DPO Kasus Pemalsuan Meterai Tewas Usai Lompat dari Lantai 7 Apartemen Depok
Peringatan: Informasi dalam pemberitaan ini tidak dimaksudkan untuk mendorong atau menginspirasi tindakan serupa. Jika Anda atau orang di sekitar mengalami gejala depresi, kecemasan berat, atau memil
Peringatan: Informasi dalam pemberitaan ini tidak dimaksudkan untuk mendorong atau menginspirasi tindakan serupa. Jika Anda atau orang di sekitar mengalami gejala depresi, kecemasan berat, atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera cari bantuan profesional. Hubungi psikolog, psikiater, atau layanan kesehatan mental terdekat. Anda tidak sendirian, dan selalu ada jalan keluar yang lebih baik.
Seorang tersangka kasus pemalsuan meterai ditemukan tewas setelah diduga melompat dari lantai tujuh sebuah apartemen di kawasan Depok, Jawa Barat. Peristiwa yang mengguncang warga penghuni apartemen setempat itu terjadi pada Selasa (7/7/2026) dan langsung menjadi perhatian aparat kepolisian setempat.
Korban diketahui berinisial AB, seorang pria berusia 36 tahun, yang selama ini berstatus tersangka dalam penyidikan kasus pemalsuan meterai yang ditangani oleh kepolisian. Hingga insiden terjadi, AB masih menjalani proses hukum dan berada dalam pengawasan penyidik. Ia diduga mengakhiri hidupnya dengan cara melompat dari balkon atau jendela unit apartemennya yang berada di lantai tujuh.
Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Made Gede Oka Utama, membenarkan kejadian tersebut dan menegaskan bahwa hasil penyelidikan awal mengarah pada aksi bunuh diri murni. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau keterlibatan pihak lain.
"(Tersangka) bunuh diri di Apartemen S, sudah kita lakukan proses penyelidikan. Jadi memang murni bunuh diri. (Korban) AB usia 36 tahun," ujar AKBP Made Gede Oka Utama saat memberikan keterangan kepada awak media di Mapolres Metro Depok.
Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi, termasuk petugas keamanan apartemen dan warga sekitar. Jasad korban dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit untuk keperluan visum serta identifikasi lebih lanjut. Polisi juga mengamankan beberapa barang bukti dari dalam unit apartemen korban guna melengkapi berkas penyelidikan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, korban tinggal sendiri di apartemen tersebut dan sebelumnya tidak menunjukkan gelagat mencurigakan. Sejumlah tetangga mengaku terkejut mendengar kabar tersebut karena korban dikenal sebagai pribadi yang cukup tertutup.
Kasus ini menambah daftar panjang peristiwa bunuh diri di lingkungan hunian vertikal yang memprihatinkan. Kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih peka terhadap kondisi mental orang-orang di sekitar dan tidak ragu mencari bantuan ketika menghadapi tekanan psikologis.
Hingga berita ini diturunkan, tim penyidik masih mendalami motif di balik aksi nekat AB, termasuk kemungkinan tekanan psikologis akibat status hukumnya. Pihak keluarga korban juga telah dihubungi untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut. Laporan ini dihimpun oleh tim redaksi Beritaseputar.com.
Comments (0)