Aksi Bersih Sungai Cikaret, Upaya Cegah Banjir dan Pencemaran
Bogor - Dalam upaya mengantisipasi bencana banjir dan menekan tingkat pencemaran lingkungan, jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor menggelar aksi bersih-bersih di aliran Sungai Cikaret
Bogor - Dalam upaya mengantisipasi bencana banjir dan menekan tingkat pencemaran lingkungan, jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor menggelar aksi bersih-bersih di aliran Sungai Cikaret. Kegiatan yang melibatkan puluhan petugas kebersihan ini menyasar sampah domestik yang menumpuk di sepanjang bantaran dan badan sungai, yang selama ini kerap menjadi biang keladi meluapnya air saat musim hujan tiba.
Berdasarkan pantauan media kami di lokasi, tumpukan sampah berupa plastik, kemasan rumah tangga, ranting, hingga material kasur bekas menyumbat aliran sungai di beberapa titik. Petugas tampak bahu-membahu menggunakan alat berat sederhana dan perahu karet untuk mengangkut sampah dari permukaan air. Aksi yang dimulai sejak pagi ini menargetkan pembersihan sepanjang kurang lebih tiga kilometer aliran sungai yang melintasi permukiman padat penduduk.
Keterlibatan Warga dan Komunitas Lokal
Untuk memaksimalkan hasil, DLH Kabupaten Bogor turut menggandeng warga sekitar dan komunitas peduli sungai setempat. Kepala DLH Kabupaten Bogor melalui keterangan tertulisnya menyatakan bahwa partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci keberlanjutan program ini. Ia menambahkan bahwa pihaknya tidak bisa bekerja sendiri tanpa kesadaran kolektif untuk tidak membuang sampah sembarangan ke sungai.
"Kami sudah mengerahkan seluruh lini, mulai dari penyisiran manual hingga pengangkutan menggunakan truk. Tapi kami sangat berharap warga bisa ikut menjaga dengan tidak lagi menjadikan sungai sebagai tempat sampah. Sungai adalah sumber kehidupan, bukan tempat pembuangan akhir," ujar salah seorang koordinator lapangan kepada tim liputan Beritaseputar.com di sela-sela kegiatan.
Selain aksi pembersihan, DLH juga memberikan edukasi singkat kepada warga yang bermukim di bantaran sungai. Materi yang disampaikan meliputi bahaya membuang sampah ke aliran air, dampak mikroplastik bagi ekosistem, serta cara memilah sampah dari rumah. Harapannya, setelah aksi ini selesai, terjadi perubahan perilaku yang signifikan dari masyarakat sekitar.
Volume Sampah dan Ancaman Banjir
Dari hasil pembersihan sementara, petugas memperkirakan volume sampah yang berhasil diangkut mencapai belasan meter kubik. Sampah-sampah tersebut didominasi oleh botol plastik, bungkus deterjen, popok sekali pakai, dan limbah rumah tangga lainnya. Tingginya volume sampah organik yang bercampur dengan material anorganik juga memicu pendangkalan sungai yang kian memperburuk daya tampung air.
Sungai Cikaret sendiri memiliki peran vital sebagai saluran drainase primer bagi sejumlah kecamatan di Kabupaten Bogor. Pada musim penghujan seperti saat ini, debit air yang meningkat drastis seringkali tidak mampu ditampung akibat penyempitan penampang sungai oleh sampah. Akibatnya, genangan dan banjir kerap merendam permukiman dan fasilitas umum dalam waktu singkat.
Dengan dilaksanakannya pembersihan massal ini, DLH berharap kapasitas aliran Sungai Cikaret kembali normal. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari program jangka panjang pemerintah daerah dalam merevitalisasi sungai-sungai kritis di wilayah Kabupaten Bogor. "Ini bukan kali pertama dan terakhir, kami akan terus pantau titik-titik rawan sampah secara berkala," tegas koordinator lapangan tersebut.
Aksi bersih Sungai Cikaret ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pemerintah dan warga dapat memutus mata rantai bencana ekologis. Ke depan, DLH berencana memasang jaring penangkap sampah di titik-titik strategis serta menambah jumlah tempat pembuangan sampah komunal di bantaran sungai, sebagai upaya preventif agar pemandangan gunungan sampah di sungai tidak terus berulang.
Comments (0)