Camilan dan Makanan Cepat Saji Saat Nobar Piala Dunia Jadi Biang Keladi Kenaikan Berat Badan
Momen seru menyaksikan pertandingan sepak bola bersama-sama, atau yang akrab disebut nonton bareng (nobar), nyaris tak lengkap tanpa kehadiran aneka camilan dan makanan cepat saji. Tanpa sadar, kebia
Momen seru menyaksikan pertandingan sepak bola bersama-sama, atau yang akrab disebut nonton bareng (nobar), nyaris tak lengkap tanpa kehadiran aneka camilan dan makanan cepat saji. Tanpa sadar, kebiasaan mengunyah terus-menerus selama 90 menit penuh bisa melonjakkan asupan kalori yang berujung pada kenaikan berat badan. Hal ini ditegaskan oleh Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Igus Ulfa Yaze, SpGK, yang menyoroti bahwa penyebab utama bobot tubuh merangkak naik bukanlah ketegangan pertandingan itu sendiri, melainkan jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsi penonton.
"Yang bikin berat badan naik saat nobar itu bukan bolanya, tapi apa yang kita makan selama 90 menit pertandingan," ujar dr. Yaze.
Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa frekuensi nobar yang kian meningkat, terutama selama gelaran besar seperti Piala Dunia, dapat berisiko terhadap kesehatan jika tidak diimbangi dengan pemilihan asupan yang bijak. Gorengan, keripik kemasan, pizza, dan minuman manis kerap menjadi pilihan utama karena kepraktisannya. Padahal, kombinasi makanan semacam itu dalam porsi besar bisa menyumbang lebih dari 1.000 kalori hanya dalam satu sesi menonton. Dampaknya akan semakin terasa apabila nobar dilakukan berulang kali sepanjang turnamen berlangsung.
Untuk mencegah lonjakan berat badan yang tidak diinginkan, dr. Yaze menyarankan beberapa langkah sederhana yang bisa diterapkan oleh para penggemar sepak bola. Pertama, ganti camilan tinggi lemak dan gula dengan alternatif yang lebih sehat seperti potongan buah segar, kacang-kacangan tanpa garam berlebih, atau popcorn tawar tanpa mentega. Kedua, kendalikan porsi dengan menggunakan wadah kecil agar tidak mudah mengambil berulang kali tanpa perhitungan. Ketiga, perbanyak konsumsi air putih untuk menjaga hidrasi sekaligus menekan keinginan mengemil secara impulsif. Keempat, tetap lakukan aktivitas fisik ringan sebelum atau sesudah nobar untuk menyeimbangkan kalori yang masuk.
Di luar pemilihan makanan, durasi pertandingan yang panjang juga bisa dimanfaatkan untuk beristirahat dari kebiasaan mengunyah. Alih-alih terus makan sepanjang 45 menit babak pertama, penonton dapat menetapkan jeda, misalnya hanya mengonsumsi camilan pada saat jeda iklan atau turun minum. Hal ini membantu meningkatkan kesadaran akan rasa kenyang dan mencegah konsumsi kalori yang berlebihan.
Dengan menerapkan strategi sederhana ini, momen nobar Piala Dunia tetap bisa dinikmati tanpa harus mengorbankan kesehatan dan kebugaran tubuh. Keseruan menyaksikan tim favorit berlaga tidak perlu dibayar dengan penyesalan di timbangan. Laporan terkait tips menjaga pola makan selama nobar ini diterima oleh tim redaksi Beritaseputar.com.
Comments (0)