Aksi 'Rayap Besi' Curi Pagar Taman Kolong Flyover Kampung Melayu Terekam dan Viral
Jakarta - Aksi pencurian pagar besi di taman yang berada di bawah kolong jalan layang (flyover) Kampung Melayu, Jakarta Timur, terekam dan menjadi viral di media sosial. Para pelaku yang dijuluki 'ra
Jakarta - Aksi pencurian pagar besi di taman yang berada di bawah kolong jalan layang (flyover) Kampung Melayu, Jakarta Timur, terekam dan menjadi viral di media sosial. Para pelaku yang dijuluki 'rayap besi' ini beraksi secara terang-terangan menggondol pagar tersebut dalam kurun waktu singkat tanpa menimbulkan kecurigaan warga sekitar.
Berdasarkan penelusuran media kami di lokasi, kondisi taman tampak memprihatinkan. Sisa-sisa potongan besi pagar yang patah dan bengkok masih terlihat di beberapa titik. Unsur Dinas terkait tampak belum melakukan perbaikan atau pemasangan pagar baru pasca insiden pencurian ini viral.
Warga Kaget, Pagar Hilang dalam Empat Hari
Salah seorang warga setempat, Ana (38), mengungkapkan keterkejutannya atas cepatnya aksi para pencuri tersebut. Menurut Ana, keberadaan pagar yang mengelilingi area Ruang Terbuka Hijau (RTH) itu awalnya masih utuh.
"Seminggu lalu, pagarnya masih ada, tapi beberapa hari ini, sekitar tiga sampai empat hari sudah habis, cepat sekali hilangnya pagarnya sama pencuri," ujar Ana saat ditemui di kawasan flyover Kampung Melayu, Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Ana menuturkan bahwa para pelaku diduga tidak beraksi seorang diri. Mereka nekat membongkar pagar besi tersebut di jam-jam rawan tanpa adanya pengawasan dari petugas keamanan setempat. Warga mengaku tidak menyangka bahwa aksi terang-terangan itu adalah pencurian, karena para pelaku tidak menunjukkan gelagat mencurigakan.
"Warga awalnya mengira itu petugas yang sedang membenahi taman, karena mereka membawa peralatan lengkap dan beraksi di siang bolong. Baru setelah pagar habis total kami sadar itu pencurian."
Modus Rapi dan Tidak Menimbulkan Kecurigaan
Dalam video yang beredar di media sosial, para pelaku terlihat santai melepas besi-besi penutup taman berwarna abu-abu tersebut. Mereka menggunakan alat pemotong untuk memisahkan pagar dari dudukan semen. Ironisnya, aksi ini dilakukan di lokasi yang cukup ramai dilintasi kendaraan.
Laporan yang dihimpun media kami menyebutkan bahwa hilangnya pagar tersebut mulai tercium setelah warga melihat bercak bekas potongan dan baut yang berceceran di tanah. Diduga kuat, pagar-pagar besi tersebut dijual ke pengepul barang bekas untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Pihak berwenang diimbau untuk segera melakukan investigasi dan menindak tegas para pelaku agar kejadian serupa tidak terulang di fasilitas umum lainnya.
Comments (0)