Aurelie Moeremans: Dari Dapur Sunyi hingga Buku Memoar yang Menyelamatkan

Dulu, sebelum namanya terpampang di billboard, Aurelie Moeremans adalah gadis kecil yang sering bersembunyi di dapur rumahnya di Jakarta. Di sana, ia bernyanyi pelan, takut didengar. Kini, setelah pul...

Jul 11, 2026 - 18:00
0 0
Aurelie Moeremans: Dari Dapur Sunyi hingga Buku Memoar yang Menyelamatkan

Dulu, sebelum namanya terpampang di billboard, Aurelie Moeremans adalah gadis kecil yang sering bersembunyi di dapur rumahnya di Jakarta. Di sana, ia bernyanyi pelan, takut didengar. Kini, setelah puluhan judul sinetron, film layar lebar, dan album musik, ia justru kembali ke tempat sunyi untuk menulis. Bedanya, kali ini ia ingin semua orang mendengar.

Awal Perjalanan: Cahaya di Atas Panggung, Bayang di Belakangnya

Lahir dari ayah berdarah Belgia dan ibu Indonesia, Aurelie sudah akrab dengan dunia seni sejak dini. Namun popularitas yang datang selepas perannya di sinetron remaja tidak serta-merta memberinya kebahagiaan. Di balik layar, ia bergulat dengan insecurity tentang penampilan, hubungan yang toksik, dan lingkungan kerja yang kerap mengabaikan kesehatan mentalnya.

“Orang lihat aku tersenyum di TV, tapi mereka tidak tahu aku baru saja menangis di kamar mandi lokasi syuting,” ungkap Aurelie dalam wawancara eksklusif. Kenangan itu kini terekam jelas dalam buku Broken Strings.

Menulis sebagai Jalan Pulang

Berbeda dengan banyak artis yang menulis buku dengan bantuan ghostwriter, Aurelie bersikeras menulis sendiri setiap kata. Proses yang berlangsung hampir dua tahun itu ia lalui sembari menjalani terapi dan mengurangi aktivitas di dunia hiburan. “Menulis membuat saya berdamai dengan bagian diri yang saya benci,” katanya.

Buku itu mengisahkan tidak hanya kegagalan cinta, tetapi juga hubungan rumit dengan citra tubuh dan perjuangannya melawan bulimia yang ia rahasiakan bertahun-tahun. Salah satu kutipan yang paling menyayat berbunyi: “Setiap kali aku memuntahkan makananku, aku merasa seperti memuntahkan versi diriku yang ingin kuhilangkan.”

“Saya tidak mau ada orang yang merasa jijik pada dirinya sendiri seperti yang dulu saya alami. Buku ini adalah surat untuk siapapun yang masih berjuang,” tegas Aurelie.

Profil yang Kini Utuh

Kini, di usia yang matang, Aurelie menemukan definisi baru tentang kesuksesan. Ia masih berakting dan bernyanyi, tetapi dengan batasan yang lebih sehat. Ia juga mendirikan “Senar Baru”, sebuah komunitas daring yang menyediakan ruang aman bagi remaja untuk berbagi kisah tanpa takut dihakimi.

Profil Aurelie Moeremans hari ini adalah potret seorang perempuan yang tidak lagi bersembunyi di dapur. Ia berdiri di tempat terang, dengan luka yang telah menjadi tinta, dan menawarkan tangan bagi siapapun yang masih berkutat di tempat gelap. “Kalau gitar saya dulu patah, sekarang saya adalah gitar yang senarnya dari emas,” pungkasnya.

[TAGS]: Aurelie Moeremans, Broken Strings, profil artis, kesehatan mental, bulimia, buku memoar, inspirasi, aktris Indonesia [SOCIAL_TWEET]: “Orang lihat aku tersenyum di TV, tapi tak tahu aku baru menangis di kamar mandi.” Aurelie Moeremans buka tabir gelap di balik gemerlap. Baca profil lengkap perempuan yang akhiri persembunyiannya. [SOCIAL_FB]: Dulu bersembunyi di dapur, kini Aurelie Moeremans berdiri terang dengan luka yang jadi tinta. Broken Strings bukan sekadar buku—ini perjalanan dari muntahan trauma menuju pelukan diri sendiri. [SOCIAL_TG]: Bulimia, hubungan toksik, dan benci pada diri sendiri. Aurelie Moeremans tulis sendiri memoarnya tanpa ghostwriter. Inilah profil utuh di balik senar yang kini bertukar emas. [SOCIAL_THREADS]: “Setiap kali aku muntahkan makanan, aku muntahkan versi diriku yang ingin kuhilangkan.” Kalimat Aurelie ini terlalu nyata untuk diabaikan. Profilnya hari ini adalah tentang berhenti bersembunyi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User