengan deindustrialisasi dini. Kontribusi sektor manufaktur terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) terus menurun, dari sekitar 29% pada awal 2000-an menjadi di bawah 20% saat ini. Ketergantungan pada sektor ekstraktif dan konsumsi domestik membuat pondasi ekonomi nasional rapuh ketika terjadi gejolak global.

Didik J Rachbini menekankan bahwa pemerintah perlu segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan industri. Tanpa perbaikan iklim investasi, kepastian regulasi, dan pembangunan infrastruktur pendukung yang tepat sasaran, Indonesia akan sulit mengejar ketertinggalan dari Vietnam dan negara-negara lain di kawasan yang berhasil memacu industrialisasi.

“Yang membedakan Vietnam dan Indonesia adalah keberanian mengelola kebijakan industri jangka panjang. Vietnam tidak takut memberikan insentif fiskal yang agresif, menyederhanakan birokrasi, dan membangun kawasan industri terpadu. Indonesia punya potensi lebih besar, tetapi belum digarap secara serius,” tambah Didik.

Dengan populasi besar dan sumber daya alam melimpah, Indonesia sebenarnya memiliki modal kuat untuk mengulang sukses Vietnam. Namun, tanpa komitmen politik dan reformasi struktural di sektor industri, proyeksi PMI yang terus menurun ini bisa menjadi alarm bagi masa depan ekonomi nasional. Saat ini, perbandingan dengan Vietnam menjadi cermin yang memantulkan sejumlah pekerjaan rumah yang belum tuntas diselesaikan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
andika-rivaldi

Reporter Ekonomi. Reporter isu ekonomi yang memengaruhi gaya hidup.

Comments (0)

User