Bakom Ungkap 2 Modal Dasar Jadi Komisaris BUMN
JAKARTA — Pemilihan sejumlah komisaris di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) belakangan menuai sorotan publik. Banyak pihak menilai sejumlah nama yang terpilih kurang selaras dengan kebutuhan industri
JAKARTA — Pemilihan sejumlah komisaris di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) belakangan menuai sorotan publik. Banyak pihak menilai sejumlah nama yang terpilih kurang selaras dengan kebutuhan industri perusahaan, baik dari sisi pengalaman teknis maupun rekam jejak profesional. Menanggapi hal itu, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, angkat bicara dan membeberkan dua modal dasar yang ia yakini harus dimiliki oleh setiap komisaris BUMN.
Menurut Qodari, penunjukan komisaris dari latar belakang yang beragam justru merupakan strategi untuk menghadirkan perspektif segar dalam mengawal agenda pemerintah di tubuh perusahaan pelat merah. Keberagaman itu, lanjutnya, bukan kelemahan, melainkan kekuatan sepanjang dua elemen inti terpenuhi.
Dua modal dasar dari Bakom
Dijelaskan dalam keterangan yang diterima Beritaseputar.com, Senin (7/4/2025), Qodari merinci modal pertama adalah kemampuan membawa perspektif baru ke dalam ruang pengambilan keputusan. Seorang komisaris, tutur dia, tidak harus selalu berasal dari inti bisnis yang sama persis dengan perusahaan tempatnya bertugas. Justru, pandangan dari luar bisa membuka opsi yang selama ini tidak terpikirkan oleh jajaran direksi.
Modal kedua adalah keberanian dan kecakapan dalam menyediakan alternatif solusi. Qodari menekankan bahwa fungsi utama komisaris bukan sekadar mengawasi, melainkan turut memperkaya diskusi strategis. “Tanpa alternatif solusi yang konkret, peran komisaris hanya akan sebatas formalitas,” ujarnya.
“Saya sendiri pernah menjadi komisaris di salah satu BUMN tanpa background yang sesuai dengan bisnis intinya. Namun justru dari sana saya bisa memberikan opsi yang mungkin berbeda, dan itu menjadi nilai tambah. Dua hal ini—perspektif baru dan solusi alternatif—adalah modal dasar yang harus dimiliki,” ungkap Qodari, mencontohkan pengalamannya sendiri.
Ia menegaskan, perpaduan dua modal dasar tersebut akan membuat perusahaan tidak terjebak dalam cara pandang tunggal. Dalam menghadapi tantangan yang kian kompleks, BUMN perlu membiasakan diri mengkaji setiap soal dari beragam sisi sebelum menetapkan langkah. Bakom, melalui penjelasan ini, hendak menjawab keraguan publik dan menegaskan bahwa rekam jejak profesional tetap menjadi syarat, namun fleksibilitas perspektif adalah kunci adaptasi.
Lebih jauh, Qodari mengatakan bahwa pihaknya terus mendorong penguatan kapasitas para komisaris melalui program orientasi dan pemantapan tata kelola yang diselenggarakan bersama kementerian teknis. Evaluasi berkala akan dilakukan untuk memastikan setiap komisaris menjalankan fungsinya dengan optimal, sesuai dengan dua modal dasar yang telah ia sampaikan.
Comments (0)