Bima Arya Sebut Karnaval Budaya Nusantara Cerminkan Semangat Kolaborasi
Jakarta, Beritaseputar.com – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa Festival Karnaval Budaya Nusantara dan Pentas Seni, yang baru saja digelar, menjadi cermin
Jakarta, Beritaseputar.com – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa Festival Karnaval Budaya Nusantara dan Pentas Seni, yang baru saja digelar, menjadi cermin kuatnya semangat kolaborasi antarkota di seluruh Indonesia. Melalui parade budaya yang diikuti oleh 55 kota, festival ini berhasil menunjukkan bahwa kerja sama lintas pemerintah daerah adalah kunci dalam memajukan sekaligus melestarikan kekayaan budaya nusantara.
Mengusung tema “The Sparkling of Local Heroes and Culture: Menampilkan Ketangguhan Pahlawan Lokal dan Keindahan Nilai-Nilai Budaya agar Terlihat Memukau di Mata Dunia”, festival tersebut tidak hanya menjadi ajang unjuk kreasi, tetapi juga panggung bagi setiap daerah untuk memamerkan identitas lokalnya dengan penuh kebanggaan. Beragam pakaian adat, tarian tradisional, dan ikon kepahlawanan daerah dihadirkan dalam karnaval yang sarat warna dan pesan persatuan.
Bukti Kolaborasi 55 Kota
Bima Arya menekankan bahwa keterlibatan puluhan kota dari Sabang hingga Merauke bukan sekadar partisipasi seremonial, melainkan wujud nyata dari komitmen bersama untuk menjadikan budaya sebagai perekat bangsa. Menurutnya, ketika setiap kota rela berbagi panggung dan saling mendukung, di situlah semangat gotong royong khas Indonesia menemukan bentuknya yang paling otentik.
“Partisipasi 55 kota dalam Karnaval Budaya Nusantara ini menunjukkan bahwa pemerintah kota memiliki kesadaran tinggi untuk berkolaborasi. Bukan hanya menampilkan yang terbaik dari daerah masing-masing, tetapi juga saling mengapresiasi dan memperkuat jati diri bangsa melalui budaya,” ujar Bima Arya dalam keterangannya yang diterima Beritaseputar.com.
Ia menambahkan, festival semacam ini penting untuk memupus ego sektoral dan mendorong terciptanya jejaring antardaerah yang lebih solid. Kolaborasi antarkota, kata Bima, tidak hanya relevan dalam urusan pembangunan infrastruktur atau ekonomi, tetapi juga dalam pelestarian dan promosi budaya yang menjadi modal penting di kancah internasional.
Bagian dari Rakernas APEKSI
Festival Karnaval Budaya Nusantara dan Pentas Seni ini merupakan salah satu agenda utama dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI). Sebagai organisasi yang mewadahi wali kota dan pemerintah kota dari seluruh penjuru Tanah Air, APEKSI menjadikan festival budaya ini sebagai simbol bahwa kemajuan daerah tidak dapat dicapai secara terpisah-pisah. Dengan mengangkat tema ketangguhan pahlawan lokal dan keindahan nilai budaya, para pemimpin kota diajak untuk melihat potensi masing-masing daerah sebagai aset kolektif yang memperkuat posisi Indonesia di mata dunia.
Pantauan Beritaseputar.com di lokasi, karnaval berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari peserta maupun penonton. Setiap kontingen menampilkan kreativitas yang memadukan unsur tradisi dan inovasi, mulai dari kostum yang merepresentasikan tokoh pahlawan lokal hingga pertunjukan musik etnik kontemporer. Suasana penuh kebersamaan itu, menurut para pengamat, menjadi pesan kuat bahwa di tengah keberagaman, Indonesia tetap tumbuh sebagai satu kesatuan yang tak terpisahkan.
Bima Arya menutup pernyataannya dengan harapan agar semangat kolaborasi yang tercermin dalam karnaval ini tidak berhenti di panggung pentas seni, melainkan terus berlanjut dalam berbagai program kerja sama konkret antarkota. Dengan demikian, nilai-nilai budaya lokal tidak hanya “terlihat memukau” sesaat, tetapi benar-benar menjadi fondasi kokoh dalam membangun masa depan daerah dan bangsa secara berkelanjutan.
Comments (0)