Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Bogor — Harga Telur Ayam Melonjak, Peternak Rasakan Berkah Akhir Tahun

Pagi masih menyisakan embun tipis saat Pak Ahmad (52) melangkah pelan di antara deretan kandang ayam petelur di Kampung Kebon Kopi, Pengasinan, Bogor. Udar

Jul 09, 2026 - 15:41
0 1
Bogor — Harga Telur Ayam Melonjak, Peternak Rasakan Berkah Akhir Tahun

Pagi masih menyisakan embun tipis saat Pak Ahmad (52) melangkah pelan di antara deretan kandang ayam petelur di Kampung Kebon Kopi, Pengasinan, Bogor. Udara dingin khas dataran tinggi bercampur dengan kicau ayam yang baru saja menyelesaikan tugas biologisnya: bertelur. Satu per satu telur cokelat segar ia kumpulkan ke dalam keranjang anyaman bambu, wajahnya merekah menatap hasil panen yang pagi itu terasa lebih istimewa.

Bukan tanpa sebab. Sejak awal Desember, harga telur ayam ras di tingkat peternak terus merangkak naik. Dari yang biasanya berkisar Rp23.000–Rp24.000 per kilogram, kini tembus di angka Rp28.000–Rp30.000. Bagi peternak seperti Pak Ahmad, selisih itu bukan sekadar angka di atas kertas. Di baliknya ada ongkos pakan yang bisa tertutup, ada uang saku anak sekolah yang bisa ditambah, dan yang paling penting—keberanian untuk tersenyum di ujung tahun.

“Alhamdulillah, kalau harga naik begini, napas kami terasa lebih lega. Telur itu barangnya nggak tahan lama, jadi kalau sudah dipetik, harus cepat laku. Selama ini harga sering jatuh, jadi sekarang kami rasakan benar rezekinya,” ujar Pak Ahmad sambil terus memetik telur, Rabu (15/12).

Ritme Tahunan yang Selalu Dinanti

Menurut sejumlah peternak di kawasan Bogor, fenomena kenaikan harga telur jelang perayaan Natal dan Tahun Baru adalah siklus yang sudah terprediksi. Permintaan dari pasar tradisional, toko kue, hotel, hingga rumah tangga melonjak bersamaan. Kebutuhan bahan baku untuk roti, nastar, dan aneka sajian khas perayaan membuat telur menjadi komoditas paling dicari.

“Biasanya seminggu sebelum Natal, pesanan sudah naik tajam. Banyak pembeli dari Jakarta dan Tangerang yang datang langsung ke kandang. Mereka cari telur segar murah. Saya bisa menjual 200–300 kilogram sehari, naik dari hari biasa yang cuma 100 kilogram,” tambah Pak Ahmad.

Tetapi di balik antusiasme itu, ada bayang-bayang yang tak pernah benar-benar pergi: harga pakan ternak yang ikut naik. Dedak, jagung, dan konsentrat yang menjadi menu utama ayam petelur kini lebih mahal. Kenaikan harga telur kali ini setidaknya mampu menutupi biaya operasional yang membengkak, namun para peternak sadar—keuntungan sesungguhnya hanya setipis kulit telur.

Bukan Hanya Soal Uang

Di sudut lain peternakan, Bu Sumarni (47), istri Pak Ahmad, tengah memisahkan telur berdasarkan ukuran. Sambil tersenyum, ia bercerita bahwa hasil penjualan minggu ini akan ia gunakan untuk membelikan sepatu baru bagi anak bungsunya yang duduk di kelas 3 SD. Cerita-cerita kecil seperti inilah yang sering luput ketika kita hanya melihat naik-turun grafik harga di layar berita.

“Anak saya mintanya sepatu buat dipakai Natal bersama di sekolah. Saya janjikan nanti kalau telur sudah laku banyak. Sekarang harga lagi bagus, ya saya belikan. Senang bisa menepati janji,” katanya lirih.

Bagi keluarga peternak, momen seperti ini ibarat panen berkah di tengah ketidakpastian yang biasanya mereka hadapi sepanjang tahun. Harga yang kerap anjlok, bahan baku yang tak menentu, hingga penyakit unggas yang sewaktu-waktu menyerang, adalah tantangan yang mereka lakoni sebagai bagian dari takdir hidup.

  • Harga telur di tingkat peternak: Rp28.000–Rp30.000/kg, naik dari normal Rp23.000–Rp24.000/kg.
  • Pemicu utama: Lonjakan permintaan pasar jelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
  • Manfaat langsung: Peternak dapat menutupi biaya pakan yang juga naik, dan menambah pendapatan untuk kebutuhan keluarga.

Menjelang siang, Pak Ahmad dan istrinya kembali bersiap untuk menyetor telur ke pengepul. Di luar, suara klakson mobil bak terbuka mulai terdengar, pertanda hari ini rezeki kembali datang. Di langit Bogor yang mulai terik, sepotong harapan tampak lebih nyata dari biasanya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User