Antara Cinta dan Sopan Santun: Membawa Adik ke Pesta Teman Kakak
Di sudut meja dapur yang mulai kusam, Rina memandangi undangan berwarna merah jambu di genggamannya. Putri sulungnya, Alya, melompat-lompat girang—hari Sabtu nanti ia akan menghadiri pesta ulang tah...
Di sudut meja dapur yang mulai kusam, Rina memandangi undangan berwarna merah jambu di genggamannya. Putri sulungnya, Alya, melompat-lompat girang—hari Sabtu nanti ia akan menghadiri pesta ulang tahun sahabatnya. Namun, tatapan Rina jatuh pada si bungsu, Dika, yang menempel erat di sisi sang kakak. Dengan suara lirih, Dika bertanya, "Aku boleh ikut, ya, Bu?" Sejenak, ruang makan sederhana itu berubah menjadi medan pertarungan batin. Rina tahu, membawa serta Dika bisa menjadi bentuk kasih sayang yang sederhana, tapi di sisi lain, ia takut melanggar batas kesopanan yang tak tertulis, membuatnya dicap sebagai orang tua yang kurang peka. Momen sunyi seperti ini mungkin sering hadir dalam keseharian para orang tua, menguji sejauh mana kehangatan keluarga bisa berjalan seiring dengan aturan sosial yang halus.
Baca juga:
Comments (0)