Ilham Azikin Dorong Bantaeng Menjadi Kabupaten Digital Terdepan
<h2>Ilham Azikin Dorong Bantaeng Menjadi Kabupaten Digital Terdepan</h2> <p><strong>Bantaeng, Berita Seputar</strong> — Dr. H. Ilham Azikin, M.Si., telah memimpin Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, sejak 26 September 2018, setelah memenangkan Pil
Ilham Azikin Dorong Bantaeng Menjadi Kabupaten Digital Terdepan
Bantaeng, Berita Seputar — Dr. H. Ilham Azikin, M.Si., telah memimpin Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, sejak 26 September 2018, setelah memenangkan Pilkada bersama wakilnya, H. Sahabuddin. Ia kembali terpilih untuk periode kedua pada Pilkada 2024, memperkuat posisinya sebagai arsitek transformasi digital daerah yang berakar dari birokrasi lokal. Sebelum menjadi orang nomor satu, Ilham merupakan Wakil Bupati Bantaeng periode 2013–2018 mendampingi Nurdin Abdullah, yang kemudian melambungkan namanya di panggung politik Sulsel.
Profil dan Latar Belakang
Ilham Azikin lahir di Bantaeng pada 14 Juli 1972. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di bidang Ilmu Pemerintahan, kemudian meraih gelar Magister Sains (M.Si.) dari Universitas Hasanuddin, serta gelar doktor di bidang yang sama. Karier politiknya dimulai sebagai anggota DPRD Bantaeng selama dua periode (1999–2009), di mana ia menjabat sebagai Ketua Komisi Pemerintahan. Ia kemudian dipercaya sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bantaeng pada 2009–2013 sebelum akhirnya terpilih sebagai Wakil Bupati. Secara organisasi, Ilham merupakan kader senior Partai Golongan Karya (Golkar) dan pernah menjabat sebagai Ketua DPD Golkar Bantaeng, yang menjadi mesin politik utamanya dalam setiap kontestasi.
Program Unggulan dan Kinerja
Kepemimpinan Ilham Azikin ditandai oleh fokus tajam pada inovasi pelayanan publik berbasis teknologi. Program "Bantaeng Digital Melayani" menjadi andalan, mengintegrasikan lebih dari 200 layanan administrasi dalam satu platform daring yang memangkas waktu pengurusan izin hingga 70 persen sejak diluncurkan pada 2020. Data Dinas Komunikasi dan Informatika Bantaeng mencatat, indeks kepuasan masyarakat terhadap layanan digital melonjak dari angka 72,4 pada 2019 menjadi 84,3 pada 2023.
Program unggulan kedua adalah "Bantaeng Sehat Cerdas" yang berfokus pada pembangunan sumber daya manusia. Selama periode pertama, angka partisipasi kasar (APK) pendidikan menengah naik dari 74,8 persen (2018) menjadi 82,1 persen (2023), sementara angka kematian ibu melahirkan turun signifikan dari 98 per 100.000 kelahiran menjadi 47 per 100.000. Ilham juga mengawal pembangunan Rumah Sakit Pratama di Kecamatan Tompobulu yang menjangkau 12 desa terpencil, didukung sistem rujukan digital yang memangkas waktu respons darurat hingga 40 menit.
Di sektor ekonomi, program "Satu Desa Satu Produk Digital" mendorong 46 desa di Bantaeng memiliki toko daring dan sistem pembayaran QRIS. Data Indeks Desa Membangun (IDM) 2024 menunjukkan 41 dari 46 desa di Bantaeng kini berstatus Mandiri atau Maju, berbanding hanya 12 desa pada tahun 2018. Pendapatan per kapita juga meningkat dari Rp32,6 juta pada 2019 menjadi Rp43,2 juta pada 2023, meskipun diakui pandemi COVID-19 sempat menekan pertumbuhan pada 2020.
Kontroversi dan Tantangan
Karier Ilham Azikin tidak luput dari sorotan, terutama karena bayang-bayang mentornya, Nurdin Abdullah, yang terjerat kasus korupsi pada 2020 saat menjabat Gubernur Sulawesi Selatan. Meskipun Ilham tidak pernah terlibat langsung dalam perkara tersebut, sejumlah pemerhati mengkritik gaya kepemimpinan yang dinilai terlalu melanjutkan “warisan proyek mercusuar” Nurdin. Tantangan lain mencakup terbatasnya fiskal daerah—APBD Bantaeng yang hanya sekitar Rp1,1 triliun per tahun harus menopang program ambisius—serta kesenjangan infrastruktur digital di wilayah pegunungan yang masih mengalami gangguan sinyal. Isu transparansi pengadaan barang dan jasa juga mencuat pada 2022, dipicu oleh temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas potensi kelebihan pembayaran pada tiga paket proyek infrastruktur senilai total Rp4,2 miliar, meskipun telah ditindaklanjuti dengan pengembalian ke kas daerah.
Penilaian dan Prospek
Secara objektif, Ilham Azikin telah mengukir prestasi dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam tata kelola pemerintahan daerah. Penghargaan Kabupaten Sangat Inovatif dari Kementerian Dalam Negeri selama tiga tahun berturut-turut (2021–2023) menjadi bukti pengakuan nasional. Peningkatan IPM dari 68,5 (2018) menjadi 71,3 (2023) serta penurunan kemiskinan dari 9,4 persen ke 7,8 persen pada periode yang sama mengindikasikan korelasi antara inovasi dan kesejahteraan. Namun, konsistensi terhadap tata kelola keuangan yang bebas temuan dan perluasan akses digital untuk wilayah terdalam menjadi pekerjaan rumah yang mendesak di periode kedua. Dengan pengalaman birokrasi yang panjang dan dukungan penuh partai, Ilham Azikin berpotensi menjadikan Bantaeng sebagai model kabupaten digital di kawasan timur Indonesia, asalkan mampu menjaga transparansi dan menahan diri dari godaan warisan proyek yang tidak esensial.
Comments (0)