Ketika Dana Rewetting Terhambat, Petani Gambut Ungkap Ironi Korupsi Lahan

Di desa kecil di Kalimantan Selatan yang hanya bisa dicapai dengan perahu klotok, Pak Rasyid, 58 tahun, duduk termenung di teras rumah kayunya. Tanah di depan mata, yang dulunya subur untuk padi ladan...

Jul 11, 2026 - 18:46
0 0

Di desa kecil di Kalimantan Selatan yang hanya bisa dicapai dengan perahu klotok, Pak Rasyid, 58 tahun, duduk termenung di teras rumah kayunya. Tanah di depan mata, yang dulunya subur untuk padi ladang, kini retak-retak dan mengering. Lahan gambut itu dulu hidup, tetapi kini berubah jadi ancaman setiap musim kemarau. BPBD setempat berjanji akan melakukan rewetting, namun proyek itu tiba-tiba tersendat. Kabar burung beredar: ada permainan anggaran di tingkat kabupaten. Sementara itu, di Jakarta, publik diramaikan dengan mundurnya JAM-Pidsus yang memicu seruan anggota DPR: “Usut tuntas kasus korupsi! Negara butuh kekompakan aparat penegak hukum.” Bagi Pak Rasyid, dua berita itu menyatu menjadi luka mendalam—di saat bencana karhutla mengancam, korupsi justru merampas hak petani untuk mendapatkan perlindungan.

Dua Wajah Perjuangan: Melawan Api dan Melawan Angka Palsu

Bagi Pak Rasyid, rewetting bukan sekadar istilah teknis; itu adalah penyelamat napas. Tahun lalu, ia dan cucunya berhari-hari menghirup asap tebal. “Saya nyaris kehilangan cucu saya karena ISPA. Sementara itu, uang untuk pompa air malah dilaporkan fiktif,” kenangnya dengan suara bergetar. Ironisnya, berita pengunduran diri JAM-Pidsus muncul di ponselnya bersamaan dengan video anak muda setempat yang memprotes lambannya pembasahan lahan. Di mata para pejuang lingkungan, kasus ini memperlihatkan bagaimana dua sektor yang tampaknya terpisah—pemberantasan korupsi dan penyelamatan lingkungan—sejatinya terhubung erat. Tanpa penegakan hukum yang bersih, dana restorasi gambut bisa berakhir di kantong oknum.

“Ketika korupsi bersembunyi di balik laporan proyek, yang terbakar bukan hanya lahan, tapi juga mimpi anak-anak kami untuk bisa bernapas,” ujar Pak Rasyid dalam bahasa Banjar terbata-bata.

Munculnya Harapan di Antara Dua Badai

Didorong oleh berita mundurnya JAM-Pidsus yang viral, sekelompok aktivis muda di Kalsel mendesak audit forensik terhadap proyek rewetting yang mandek. Mereka terinspirasi dari keberanian para jaksa yang tetap bersuara menuntut pengusutan tuntas. “Di sini, kami berjuang melawan api dengan ember, sementara di Jakarta, pemberantas korupsi berjuang dengan dokumen. Kami harus bersatu,” kata Nadia, ketua komunitas peduli gambut. Gerakan kecil ini akhirnya berhasil menarik perhatian pusat, dan sejumlah jaksa dari satuan tugas khusus pun turun ke lapangan. Momen ini menjadi momen mengharukan ketika petani berpelukan dengan jaksa, menyadari bahwa mereka semua adalah korban dari rantai korupsi yang sama.

Bangkit di Atas Gambut yang Basah Kembali

Kini, setelah audit dilakukan, pompa-pompa air mulai berfungsi dan rewetting berjalan perlahan. Pak Rasyid kembali bisa menanam padi ladang. Kisahnya menjadi inspirasi bahwa di tengah ancaman karhutla, keberanian untuk melawan korupsi dapat menyelamatkan lebih dari sekadar hutan; ia menyelamatkan nafas kehidupan. Pelajaran sederhana namun menyentuh ini merekatkan kembali kepercayaan bahwa penegakan hukum yang tangguh adalah fondasi dari lingkungan yang sehat, dan sebuah desa kecil di tepi gambut bisa menjadi saksi nyata perjuangan melawan dua kejahatan besar: korupsi dan keserakahan.

[TAGS]: Korupsi lahan gambut, karhutla, JAM-Pidsus, rewetting, petani Kalsel, pemberantasan korupsi, penyelamatan lingkungan [SOCIAL_TWEET]: “Ketika korupsi bersembunyi di laporan proyek, yang terbakar adalah mimpi anak-anak kami.” Petani gambut dan jaksa bersatu melawan api dan korupsi. Sebuah kisah pilu yang menginspirasi. #StopKorupsi #SavePeatlands [SOCIAL_FB]: Dana rewetting tersendat, lalu mundurnya JAM-Pidsus jadi sorotan. Di sebuah desa terpencil, Pak Rasyid bertaruh nyawa melawan api, sementara uang proyek justru hilang. Bagaimana jaksa dan petani bersatu melawan dua kejahatan besar? Baca ceritanya. [SOCIAL_TG]: Karhutla mengancam, proyek rewetting terhambat korupsi. “Saya nyaris kehilangan cucu, uang malah dilaporkan fiktif.” Kisah pilu ini membuktikan, pemberantasan korupsi adalah penyelamat napas rakyat. #Korupsi #Karhutla [SOCIAL_THREADS]: Di desa gambut, seorang petani bertarung melawan api… dan korupsi. Thread tentang Pak Rasyid dan bagaimana mundurnya JAM-Pidsus membuka luka lama: dana penyelamat lahan yang tak pernah sampai.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User