I Nyoman Giri Prasta: Profil dan Kinerja Bupati Badung
I Nyoman Giri Prasta: Profil dan Kinerja Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta adalah Bupati Badung yang pertama kali dilantik pada 17 Februari 2016 untuk periode 2016-2021, dan kembali terpilih untuk periode kedua 2021-2024. Kader PDI Perjuangan ini me
I Nyoman Giri Prasta: Profil dan Kinerja Bupati Badung
I Nyoman Giri Prasta adalah Bupati Badung yang pertama kali dilantik pada 17 Februari 2016 untuk periode 2016-2021, dan kembali terpilih untuk periode kedua 2021-2024. Kader PDI Perjuangan ini memimpin kabupaten terkaya di Bali dengan pendapatan asli daerah (PAD) tertinggi secara nasional, yang pada tahun 2023 menembus Rp3,76 triliun. Kepemimpinannya dikenal dengan berbagai program populis berbasis anggaran besar yang berasal dari sektor pariwisata.
Profil dan Latar Belakang
Lahir di Denpasar pada 30 September 1964, Giri Prasta mengenyam pendidikan dari SD hingga SMA di Denpasar sebelum meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Udayana. Karier politiknya dimulai dari pemerintahan desa sebagai Kepala Desa Pecatu periode 1999-2004. Ia kemudian menjabat sebagai Camat Kuta (2004-2008), Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (2008-2010), dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Badung pada 2010-2015. Sebelum menjadi bupati, ia juga menjabat sebagai Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Badung. Pengalaman panjang di birokrasi dan pemerintahan desa memberinya pemahaman mendalam tentang kebutuhan masyarakat Badung dari tingkat akar rumput hingga kebijakan strategis daerah.
Program Unggulan dan Kinerja
Selama masa jabatannya, Giri Prasta meluncurkan program Badung Sehat yang memberikan jaminan kesehatan gratis bagi seluruh warga ber-KTP Badung. Program ini mengalokasikan anggaran lebih dari Rp200 miliar per tahun dan mencakup layanan rumah sakit hingga operasi jantung, dengan sistem rujukan yang bekerja sama dengan rumah sakit di Bali dan luar daerah. Pada tahun 2023, tercatat lebih dari 300.000 warga telah terdaftar sebagai peserta aktif.
Di bidang digitalisasi, Badung Smart City diinisiasi dengan membangun infrastruktur teknologi informasi dan pusat data. Program ini mencakup aplikasi layanan publik terintegrasi, antara lain Badung Satu Data, e-Puskesmas, dan platform Badung Revenue yang mendongkrak efisiensi pengelolaan pajak daerah. Realisasi pajak hotel dan restoran naik 12% pada tahun 2023 menjadi Rp2,4 triliun, sebagian dikontribusikan oleh digitalisasi sistem pemantauan transaksi usaha pariwisata.
Pembangunan infrastruktur juga menjadi andalan. Puspem Badung (Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung) di Mangupura yang megah diresmikan pada 2018 dan menjadi ikon baru. Pada sektor ekonomi kerakyatan, Bupati menggencarkan program bantuan dana untuk desa adat dan subak dengan total penyaluran mencapai Rp300 miliar sepanjang 2017-2023. Kebijakan ini berkontribusi pada penurunan angka kemiskinan Badung menjadi 1,68% pada Maret 2023, terendah di Provinsi Bali.
Tantangan dan Kontroversi
Kinerja Giri Prasta tidak lepas dari sorotan. Kritik tajam diarahkan pada ketimpangan pembangunan antara Badung Selatan sebagai pusat pariwisata mewah dan Badung Utara yang lebih agraris. Infrastruktur dasar di wilayah Kecamatan Petang dan Abiansemal dinilai masih tertinggal. Proyek Puspem Badung juga menuai perdebatan; publik mempertanyakan urgensi gedung megah senilai sekitar Rp700 miliar di tengah kebutuhan layanan publik yang lebih mendasar, meskipun pihak pemkab menyatakan pembangunan didanai tanpa pinjaman daerah.
Persoalan sampah menjadi pekerjaan rumah serius. TPA Suwung yang dikelola bersama Kota Denpasar dan Kabupaten Gianyar sempat kritis, dengan volume sampah harian melebihi 800 ton. Rencana pembangunan TPA baru di Mengwi belum terealisasi hingga akhir 2023. Selain itu, isu alih fungsi lahan pertanian menjadi vila dan resort tetap menjadi dilema klasik yang menuntut keseimbangan antara investasi dan keberlanjutan lingkungan. Di tengah tantangan tersebut, Giri Prasta terus mendorong transformasi digital dan mempertahankan stabilitas pendapatan daerah, meski beban sektor pariwisata pasca-pandemi COVID-19 masih menyisakan risiko fiskal jangka menengah.
Comments (0)